Pendengaran Anak Terganggu, Perkembangan Berbicara Pun Ikut Terhambat

Webinar Profesional bertema "Penatalaksanaan Gangguan Dengar pada Anak" yang diselenggarakan oleh Perhati KL Cabang Sumatera Utara dan Kasoem Hearing Center, Sabtu 20 Maret 2021



JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Indra pendengaran sangat berpengaruh besar proses perkembangan bicara anak. Jika pendengaran anak terganggu, perkembangan bicara anak bisa terhambat. Hal itu dikatakan Dokter Spesialis Telinga, Hidung Tenggorokan-Bedah Kepala Leher Siti Faisa Abiratno dalam Webinar Profesional bertema "Penatalaksanaan Gangguan Dengar pada Anak" yang diselenggarakan oleh Perhati KL Cabang Sumatera Utara dan Kasoem Hearing Center.

“Terkadang orangtua beralasan anak belum bisa bicara karena belum waktunya atau karena lidahnya pendek. Ini yang menyebabkan penanganan terlambat,” ujar Siti, Kamis (25/3/2021).

Menurut Siti Faisa, faktor pendukung proses perkembangan bicara anak adalah masuknya stimulus kata-kata atau kalimat di telinga yang diteruskan via jalur saraf pendengaran ke pusat pendengaran di otak. “Di sini suara atau kata-kata di interpretasi dan disimpan untuk dasar perkembangan berbicara lebih lanjut,” ujarnya.

Siti mengatakan masalah kemampuan mendengar merupakan hal yang penting dalam perkembangan proses berbicara pada anak. Dimulai dengan anak faham apa yang didengar. Masalah gangguan dengar pada anak sering tidak disadari oleh para orangtua. “Anak yang kurang responsif terhadap bunyi di sekitar atau apabila dipanggil tidak respons, dianggap oleh karena anak ‘cuek’ padahal kemungkinan ada masalah kurang dengar,” tambah Siti.

Siti Faisa yang juga menjadi dokter konsultan di Kasoem Hearing Center mengungkapkan, perkembangan bicara anak dapat juga dipengaruhi oleh status mental, kesehatan anak dan lingkungan. Anak yang sering dirawat di rumah sakit karena sakit, bisa menghambat perkembangan bicara pada anak. “Jadi masalah gangguan dengar bukan saja input pendengaran yang terganggu, tetapi juga masalah ‘auditory feedback’. Masalah gangguan dengar di samping kata-kata tidak terdengar dengan sempurna, saat-anak menirukan/mengucapkan kata-kata akan terdengar ditelinganya sendiri (‘auditory feedback’). Hal tersebut dapat mengakibatkan cara pengucapan/artikulasi, terutama huruf konsonan tertentu dan intonasi kata-kata tidak sempurna," terangnya.

Sementara M. Pahala Hanafi Harahap mengatakan, masalah gangguan pendengaran pada anak disebabkan oleh masalah lingkungan dan masalah genetik. “Penyebabnya bisa karena masalah ibu terkena virus saat hamil hingga kondisi prematur dan masalah lain,” ujarnya.

Deputy Direktur Kasoem Hearing Center, Trista Mutia Kasoem menambahkan, webinar profesional seperti ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan. Tujuannya, lanjut Trista, agar masalah gangguan pendengaran diketahui oleh dokter spesialis maupun dokter umum. Ketika ada masalah gangguan pendengaran, penderita bisa segera diberikan solusi seperti Alat Bantu Dengar atau Cochlear Implant. Hal ini sesuai dengan visi misi Kasoem untuk berperan aktif dalam menanggulangi masalah gangguan pendengaran di Indonesia. "Kami akan konsisten mengadakan program pelatihan dan edukasi untuk profesional secara terus-menerus untuk jadwalnya sendiri bisa dilihat di www.kasoemhearingcenter.com dan terlihat juga antusias dokter spesialis, dokter umum hingga perawat yang mengikuti webinar kali ini hingga 400 peserta," ujarnya. (pr)

Labels: Kesehatan

Thanks for reading Pendengaran Anak Terganggu, Perkembangan Berbicara Pun Ikut Terhambat. Please share...!

Back To Top