Kemhub Luncurkan Sistem Registrasi Drone Online

Peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menunjukan pesawat nir awak pendeteksi pelanggaran "Physical Distancing" hasil pengembangannya di Lab Fisika LIPI, Puspiptek Serpong, Tangerang Selatan, Rabu (28/10/2020). Pesawat nir awak tersebut nantinya mampu mendeteksi kerumunan orang yang tidak mengindahkan jaga jarak dari ketinggian



JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Kementerian Perhubungan (Kemhub) meluncurkan Sistem Registrasi Drone dan Pilot Drone Indonesia (Sidopi) yang berbasis online pada Rabu (14/4). Sistem registrasi tersebut diperuntukan bagi stakeholders yang akan mengoperasikan drone dengan berat 250 gram sampai 25 kilogram.

"Sidopi merupakan aplikasi untuk melakukan registrasi drone dengan berat tidak kurang dari 250 gram sampai 25 kilogram atau dikenal small unmanned aircraft systems beserta pendaftaran remote pilot drone," kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Novie Riyanto dalam sambutannya pada acara peluncuran Sidopi secara online, Rabu (14/4/2021).

Novie melanjutkan, dengan jumlah populasi drone yang lumayan besar dan pemanfaatan drone yang semakin masif di berbagai sektor kehidupan, seperti perikanan, pertambangan, perkebunan, pariwisata, dan seterusnya, maka menjadi tantangan pemerintah untuk mengembangkan regulasi agar tidak tertinggal dengan kemajuan teknologi tersebut. "Saya mengingatkan hasil sistem aplikasi ini berguna sebagai produk hukum karena dapat dijadikan sebagai alat bukti. Maka saya meminta pengguna sistem aplikasi ini senantiasa memelihara dengan baik sehingga ekosistem aplikasi ini selalu dalam kondisi valid dan up to date," imbuh Novie.

Lebih jauh, dia menerangkan, aplikasi Sidopi ini diluncurkan sebagai bentuk komitmen Kemhub untuk memberikan pelayanan prima kepada stakeholders dan menolak korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). "Saya berharap aplikasi yang diluncurkan dapat dioperasikan baik dan lancar dan bisa menjadi role model untuk proses perizinan drone guna mendukug perkembangan drone di Indonesia," papar dia.

Sementara itu, Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara Kemenhub Dadun Kohar mengungkapkan, saat acara peluncuran Sidopi, ada permohonan registrasi drone dan pilot, yaitu aplikasi registrasi unmanned aircraft systems (UAS) sebanyak 150 permohonan. Lalu pengajuan aplikasi remote pilot sebanyak 235 aplikasi. "Tetapi berdasarkan dari data Asosiasi Pilot Drone Indonesia, jumlah populasi drone yang dioperasikan saat ini sekitar 15.000 drone," kata Dadun dalam laporannya.

Dia menekankan, pengaturan dan pengawasan registrasi drone dan pilot drone dilakukan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, khususnya Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU). "Sebagai langkah awal di dalam pengaturan dan pengawasan pilot drone tersebut DKPPU menginisiasi aplikasi online Sidopi untuk permohonan registrasi drone dan pilot drone," kata Dadun. (ym)

Labels: IPTEK

Thanks for reading Kemhub Luncurkan Sistem Registrasi Drone Online. Please share...!

Back To Top