Kadin Jatim dan NTT Bersinergi Tingkatkan Kinerja Perdagangan dan SDM

Ketua Umum Kadin Jatim Adik Dwi Putranto, Ketua Umum Kadin NTT Abraham Paul Liyanto, Ketua DPD AA LaNyalla Mahmud Mattalitti dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur Josef Nae Soi pada penandatanganan kerja sama Kadin Jatim dan Kadin NTT, di Surabaya.



SURABAYA (IndonesiaTerkini.com)- Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur melakukan sinergisitas dengan Kadin Nusa Tenggara Timur (NTT) guna meningkatkan kinerja perdagangan dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Ketua Umum Kadin Jatim, Adik Dwi Putranto, mengungkapkan, sinergisitas tersebut sangat penting, terlebih saat ini Kadin Jatim memiliki tanggung jawab dalam pelaksanaan program Export Center Surabaya (ECS) yang ditarget mampu membukukan ekspor sebesar US$ 64 juta. "Kita memiliki pilot project ECS dengan target transaksi sebesar US$ 64 juta yang memiliki wilayah kerja hingga NTT. Nah, dalam rangka itu kami melakukan kerja sama dengan Kadin NTT. Karena potensi komoditas perkebunan dan garam di sana besar," ujar Adik, Rabu (31/3/2021).

Menurut Adik, beberapa komoditas perkebunan yang memiliki potensi sangat besar di NTT adalah cokelat, kopi, kelor dan rumput laut. Komoditas cokelat misalnya, produksinya di NTT mencapai 18 ton hingga 20 ton per tahun. Sementara produksi kopi di sana mencapai sekitar 22 ton hingga 25 ton per tahun, kebanyakan kopi jenis arabika. Untuk potensi rumputnya, tercatat mencapai sekitar 2,4 juta ton per tahun. Biasanya digunakan untuk suplai dalam negeri dan luar negeri. "Selain itu juga ada garam dengan kualitas industri. Selama ini kan industri kita masih saja mengimpor garam dengan kualitas garam di dalam negeri jelek. Nah, garam di NTT ini kualitasnya sesuai dengan yang dibutuhkan industri itu karena memiliki kadar natrium klorida (NaCl) di atas 97%. Ini bisa jadi subsitusi bahan baku impor," tandasnya.

Andik berharap, dengan adanya sinergisitas dengan Kadin NTT yang didukung oleh pemerintah daerah setempat serta Dewan Perwakilan Daerah (DPD), percepatan peningkatan kinerja ekspor dalam negeri bisa dicapai dan ketergantungan impor bahan baku bisa dikurangi. "Kami juga melakukan perbincangan tentang investasi pengolahan daging sapi di NTT. Selama ini kan sapi NTT di ekspor ke luar daerah masih hidup. Nah, kita akan bangun industri pengolahannya sehingga nanti ada nilai tambah disini," tambahnya.

Terkait dengan peningkatan SDM, Direktur Kadin Institute Nurul Indah Susanti menjelaskan, Universitas Citra Bangsa (UCB) telah bekerja sama dengan Kadin Institute dalam pelaksanaan sertifikasi kompetensi dosen, mahasiswa dan wirausaha. Kerja sama ini terkait dengan Permendikbud Nomor 3/2020 tentang standar Perguruan Tinggi yang didalamnya seputar kompetensi mahasiswa, kemerdekaan belajar kampus serta kewajiban dosen untuk memiliki kompetensi teknis di bidangnya. "Kerja sama ini dalam hal pelatihan dan uji kompetensi untuk mahasiswa dan dosen UCB. Tahap awal, ada sekitar 50 tenaga kesehatan atau perawat yang akan mengikuti sertifikasi. Mereka adalah mahasiswa prodi kesehatan UCB yang akan dikirim ke Jepang," terang Nurul. (pr)

Labels: Ekonomi

Thanks for reading Kadin Jatim dan NTT Bersinergi Tingkatkan Kinerja Perdagangan dan SDM. Please share...!

Back To Top