Usai Listing, Zyrexindo Mandiri Buana Bidik Pendapatan Naik 80%

Jajaran direksi Zyrexindo Mandiri Buana



JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- PT Zyrexindo Mandiri Buana Tbk (ZYRX) siap perluas pasar pascatercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan memasuki pasar produk Internet of Things (IoT). Langkah ini dilakukan oleh perseroan untuk menghadapi revolusi industri 4.0.

Direktur Utama Zyrexindo, Timothy Siddik mengatakan, Indonesia saat ini memiliki 50 juta siswa-siswi dari SD sampai SMA dan membutuhkan laptop sebagai perangkat kegiatan belajar mengajar, baik selagi di rumah maupun di sekolah. “Oleh karena itu, di tengah tingginya permintaan laptop, perseroan akan menambah jumlah lini produksi untuk memenuhi permintaan yang tinggi,” jelasnya usai mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (30/3/2021).

Timothy menambahkan, pada tahun ini perseroan sangat optimis dengan prospek bisnis produk teknologi di Indonesia khususnya di tengah era digitalisasi. Ada beberapa faktor yang menjadi alasan, salah satunya yakni dukungan dari pemerintah dalam mengampanyekan “Bangga Buatan Indonesia” dan kondisi work from home/study from home yang mendorong permintaan laptop dan produk teknologi lainnya. “Dengan demikian, pada tahun ini kami proyeksikan perseroan dapat mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 80% dibandingkan tahun sebelumnya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Timothy menjelaskan, langkah IPO menjadi bagian dari strategi peningkatan permodalan untuk mengembangkan bisnis perseroan yang direncanakan sejak tahun 2019 lalu. Dalam aksi ini perseroan melepas sebanyak 333.333.300 saham baru atau setara dengan 25% dari modal disetor dan ditempatkan. Dengan harga Rp 250 per saham perseroan meraup dana segar berjumlah Rp 83,33 miliar. Adapun dana yang diperoleh dari aksi IPO tersebut sebesar 42% akan digunakan untuk pelunasan pembelian kantor. Sedangkan 58% akan digunakan sebagai modal kerja untuk pelunasan bahan baku laptop selama kuartal kedua 2021 untuk menunjang peningkatan penjualan. Untuk diketahui, Zyrexindo Mandiri Buana menjadi emiten ke-11 yang tercatat di BEI pada tahun 2021, dan menduduki urutan ke 724 secara keseluruhan perusahaan tercatat.

Selaku Joint Lead Underwriter Direktur Investment Banking PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Mukti Wibowo Kamihadi memaparkan, perseroan telah mendapatkan izin efektif dari Otoritas Jasa Keuangan pada tanggal 17 Maret 2021. Selama penawaran umum tanggal 19-24 Maret 2021, saham Perseroan mendapatkan respon yang sangat positif dari investor.

Sebagai informasi, perseroan didirikan oleh Timothy Siddik, Shu dengan nama PT. Zyrexindo Mandiri Buana berdasarkan Akta Pendirian Perseroan No. 43 tanggal 14 Mei 1996 sebagai pemegang merek “Zyrex” yang merupakan pionir dalam industri komputer di Indonesia. Sejak berdirinya, perseroan senantiasa didukung oleh vendor-vendor kelas dunia seperti Intel dan Microsoft, sehingga perseroan mampu menghadirkan produk-produk berteknologi tinggi kepada masyarakat Indonesia. Terdapat beberapa keunggulan yang menjadi pembeda produk dari perseroan dan perusahaan sejenis, yakni memiliki daya tahan yang tinggi dengan penyesuaian spesifikasi produk terhadap iklim dan kondisi pemakaian di Indonesia. Kemudian, kemampuan memproduksi custom-made product sesuai dengan permintaan, kebutuhan, dan daya beli pelanggan, didukung dengan layanan purnajual yang mumpuni. (sd)

Labels: Ekonomi

Thanks for reading Usai Listing, Zyrexindo Mandiri Buana Bidik Pendapatan Naik 80%. Please share...!

Back To Top