IPO Perkuat Pertamina Shipping di Marine Logistics dan Energi

Menteri BUMN, Erick Thohir (ketiga kiri) saat meresmikan Kapal Very Large Crude Carrier (VLCC) Pertamina Pride milik Pertamina International Shipping (PIS), Kamis, 15 April 2021



JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sedang menyiapkan PT Pertamina International Shipping (PIS), subholding Pertamina (Persero) untuk melakukan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) pada tahun ini. Aksi korporasi ini dinilai semakin memperkuat posisi PIS di industri energi dan marine logistics Tanah Air.

Pakar Kemaritiman Institut Teknologi Surabaya, Raja Oloan Saut Gurning mengatakan kemaritiman secara prinsip adalah klaster bisnis yang mensyaratkan lingkungan terbuka dan global, termasuk dalam bisnis pelayaran khususnya minyak dan gas (migas). "Rencana IPO PIS merupakan upaya untuk menjadikan biaya angkutan minyak mentah dan gas nasional menjadi efisien. Ini adalah pola praktis dan dilakukan banyak entitas global,” katanya, Kamis (20/5/2021).

Saut menjelaskan, karena kepemilikan utama dari PIS adalah Pertamina atau secara tidak langsung adalah negara, logis jika opsi melalui IPO tersebut untuk sebesar-besarnya memberikan manfaat langsung bagi negara dan masyarakat. “Tidak hanya pengoperasian dan biaya logistik migas internasional kita yang lebih murah, dan juga dampak tidak langsung kepada berbagai usaha terkait, pembukaan lapangan kerja dan pajak kepada negara,” ujar peraih gelar PhD bidang maritime logistics dari Australian Maritime College (AMC) University of Tasmania, Australia itu. Tantangan dalam pengelolaan kapal-kapal besar adalah fasilitas galangan kapal yang harus memadai, kompetensi SDM berstandar internasional di bagian operator, perancang, hingga manajemen yang memenuhi berbagai standar internasional. Begitu juga urusan komersialnya seperti pendanaan asuransi baik untuk kapal, kargo dan awak kapal. “Penyiapan dan kesiapan kita untuk berbagai faktor di atas memang masih belum lengkap dan cukup terlambat,” kata Saut.

Pada kesempatan tersebut, Saut juga mengungkapkan bahwa Indonesia baru saja masuk dalam kategori white-list dari grey-list Tokyo MoU yang menandakan kapal-kapal berbendera Indonesia yang diuji petik oleh sejumlah otoritas pelayaran di berbagai negara dianggap masih memenuhi syarat keselamatan. Fakta tersebut menuntut agar semua proses bisnis, aset serta sumber daya yang dimiliki harus memenuhi berbagai aturan internasional. “Saya kira usaha membuat entitas PIS menjadi perusahaan publik tidak lain supaya lebih terawasi, serta mengejar pemenuhan aspek regulasi internasional lewat kolaborasi dengan berbagai entitas internasional saya pikir baik dan wajar. Mengapa? Karena ini sudah menjadi business practice di dunia pelayaran, termasuk pelayarn migas internasional,” katanya.

Terkait ambisi PIS untuk menjawab tantangan menjadikan perseroan sebagai 'Integrated Marine Logistics Company', Saut menilai bahwa Pertamina ingin membuat bisnisnya lebih efisien dengan menekan biaya operational. Mulai dari tahapan logistik migas (incremental-costs) seperti sisi hulu (lapangan migas, pengolahan/refinery) ke tahap midstream (tengah) yaitu terminal termasuk pengapalannya hingga ke down-stream (refinery penerima dalam negeri).

Sebelumnya Wakil Menteri BUMN Pahala N Mansury mengatakan bahwa dengan melakukan transformasi bisnis, valuasi PIS di pasar saham bisa meningkat dan mengerek nilai jual. Bahkan, Pahala berharap dengan adanya transformasi dan diikuti IPO, nilai perusahaan bisa meningkat hingga 10 kali lipat. (sd)

Labels: Ekonomi

Thanks for reading IPO Perkuat Pertamina Shipping di Marine Logistics dan Energi. Please share...!

Back To Top