Tantangan Kegiatan Pembelajaran Teman Tuli di Masa Pandemi

Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerja sama dengan Siberkreasi dan Kitatama mengadakan Webinar Digital Society dengan tema “Strategi Pembelajaran Peserta Didik Teman Tuli Selama Masa Pandemi”, (25/2/2021) yang diselenggarakan secara daring melalui zoom dan video conference, serta disiarkan di kanal Youtube  Siberkreasi, Kemkominfo TV, Pendidikan.id, dan Direktorat Sekolah Dasar



JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Selama masa pandemi Covid-19, seluruh kegiatan belajar terpaksa harus dilakukan secara daring melalui virtual meeting sehingga menyebabkan terbatasnya interaksi murid dengan guru selama proses pembelajaran berlangsung. Berbeda dengan siswa biasa, siswa berkebutuhan khusus tidak hanya butuh pengetahuan namun juga memerlukan interaksi secara langsung dengan orang yang dipercaya. Salah satu siswa berkebutuhan khusus yang merasakan dampak pembelajaran jarak jauh selama pandemi ini adalah anak tunarungu yang selanjutnya akan disebut dengan istilah teman tuli.

Terkait hal itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerja sama dengan Siberkreasi dan Kitatama mengadakan Webinar Digital Society dengan tema “Strategi Pembelajaran Peserta Didik Teman Tuli Selama Masa Pandemi”, (25/2/2021) yang diselenggarakan secara daring melalui zoom dan video conference, serta disiarkan di kanal Youtube  Siberkreasi, Kemkominfo TV, Pendidikan.id, dan Direktorat Sekolah Dasar. Webinar ini dimaksudkan untuk mengetahui apa saja kendala dan solusi yang dapat diberikan dalam menghadapi kegiatan pembelajaran bagi peserta didik teman tuli selama pandemi.Juga, memberikan pengetahuan kepada guru mengenai bagaimana strategi pembelajaran bagi peserta didik golongan ini selama pandemi.

Sesi webinar dimulai dengan keynote speech dari Semuel Abrijani Pangerapan selaku Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika Kemkominfo dan dilanjutkan dengan sambutan dari Dr. Samto, Direktur Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus Kemendikbud. Menurut Samto, secara garis besar ada tiga metode pembelajaran yang dikhususkan bagi siswa berkebutuhan khusus selama pandemi, yaitu pembelajaran daring, pembelajaran luring atau penugasan dan kunjungan ke rumah. "Kami menjamin bahwa di masa pandemi ini proses belajar tetap berjalan, dan anak-anak tetap mempunyai keterikatan dengan sekolah," demikian ditegaskan oleh Samto.

Webinar dilanjutkan dengan sesi dialog dengan para narasumber, yaitu Dr. Subagya, M.Si, Kepala Program Studi Pendidikan Khusus UNS, yang memaparkan tentang strategi kurikulum dan pembelajaran yang ramah terhadap PDBK (peserta didik berkebutuhan khusus) tuli di masa pandemi. Narasumber berikutnya adalah Ade Putri Sarwendah, seorang Guru SLB Negeri Balikpapan, yang memberikan pemaparan mengenai ‘Praktik Pembelajaran bagi Peserta Didik Berkebutuhan Khusus di Masa Pandemi.’ Ade menjelaskan bahwa kunci sukses dari kegiatan belajar dari rumah adalah dengan memilih strategi yang sesuai, menentukan  teknologi yang tepat, membangun empati, komunikasi yang efektif dan guru harus menjadi role model untuk siswa. “Teknologi hanyalah sebuah alat, tugas guru yang paling utama adalah memotivasi siswa untuk belajar dan mempertahankan semangat," kata Ade menutup paparannya.

Selanjutnya Surya Sahetapy, seorang public figure dan mahasiswa tuli di Rochester Institute of Technology yang berbagi cerita dan pengalamannya dalam menjalani kegiatan pembelajaran di masa pandemi.Saat ini Surya juga aktif dalam berbagai organisasi seperti di National Technical Institute for the Deaf on Culture and Language, Handai Tuli Indonesia, Jakarta Sign Language Instructor dan masih banyak lagi. (ym)

Labels: Pendidikan

Thanks for reading Tantangan Kegiatan Pembelajaran Teman Tuli di Masa Pandemi. Please share...!

Back To Top