Meski Pandemi, Investree Terus Bertumbuh Mengakselerasi UKM di Jateng dan Jatim

Jumlah pinjaman yang disalurkan Investree di Jawa Tengah dan Jawa Timur untuk para UKM di daerah tersebut terus meningkat dari tahun 2018 sampai 2020 (Foto: istimewa)



JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Memasuki kuartal 2 pada 2021 di mana pandemi masih meliputi keseharian masyarakat Indonesia dan memberikan dampak bagi bisnis dan industri nasional, Investree yang kini berkembang menjadi solusi bisnis digital terintegrasi bagi UKM memastikan bahwa layanan dan produk pinjaman yang dimilikinya terus memberikan kontribusi positif bagi perkembangan Usaha Kecil dan Menengah di Pulau Jawa, khususnya Jawa Tengah (Jateng) dan Jawa Timur (Jatim). Terlebih untuk produk Invoice Financing, Pre-Invoice Financing, dan Account Payable Financing yang paling banyak dimanfaatkan oleh para pelaku UKM di sana. Tren positif tersebut juga dibarengi oleh bertambahnya jajaran Payor kredibel yang terdiri dari perusahaan multinasional, BUMN, dan Pemerintah. Payor merupakan pemberi proyek atau pihak yang ditagih dan menjadi sumber pembayaran pinjaman oleh Borrower. 

Co-Founder and CEO Investree, Adrian Gunadi mengatakan, pada 2021 ini, fokus pembiayaan kami tak lagi hanya berpusat di Jabodetabek tapi juga kota-kota besar lainnya di luar itu. Terutama Jawa Tengah dan Jawa Timur yang punya potensi pasar sangat besar. Banyak dari mereka punya bisnis solid namun kesulitan melakukan ekspansi karena terkendala akses pembiayaan yang terbatas. Di situlah Investree hadir untuk mengisi jurang pembiayaan agar semakin banyak pelaku UKM yang terbantukan. Apalagi di tengah pandemi seperti sekarang, tak sedikit dari mereka yang sedang melalui masa sulit. "Dengan mengutilisasi produk-produk pinjaman Investree yang berinti pada pembiayaan rantai pasokan, kami akan ajak mereka untuk bangkit dan pulih dalam mempertahankan usahanya," ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Kamis (20/5/2021).

Sejak 2017, Investree sebagai pionir fintech lending telah melebarkan jangkauan layanannya ke Jateng dengan membuka kantor representatif di Semarang. Wilayah cakupannya meliputi Semarang, Yogyakarta, Solo, Tegal, dan sekitarnya. Kemudian diikuti dengan pembukaan kantor representatif di Surabaya yang melayani area Surabaya, Sidoarjo, Gresik, dan sekitarnya termasuk Pulau Bali. Pertama kali meluncurkan produk Invoice Financing untuk dimanfaatkan oleh para pelaku UKM di sana lalu berkembang dengan kehadiran Pre-Invoice Financing, Account Payable Financing, dan Buyer Financing, hingga akhir 2020, Investree berhasil mencatat angka penyaluran pinjaman yang cukup signifikan--Jateng sebesar Rp 507 miliar dan Jatim sebesar Rp 72 miliar. Angka tersebut terus bertambah hingga memasuki kuartal pertama dan kedua 2021 dengan produk pinjaman paling banyak dipilih yakni Invoice Financing.

Manfaat dari Invoice Financing begitu terasa bagi pelaku sektor kreatif, jasa desain, dan manufaktur. Dengan mengajukan Invoice Financing, mereka bisa mendayagunakan invoice atau tagihan yang selama ini merupakan aset tidak produktif menjadi jaminan untuk mendapatkan dukungan pembiayaan dari Investree. “Hal unik lainnya, ternyata di tengah pandemi seperti sekarang, Investree justru mengalami peningkatan pengajuan pinjaman terutama dari sektor kesehatan dan energi. Itu menjadi gambaran bahwa pandemi memang memaksa banyak pelaku UKM di Jateng dan Jatim untuk melakukan pivot dan berinovasi, tapi justru berguna tak hanya untuk keberlangsungan bisnis mereka namun juga untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. Melalui pemberian akses pembiayaan mudah dan cepat, Investree berkomitmen untuk terus mendukung mereka berdaya,” ujar VP Sales Regional Java Investree, Shareang Kusuma. (dri)

Labels: Ekonomi

Thanks for reading Meski Pandemi, Investree Terus Bertumbuh Mengakselerasi UKM di Jateng dan Jatim. Please share...!

Back To Top