Industri Gim dan E-Sports Berpeluang Jadi Sektor Unggulan

Webinar digital skills dengan tema “Daya Tarik Industri Games dan Esports“ yang diselenggarakan atas kerja sama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), DPR, dan Gerakan Nasional Literasi Diigital Siberkreasi, Sabtu, 13 Maret 2021



JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Saat sektor usaha lain lesu, industri gim di Indonesia justru tumbuh positif di masa pandemi Covid-19. Kebijakan pembatasan aktivitas, mendorong masyarakat untuk mencari wahana hiburan dari rumah, salah satunya bermain gim. Kondisi ini, membuat pertumbuhan gamer meningkat tajam dalam satu tahun terakhir, yang pada akhirnya mengakselerasi pertumbuhan industri gim. Tumbuhnya bisnis gim, merupakan penanda positif bagi industri kreatif digital di tengah krisis yang melanda dunia. Selain itu, pertumbuhan bisnis ini, juga memberikan nilai positif dari aspek bisnis digital.

Melansir laporan Global Market Games Reports 2020, Newzoo, perusahaan riset pasar dan konsultan bisnis gim dan e-sports, menyebut Indonesia menjadi salah satu negara terbesar pengguna gim di pasar Asia Tenggara. Newzoo mencatat, penghasilan industri gim di Indonesia pada 2019 mencapai US$ 1,1 miliar dan menjadi pasar bisnis paling besar di Asia Tenggara. Sementara, berdasarkan data dari Indonesia Esports Premier League (IESPL), terdapat 62,1 juta orang yang aktif bermain gim di dalam negeri. Angka ini membawa Indonesia pada peringkat 12 dalam pasar gim dengan jumlah pemain terbanyak.

Koordinator Business Matchmaking Direktorat Ekonomi Digital Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Luat Sihombing, mendorong masyarakat, khususnya generasi milenial dan generasi Z, berpartisipasi aktif dalam pertumbuhan industri gim. Dua generasi ini merupakan kalangan yang dominan memainkan gim. "Saat ini, populasi generasi Z di Indonesia sebanyak 67 juta jiwa, ditambah generasi milenial berjumlah 62 juta jiwa. Industri gim di Indonesia akan semakin berkembang dengan bertambahnya generasi digital. Adapun yang menjadi tantangan, kalau ingin menjadi pelaku industri, kita harus tahu gim itu tidak hanya untuk entertain,” kata Luat dalam acara webinar digital skills, Sabtu (13/3/2021).

Luat menjelaskan, pangsa pasar industri gim terus menunjukkan peningkatkan sepanjang 2017-2019. Skala usahanya juga meningkat. "Meski demikian tak dapat dipungkiri, upaya optimalisasi industri ini masih sangat dibutuhkan untuk mendorong perkembangan ekonomi dalam negeri," jelasnya.

Luat menambahkan, Kemkominfo bersama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Asosiasi Game Indonesia telah melakukan riset mengenai kondisi pelaku produksi gim di Indonesia. Hasil riset tersebut, rencananya akan diluncurkan pada tahun ini. "Indonesia memiliki potensi besar di industri gim. Selain jumlah penduduk yang banyak, pemerintah juga terus menggenjot pengembangan internet. Kalau internet sudah merata, masih banyak yang bisa disasar. Jadi pengembang gim tidak perlu khawatir," tambahnya.

Sementara, anggota Komisi I DPR, Rizki Natakusumah mengungkapkan, perlunya upaya mengubah paradigma masyarakat mengenai gim. Sebabnya, Indonesia yang memiliki kumlah penduduk sangat besar, tidak boleh hanya menjadi konsumen. "Kita juga harus menjadi kreator. Salah satu yang harus diubah adalah beradaptasi dengan pola pikir orangtua. Jauhkan stigma bermain gim itu buruk,” ujar Rizki.

Rizki mengaku turut serta menumbuhkan minat anak muda terhadap gim, dengan menyelenggarakan kompetisi e-sport bertajuk RN E-sports Championship Pandeglang Season 1, pada tanggal 25-28 Maret 2021. Turnamen ini, digelar bertepatan dengan Hari Jadi ke-14 Kabupaten Pandeglang. "Akan ada tiga cabang gim yang dipertandingkan dalam kompetisi, yaitu Mobile Legend dan PUBG di handphone, serta PES di konsol PS4,” kata Rizki.

CEO GGWP, Ricky Setiawan menambahkan, Indonesia memiliki 44,2 juta pemain gim e-sport. Jumlah ini diyakini akan mengalami pertumbuhan mencapai 37 persen dibandingkan negara-negara lain di Asia Tenggara. "Usia pemain kebanyakan 13-24 tahun. Bagi yang di bawah 13 tahun enggan main gim e-sports karena terlalu kompleks dan ribet. Pasalnya, e-sports bukan hanya membutuhkan keterampilan main gim, tapi juga bersosialisasi yang baik, bekerja sama dengan tim,” katanya. (ym)

Labels: IPTEK

Thanks for reading Industri Gim dan E-Sports Berpeluang Jadi Sektor Unggulan. Please share...!

Back To Top