VONA, Brand Lokal yang Mampu Bersaing dengan Brand Internasional di Kanal LazMall di Lazada

Pendiri VONA, Violetta Affandi dan Fejri Muzakky 


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Siapa bilang brand lokal tidak mampu bersaing dengan brand internasional? Hal ini dibuktikan oleh pasangan suami istri Violetta Affandi dan Fejri Muzakky melalui VONA, sebuah usaha produk berbahan dasar kulit untuk pria dan wanita seperti tas, sepatu, dan dompet yang kini telah berhasil menembus pasar dan bahkan masuk kanal LazMall di Lazada. Bermula dari keinginan pasangan ini untuk memulai hal baru, VONA kini telah memiliki konsumen yang tersebar tidak hanya di Indonesia, namun juga di mancanegara. Kira-kira seperti apa perjalanannya dalam membangun brand lokal ini? Simak ceritanya!

Menjadi entrepreneur adalah keinginan yang telah dipendam oleh Violeta dan Fejri sejak lama. Melihat banyaknya pengrajin yang kehilangan pekerjaan sejak tragedi Bom Bali, Violetta dan Fejri tergerak untuk meninggalkan pekerjaannya sebagai karyawan, pindah ke Bali dan memulai perjalanan membangun usaha yang dapat memberdayakan pengrajin di komunitas sekitar. Dimulai dari mempelajari teknis desain secara otodidak, serta mempelajari tipe tas, teknik menjahit, dan material yang bagus, Violetta dan suami akhirnya melahirkan VONA dengan bantuan para pengrajin di Bali di tahun 2013. VONA menjual produk berbahan dasar kulit seperti tas, sepatu, dan dompet untuk pria dan wanita berkualitas premium.

Nama VONA sendiri diambil dari kata VON dari Bahasa Islandia yang memiliki arti ‘harapan’ untuk menggambarkan keinginan menggapai sukses di masa depan. Meski usahanya terbilang baru, respon positif tidak hanya datang dari konsumen lokal, namun juga dari konsumen mancanegara. Terbukti, produk-produk VONA banyak dikirim ke luar negeri, dengan konsumen diantaranya dari Jerman, Yunani, Singapura, dan Australia. Kini VONA bisa mempekerjakan 30 karyawan untuk membantu produksi dan bergabung dengan Lazada untuk memperluas jangkauan konsumennya. Lantas bagaimana rahasia Violetta dan Fejri dalam membangun brand VONA hingga dapat dikenal ke mancanegara?

Fejri Muzakky, Pendiri VONA mengatakan, ketika kita membangun sebuah bisnis, kita harus mampu membaca situasi dan memahami permintaan pasar. Awal mulanya, saya membangun VONA dengan mode bisnis berdasarkan preferensi saya sendiri. Tapi saya menyadari bahwa tidak semua hal yang saya sukai sejalan dengan permintaan konsumen. Setelah melalui proses trial and error, dan memahami keinginan pasar, kini kami bangga dapat memberikan produk yang dibutuhkan dan dicari oleh konsumen. "Saat ini VONA mampu mencapai rata-rata 200-300 penjualan per hari di Lazada, dan bahkan bisa mencapai ribuan penjualan di saat ada promo," ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Jumat (28/5/2021).

Perjalanan bisnis VONA tentu tidak selalu berjalan mulus. Saat awal menjalani bisnisnya, mereka kerap menerima kritik dari para konsumen baik dari sisi desain maupun harga. Namun, kritik tersebut tidak membuatnya patah semangat, tetapi justru menjadi pendorong untuk membuktikan ke konsumen bahwa produk lokal sudah siap bersaing dengan produk luar negeri. “Berdasarkan pengalaman saya selama delapan tahun menjalani bisnis ini, saya belajar untuk menciptakan produk yang simple namun timeless dan berbahan dasar premium. Sehingga produk yang kami tawarkan tidak hanya menarik, namun dapat digunakan oleh konsumen dengan rentang umur yang lebih luas," tambah Violetta, Pendiri VONA. (dri)

Labels: Gaya Hidup

Thanks for reading VONA, Brand Lokal yang Mampu Bersaing dengan Brand Internasional di Kanal LazMall di Lazada. Please share...!

Back To Top