PPAK Optimistis Industri Kosmetik Nasional Bangkit

Webinar “Menyambut optimisme tahun kerbau bersama PPAK dalam memperkuat dan memajukan industri kosmetika nasional yang digelar PPA Kosemetik



JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Perhimpunan Pengusaha dan Asosiasi Kosmetika (PPAK) Indonesia optimistis akan kebangkitan dunia usaha dan industri, khususnya industri kosmetik untuk mendulang cuan yang berlimpah.

Pendiri PPAK sekaligus anggota dewan pertimbangan presiden (Wantimpres), Putri Kus Wisnu Wardani mengatakan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional, selama masa pandemi pemerintah telah mengeluarkan Undang Undang Cipta Kerja dan program vaksinasi untuk masyarakat Indonesia. Program ini sudah berjalan dari awal tahun 2021 dan diharapkan akan selesai pada bulan Maret 2022 yang akan datang, dengan tujuan bangsa Indonesia dapat segera terlepas dari pandemi Covid-19 dan masyarakat dapat beraktivitas kembali dengan lebih percaya diri, meskipun masih harus mengikuti prokes yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

"Untuk percepatan pertumbuhan ekonomi, pemerintah memerlukan peran serta para pelaku usaha untuk bekerjasama, khususnya melalui PPAK yang dapat menggerakan anggotanya untuk tumbuh dan berkembang guna membantu percepatan ekonomi khususnya di bidang kosmetika," ujar Putri Kus Wisnu Wardani dalam webinar “Menyambut optimisme tahun kerbau bersama PPAK dalam memperkuat dan memajukan industri kosmetika nasional," yang digelar belum lama ini.

Dukungan dari pemerintah juga disampaikan oleh Ketua Badan POM, Penny Kusumastuti Lukito. Dalam sambutannya, Penny mengatakan bahwa Pemerintah akan mendukung UMKM dan industri kosmetik dengan memberikan banyak kemudahan, simplisikasi dan percepatan perizinan kepada industri kosmetika berupa pada trust record, perluasan pembinaan (coaching clinic), keringanan pembayaran PNBP untuk industri UMKM Kosmetika di masa pandemi Covid-19 ini. "Untuk itu melalui PPAK, pemerintah juga berharap agar para anggotanya dapat tumbuh dan bergerak dengan cepat. Khususnya ditahun Kerbau Logam ini, kerja keras dan optimisme menjadi semangat untuk kita semua khususnya pelaku usaha untuk bangkit guna mempercepat roda perekenomian bangsa yang harus dilakukan secara gotong royong atau bersama sama.”

Lebih lanjut Ketua Umum PPAK, Solihin Sofian menjelaskan bahwa bedasarkan data BPS tanggal 30 November 2020 penduduk miskin Indonesia telah mencapai 26,42 jt jiwa, naik 5 % dari tahun 2019 sebesar 25,14%. "Tentu hal ini akan menurunkan daya beli masyarakat. Kreativitas, inovasi produk baru, beradaptasi pada kondisi pasar menjadi point penting dalam bertahan dan mengembangkan usaha di masa pademi ini.”

Selama ini industri kosmetik memberikan kontribusi yang penting bagi industri manufaktur Indonesia. Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), pada triwulan I tahun 2020, kinerja industri kimia, farmasi dan obat tradisional (termasuk sektor kosmetik) mengalami pertumbuhan yang gemilang sebesar 5,59%. Bahkan, di tengah tekanan dampak pandemi Covid-19, kelompok manufaktur ini mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap devisa melalui capaian nilai ekspornya yang menembus US$ 317 juta atau sekitar Rp4,44 triliun pada semester I-2020. Angka itu baik sebesar 15,2% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu Ketua Pelaksana Harian PPAK, Kusuma Ida Anjani menjelaskan bahwa PPAK memiliki tujuan untuk memajukan bidang kosmetika dan juga brand lokal hasil karya anak bangsa dalam meningkatkan perekonomian di Indonesia. "Tentunya ini akan memberikan kemudahan bagi anggota PPAK sebagai pelaku usaha dalam mengembangkan bisnisnya secara berkelanjutan (sustainable) untuk maju secara bersama sama, khususnya brand lokal dan membangkitkan perekonomian bangsa. Untuk itu PPAK mengajak seluruh pelaku usaha secara bersama sama untuk bergabung pada PPAK baik sebagai pengurusan maupun sebagai anggota," tambah Ida Anjani. (sd)

Labels: Ekonomi

Thanks for reading PPAK Optimistis Industri Kosmetik Nasional Bangkit. Please share...!

Back To Top