Apersi Jateng Ungkap Kendala Pengembangan Realisasikan Rumah MBR

Rakerda Apersi Jateng dan DIY di Yogyakarta, Selasa, 23 Maret 2021



YOGYAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Asosiasi Pengembang Rumah Sederhana/Sangat Sederhana Indonesia (Apersi) Jawa Tengah (Jateng) dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengungkap berbagai kendala dalam merealisasikan target pembangunan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), khususnya di wilayah Jateng dan DIY.

Ketua Apersi Jateng dan DIY, Bayu Rama Djati menyatakan, tugas yang diemban pengembang perumahan subsidi cukup berat, sebab harga jual rumah dibatasi dan spesifikasi rumah juga ditentukan. Hal tersebut membuat margin semakin tipis. Selain itu, biaya perizinan dan administrasi yang mahal akan membuat pengembang semakin terjepit. "Apalagi di tengah daya beli masyarakat yang semakin turun, pengembang dihadapkan masalah perizinan, akuisisi lahan yang terkendala tata ruang dan fasilitas KPR. Jangan disamakan dengan perumahan komersil karena tugas pengembang perumahan subsidi ini cukup berat,” ungkap Bayu, Selasa (23/3/2021).

Bayu menambahkan, pengembang berharap agar KPR bersubsidi dapat diimplementasikan dengan baik. Sebab daya beli masyarakat, terutama berpenghasilan rendah, masih dihajar oleh pandemi. Program KPR Bersubsidi seperti FLPP, SSB dan SBUM dilanjutkan dengan lebih berpihak, supaya produksi rumah terserap dan cita-cita hunian layak bagi warga negara Indonesia dapat terwujud. Meski banyak kendala tersebut dirinya tetap menyemangati anggota Apersi untuk tetap bertahan. "Kita harus bangga meski margin kecil, karena di dalamnya ada misi sosial, ada ibadahnya,” ujarnya.

Untuk itu, Apersi Jateng dan DIY akan memperkuat sinergisitas dengan para pemangku kepentingan untuk merealisasi target pembangunan rumah MBR, mulai dari badan pertanahan, perpajakan, perbankan hingga pemasok material. "Sinergisitas dari berbagai stakeholder ini menjadi kunci dalam mengejar target nasional 1,2 juta rumah untuk MBR. Kebijakan pemerintah dan perbankan diharapkan membantu pengembang yang mengerjakan rumah-rumah sederhana sehat tersebut,” terang Bayu. (pr)

Labels: Ekonomi

Thanks for reading Apersi Jateng Ungkap Kendala Pengembangan Realisasikan Rumah MBR. Please share...!

Back To Top