Tahun Ini, Bank Indonesia Targetkan 12 Juta Merchant Gunakan QRIS

Kepala Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko



JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Untuk meningkatkan transformasi digital di Indonesia, Bank Indonesia menargetkan 12 juta merchant dapat menggunakan pembayaran digital Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) pada tahun 2021. Jumlah ini mengalami peningkatkan 100 persen dibandingkan target tahun lalu, yakni 6 juta merchant yang sudah menggunakan QRIS.

Demikian yang disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Onny Widjanarko di kantor Perwakilan BI DKI, Jakarta Pusat, Jumat (9/4/2021). Dari target 12 juta yang ditentukan secara nasional untuk tahun ini, Onny mengatakan sebanyak 2,2 juta merchant di Jakarta dapat menggunakan QRIS. Sebelumnya pada tahun 2020, sudah 1,2 juta merchant di Jakarta yang menggunakan QRIS. “Target nasional pada tahun 2020 ada 6 juta merchant gunakan QRIS. Kalau di Jakarta, hampir 1,2 juta merchant, jadi hampir 20 persen dari target nasional. Jadi cukup besar. Di akhir 2021, target nasional ditingkatkan dua kali lipat jadi 12 juga, sedangkan Jakarta kebagian 2,2 juta,” kata Onny Widjanarko.

Dengan target, baik nasional maupun DKI Jakarta, penggunaan QRIS yang mengalami peningkatan tersebut, Onny menegaskan Bank Indonesia harus bekerja keras untuk mencapai target tersebut. “Ini memang perlu usaha yang luar biasa. Termasuk bagaimana mengkomunikasikan dan mengedukasi para merchant mau menggunakan QRIS untuk memudahkan pembayaran yang dilakukan secara digital,” ujar Onny Widjanarko.

Untuk itu, Bank Indonesia sudah menyiapkan tiga strategi. Pertama, masuk ke pasar-pasar tradisional yang berada di bawah PD Pasar Jaya maupun pasar-pasar lainnya. Para pedagang akan diajak mengalami mudah, murah, aman dan handalnya menggunakan QRIS. “Pasar menjadi salah satu target kita. Dari total 160 pasar di bawah PD Pasar Jaya, kami sudah mensosialisasikan penggunaan QRIS ke 120 pasar. Nanti kita juga akan menyasar ke pasar-pasar lainnya yang tidak di bawah PD Pasar Jaya,” papar Onny Widjanarko.

Strategi kedua, QRIS akan masuk ke kampus-kampus. Karena mahasiswa sudah termasuk dalam golongan yang melek teknologi digital. Strategi ketiga, QRIS akan menyasar komunitas masyarakat. Salah satunya adalah dengan menggantikan pembayaran cash on delivery (COD) untuk pemesan barang belanja online dengan QRIS. Begitu juga untuk sektor pariwisata akan didorong seluruh objek wisata menggunakan QRIS untuk pembayaran tiket masuk. Selain memudahkan dalam pembayaran, Onny menilai merchant yang menggunakan QRIS bisa lebih mudah dalam mengakses kredit. Karena setiap transaksinya kan tercatat sehingga itu bisa menjadi pertimbangan dalam memperoleh pembiayaan dari industri keuangan.

Onny mengungkapkan tidak hanya BI yang mensosialisasikan penggunaan QRIS. Pada 31 Maret 2021, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menandatangani Keputusan Presiden (Keppres) No 3 Tahun 2021 tentang pembentukan Satuan Tugas Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (Satgas P2DD). Keppres tersebut ditujukan guna mempercepat implementasi digitalisasi transaksi keuangan. Dari 542 daerah otonom, 110 daerah sudah menginisiasi pembentukan TP2DD. “Dengan adanya tim ini, saya rasa bisa lebih mempercepat digitalisasi. Pemanfaatan digital juga bisa menyelamatkan ekonomi. Setidaknya ada 5 dampak digitalisasi yaitu memperluas pasar, akses logistic lebih mudah, akses keuangan lebih beragam, akses produksi hingga akses pembayaran,” jelas Onny Widjanarko. (ym)

Labels: Ekonomi

Thanks for reading Tahun Ini, Bank Indonesia Targetkan 12 Juta Merchant Gunakan QRIS. Please share...!

Back To Top