Eventori Dukung Upaya Pengembangan Literasi Digital Pemerintah

Co founder Eventori, Agnez Mo (kiri) menyerahkan satu buah sampul novel grafis Don’t Wake Up yang telah ditandatangani kepada Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny Plate



JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Industri hiburan kini makin membutuhkan teknologi digital. Migrasi kehidupan dari ruang nyata ke ruang maya yang dipercepat oleh pandemi Covid-19, harus direspons oleh para talenta industri hiburan dengan mengembangkan diri agar makin cakap digital. Pada saat yang sama, pemerintah akan mendorong agar teknologi digital semakin mengakomodasi daya kreatif dan inovatif masyarakat Indonesia, termasuk mendorong industri hiburan untuk terus berkembang.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate menjelaskan, Kemkominfo mencanangkan program Akselerasi Transformasi Digital Nasional yang ditujukan untuk meningkatkan optimalisasi teknologi demi menguatkan perekonomian Indonesia. “Salah satu program transformasi tersebut ialah pengembangan sumber daya manusia atau talenta digital yang dilakukan melalui pendekatan yang komprehensif. Pada tingkat yang paling dasar ada program #MakinCakapDigital yang ditargetkan meliterasi 12,5 juta orang pada 2021 ini. Harapannya, dengan masyarakat yang #MakinCakapDigital, para warganet dapat semakin bijak beraktivitas di dunia maya, tidak menyebarkan kebencian dan dapat menyaring informasi-informasi yang tidak tepat, juga memanfaatkan teknologi digital secara lebih produktif, termasuk bagi para pelaku industri hiburan,” papar Johnny dalam acara buka puasa dan solidaritas pelaku industri hiburan yang dilaksanakan Eventori di Jakarta, Rabu (28/4/2021).

Lebih lanjut CEO Eventori Rio Abdurrachman menyambut baik prakarsa pengembangan literasi digital pemerintah tersebut. Menurutnya, seperti pelaku industri atau profesional lainnya, talenta industri hiburan harus juga beradaptasi dengan perkembangan zaman, termasuk teknologi digital. “Kami di industri hiburan dan event merasakan langsung dampak pandemi Covid-19, sekaligus merasakan bagaimana teknologi digital bisa menjadi solusi agar kami dapat terus berkreasi. Program literasi digital ini harus disambut oleh para talenta industri hiburan agar bisa terus mengembangkan diri dan profesionalitasnya,” ujar Rio.

Ke depan, menurut Rio, harus sering ada diskusi antara Kominfo dan para talenta dan pelaku industri hiburan untuk bersama punya peta jalan mendorong masyarakat makin cakap digital. “Para selebritas itu punya daya pengaruh yang luar biasa. Memang sekarang banyak kritik mengenai konten-konten yang dibuat oleh selebritas. Ada yang pamer kekayaan, ada yang mengumbar kehidupan pribadi. Itu semua bisa didorong ke arah yang lebih baik dan positif. Peta jalan literasi digital ini penting sehingga bersama Kominfo, talenta industri hiburan makin cakap digital,” ujar Rio.

Dalam acara itu, juga hadir co-founder Eventori, Agnez Mo, yang berbagi cerita tentang proses pembuatan novel grafis yang diinspirasi dari video musiknya. Novel grafis itu akan terbit November tahun ini di Amerika Serikat tersebut diambil dari video music “Long As I Get Paid” yang sarat dengan nuansa ragam hias Nusantara. “Salah satu yang membuat Z2 Comics tertarik membuat novel grafis adalah nuansa etnis Nusantara dari pakaian, hiasan kepala, hingga senjata berupa keris yang ditampilkan di video itu. Sangat menyenangkan memformulasikan fantasi yang awalnya dibuat untuk lagu saya dan menjelma menjadi nyata dalam wujud karakter komik,” kata Agnez.

Pada akhir acara, Agnez menyerahkan satu buah sampul novel grafis Don’t Wake Up yang telah ditandatangani kepada Menteri Johnny Plate. (ym)

Labels: IPTEK

Thanks for reading Eventori Dukung Upaya Pengembangan Literasi Digital Pemerintah. Please share...!

Back To Top