Tiga Visi Kalbe Peduli Penderita Thalassemia

PT Kalbe Farma Tbk memeriahkan Hari Thalassemia Sedunia yang juga bersamaan dengan HUT YTI-POPTI lewat acara webinar bertajuk “Satu Asa, Satu Tujuan, Menuju Zero Kelahiran Thalassemia Mayor"



JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- PT Kalbe Farma Tbk memeriahkan Hari Thalassemia Sedunia yang juga bersamaan dengan HUT YTI-POPTI lewat acara webinar bertajuk “Satu Asa, Satu Tujuan, Menuju Zero Kelahiran Thalassemia Mayor.” Acara tersebut merupakan kolaborasi antara Kalbe dengan POPTI (Perhimpunan Orang Tua Penyandang Thalassemia Indonesia), YTI (Yayasan Thalassemia Indonesia) dan PPTI (Perhimpunan Penyandang Thalassemia Indonesia).

“Kalbe terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung kesehatan masyarakat untuk hidup yang lebih baik, terkhusus pada penyakit yang tergolong langka (rare disease) di mana salah satunya Thalassemia,” ujar Ridwan Ong, Marketing Director Pharma PT Kalbe Farma Tbk.

Ridwan menuturkan, melalui gerakan Peduli Thalassemia pihaknya memiliki tiga visi yakni pertama, meningkatkan kualitas hidup penyintas Thalassemia melalui penyediaan produk, sehingga dapat memudahkan akses obat.Kedua, meningkatkan awareness masyarakat akan manfaat donor darah secara aktif. Ketiga, meningkatkan awareness masyarakat melalui kampanye bahwa Thalassemia dapat dicegah dengan melakukan kolaborasi dengan IDAI UKK Hematologi Onkologi, Yayasan Thalassemia Indonesia, POPTI, Komunitas Thalassemia. Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk memutus mata rantai Thalassemia di Indonesia adalah dengan melakukan pemeriksaan darah sebelum menikah. “Peringatan Hari Thalassemia ini sendiri bertujuan agar pasien patuh pada pengobatan, memberikan dukungan keluarga (caregiver) dan peranan penting akses layanan kesehatan bagi pasien untuk dapat hidup berdamai dengan penyakit Thalassemia,” kata dia menambahkan.

Penyandang Thalassemia memerlukan perawatan sejak dini dan terapi secara rutin agar dapat tetap hidup dan melakukan aktivitas sehari-hari dengan baik. Kepatuhan penyandang dalam mengkonsumsi obat sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pengobatan kelasi besi. Disamping itu, penyandang juga dianjurkan untuk mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan yang banyak mengandung nutrient dan vitamin (asam folat, vitamin E, vitamin C).

“Kami mengapresiasi acara yang dilakukan oleh POPTI, Yayasan Thalassemia Indonesia dan Kalbe Farma pada hari ini. Semoga kegiatan-kegiatan seperti ini semakin membawa manfaat kepada masyarakat khususnya mengenai update tentang penyakit Thalassemia yang sampai hari ini belum ada obat pencegahannya,” ujar dr. Cut Putri Arianie, MH.Kes, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes RI.

Untuk menanggulangi penyakit tersebut pemerintah melakukan 3 hal yakni mempromosikan kesehatan, melakukan kamapnye untuk melakukan deteksi, dan penangan khusus. Promosi kesehatan dilakukan dengan memberikan informasi kepada masyarakat tentang penyakit Thalassemia dan cara mencegah serta mengobati. Sementara, untuk deteksi dini dilakukan khususnya pada orang terdekat penyandang Thalassemia. Ketiga, untuk penanganan khusus dilakukan di rumah sakit.

“Penyakit Thalassemia ini merupakan masalah yang perlu perhatian khusus karena menurut data dari Yayasan Thalassemia Indonesia sudah hampir 11.000 ribu penyandang Thalassemia dimana untuk pembawa sifat sendiri sekiar 6-10% jumlah penduduk Indonesia,” kata Cut Putri menambahkan.

Selain itu, menurutnya, keluarga yang memilik anak penyandang Thalassemia juga perlu diperhatikan dikarenakan akan menimbulkan dampak psikologi dan ekonomi yang cukup berat, dimana harus melihat anaknya melakukan transfusi darah seumur hidup dengan kebutuhan biaya yang cukup besar karena belum semua fasilitas kesehatan mendukung dalam melakukan transfusi darah. Untuk itu dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, pihak swasta, media, akademisi, komunitas dan masyarakat agar pencegahan penyakit Thalassemia bisa dilakukan sejak dini. (pr)

Labels: CSR

Thanks for reading Tiga Visi Kalbe Peduli Penderita Thalassemia. Please share...!

Back To Top