Ajinomoto Turunkan Volume Limbah Cair

Pengunjung dapat menikmati foto-foto dan audio visual yang disajikan di Ajinomoto Visitor Center



JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- PT Ajinomoto Indonesia terus menggelar program Peningkatan Pengelolaan Air Limbah (WMI), sesuai dengan salah satu inisiatif keberlanjutan global perusahaan untuk mengurangi kerusakan lingkungan global saat memproduksi produk-produk, dan sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas air di Indonesia. Perseroan pun terus menurunkan volume limbah cair, sejak menerapkan WMI pada tahun 2017.

Deputy Factory Manager Ajinomoto Indonesia– Pabrik Mojokerto, Hariyono menjelaskan, proses pengolahan limbah cair dari penerimaan, dari proses produksi (influent) sampai dengan release (effluent), membutuhkan waktu proses (treatment) sekitar 10 sampai 12 jam dan beroperasi secara terus-menerus selama 24 jam per hari. “Pengolahan limbah cair menjadi air bersih ini dilakukan di dua pabrik Ajinomoto, yaitu di Mojokerto, Jawa Timur dan Karawang, Jawa Barat. Namun, Pabrik Mojokerto dan Pabrik Karawang berbeda secara proses dan kapasitasnya, karena menyesuaikan dengan jenis proses produksinya dan juga lokasinya. Air limbah dari proses produksi masuk ke gathering tank dan equalization tank untuk diatur konsentrasi pH dan jumlah cairan lainnya. Selanjutnya proses pre-treatment dengan menambahkan udara (proses aerasi) dan kemudian masuk ke biological De-nitrification process,” ungkapnya, Kamis (25/3/2021).

Hasil dari proses ini kemudian masuk ke proses penjernihan atau pengendapan pertama, yang hasilnya adalah air jernih tetapi masih sedikit berwarna (yellowish). Selanjutnya masuk ke proses penjernihan/pengendapan kedua sehingga air menjadi benar-benar jernih.

Dikatakannya, di Mojokerto, produksi utamanya adalah MSG dan seasoning, dan hasil air setelah semua proses di atas selesai langsung dialirkan ke Sungai Brantas dengan parameter baku mutu yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat dan daerah. “Sedangkan di Karawang, produksi utamanya adalah seasoning saja dan berada di dalam kawasan industri, sehingga limbah cair tidak langsung dialirkan ke sungai, tetapi dialirkan ke WWT kawasan industri dan harus mengikuti parameter yang telah ditetapkan oleh kawasan industri tersebut,” katanya. (ym)

Labels: Ekonomi

Thanks for reading Ajinomoto Turunkan Volume Limbah Cair. Please share...!

Back To Top