Pendapatan Usaha dan Laba Bersih Mandiri Sekuritas Cetak Rekor

(Ki-Ka) Direktur Retail dan Treasury Mandiri Sekuritas Theodora VN Manik, Direktur Operations Mandiri Sekuritas Heru Handayanto, Plt Direktur Utama Mandiri Sekuritas Silva Halim, dan Direktur Investment Banking Mandiri Sekuritas Harold Tjiptadjaja



JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- PT Mandiri Sekuritas mencatatkan pertumbuhan pendapatan usaha dan laba bersih di 2020. Raihan ini tercatat sebagai kinerja di masa pandemi itu merupakan yang tertinggi sepanjang perusahaan beroperasi selama lebih dari 20 tahun. Pendapatan usaha pada 2020 tercatat sebesar Rp 794 miliar, meningkat 21% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019. Pada periode yang sama itu, laba bersih senilai Rp 135,4 miliar atau melonjak sebesar 45%. Kinerja solid Mandiri Sekuritas, yang mulai beroperasi sejak Juli 2000, didorong oleh bisnis global bond melalui perusahaan anak Mandiri Securities Pte. Ltd (Mandiri Securities Singapore) dan bisnis retail yang pesat.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Mandiri Sekuritas, Silva Halim, mengatakan pandemi Covid-19 menjadi periode penting lantaran pihaknya berusaha untuk semakin intensif melayani para klien guna membantu mereka mengambil keputusan di masa-masa yang penuh tantangan. “Pandemi juga telah mengubah cara pandang masyarakat mengenai investasi, terlihat dari pertumbuhan jumlah nasabah ritel yang signifikan di tahun 2020 hingga saat ini,” ujar Silva, Kamis (4/3/2021)

Di awal pandemc, pada Maret 2020, level Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat terkoreksi hingga minus 37% ke level terendah 3.937,63 poin. Namun, pasar modal Indonesia kembali membuktikan ketangguhannya dan mampu rebound 61% ke level pra pandemi per 2 Maret 2021 seiring dengan masa pemulihan ekonomi nasional. Demikian juga dengan pasar obligasi di Indonesia yang mencatatkan kenaikan performa indeks obligasi sebesar 14,5% di tahun 2020. Kinerja tersebut melampaui kinerja saham maupun deposito. Berbeda dengan kondisi tiga tahun sebelumnya, pasar obligasi di Indonesia saat ini cenderung lebih stabil karena didominasi oleh investor lokal, khususnya perbankan yang melakukan investasi hampir Rp 400 triliun sepanjang tahun 2020. Tren ini didorong oleh likuiditas perbankan yang melimpah akibat permintaan kredit yang turun.

Hingga Februari 2021, perbankan kembali mencatatkan net buy obligasi pemerintah terbesar mencapai Rp80,5 triliun secara year-to-date, yang disusul oleh investor retail yang tercatat membeli obligasi pemerintah sebesar Rp36,3 triliun. “Kami bersama pemegang saham melakukan tinjauan bisnis untuk beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di industri. Di tengah situasi yang menantang, Mandiri Sekuritas tetap berkomitmen dalam menghadirkan layanan pasar modal terlengkap melalui 3 lini bisnis, yaitu capital market, investment banking, dan retail. Mandiri Sekuritas pada 2020 berfokus pada tiga hal, yaitu, melanjutkan inovasi bisnis untuk pertumbuhan berkelanjutan, menjaga pertumbuhan bisnis yang sehat dengan menerapkan tata kelola perusahaan yang baik, serta mengelola operasional secara efisien dengan hasil maksimal. “Ketiga fokus tersebut membuahkan hasil yang membanggakan di mana Mandiri Sekuritas mampu meraih pendapatan dan laba bersih tertinggi sepanjang sejarah 20 tahun perusahaan beroperasi,” ungkap Silva. (sd)

Labels: Ekonomi

Thanks for reading Pendapatan Usaha dan Laba Bersih Mandiri Sekuritas Cetak Rekor. Please share...!

Back To Top