Profil Risiko untuk Acuan Investasi di Masa Pasca Pandemi

pakar Manajemen Universitas Airlangga Dr. Fitri Ismiyanti, SE., M.Si


SURABAYA (IndonesiaTerkini.com)- Sektor pasar modal menjadi salah satu bidang yang terdampak pandemi Covid-19. Menurut Bursa Efek Indonesia (BEI) indeks harga saham mengalami penurunan pada Maret 2020. Pasalnya banyak perusahaan atau investor yang menjual sahamnya.

Menanggapi hal tersebut, pakar Manajemen Universitas Airlangga Dr. Fitri Ismiyanti, SE., M.Si., menuturkan bahwa saat terjadi pandemi atau krisis yang tidak terduga seperti saat ini, para investor tetap harus fokus pada investasi yang dilakukan dengan tidak memandang nominal yang akan diinvestasikan. Dengan berkurangnya penghasilan selama pademi, investor tetap dapat melakukan investasi dengan memilih produk investasi yang biasa dipilih oleh investor individual. Salah satunya yang menjadi gairah baru dalam produk investasi masa pandemi ini adalah investasi emas dan Reksadana. “Jadi lebih mengarah pada produk-produk investasi murah dengan angka yang kecil. Untuk peluang investasi emas ini mulai dari Rp 50.000 sampai Rp 100.000, Reksadana juga menjadi produk yang pas pada saat pandemi ini,” tutur dosen yang memiliki fokus keahlian manajemen risiko dan manajemen strategis tersebut pada Rabu (7/4/2021).

Investasi emas dipilih karena lebih stabil dari masa ke masa. Selain itu, properti juga menjadi salah satu tren investasi karena penjualannya saat ini menurun dan harganya juga mulai mengarah pada harga wajar. “Sehingga ini bisa dijadikan sebagai salah satu pandangan investasi di masa pandemi saat ini,” tambahnya.

Fitri mengungkapkan masa pandemi saat ini menjadi momentum bagi para investor untuk mulai mencoba mengatur ruang investasi. Tujuannya antara lain mengamankan dana darurat atau mencari peluang keuntungan yang besar. Tujuan tersebut, sambungnya, disesuaikan dengan preferensi risiko masing-masing investor untuk profil risikonya. Dengan memperhatikan investasi di pasar modal yang mayoritas investasi jangka panjang, dibutuhkan dana tunai yang lebih besar. Sehingga alokasi antara dana darurat dan dana investasi perlu dipisah saat kondisi pandemi saat ini. Untuk permasalahan tersebut, berbeda bagi investor yang sudah lama berkecimpung di pasar modal. Para investor fokus kepada investasi yang dilakukan sekaligus mengevaluasi performa dari portofolio investasi profil risiko perusahaan yang dipilih. “Kalau melihat secara teori, sebenarnya preferensi risiko dari masing-masing perusahaan, investor dibagi menjadi tiga, investasi yang tidak menyukai risiko (risk averse), yang netral terhadap risiko (risk neutral), dan yang menyukai risiko (risk seeker),” tuturnya. (pr)


Labels: Ekonomi

Thanks for reading Profil Risiko untuk Acuan Investasi di Masa Pasca Pandemi. Please share...!

Back To Top