BPOM Beri Penghargaan Pangan Aman untuk 3 Desa dan 3 Pasar

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Penny K Lukito dan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (KUKM), Teten Masduki, dalam acara peluncuran dukungan program UMKM pangan, Indonesia Spice Up The World, di Jakarta, Selasa, 22 Juni 2021



JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memberikan penghargaan kepada pemerintah daerah dan pelaku usaha yang telah menerapkan keamanan pangan dengan baik. Piagam penghargaan diserahkan kepada 3 pemenang lomba desa pangan aman yaitu Desa Panggungharjo di Bantul Yogyakarta, Desa Bukit Intan Makmur di Rokan Hulu Riau, dan Desa Batu Ampar di Kepahiang Bengkulu. Sedangkan, 3 pemenang pasar pangan aman berbasis komunitas adalah Pasar Sumpang Minangae di Pare-Pare Sulawesi Selatan, Pasar Gentan di Sleman Yogyakarta, dan Pasar Tani di Bandar Lampung.

"Ini adalah apresiasi kepada pasar dan desa yang mengimplementasikan keamanan pangan sehingga masyarakat terlindungi dari pangan yang tidak memenuhi persyaratan," kata Kepala BPOM, Penny K Lukito, dalam acara peluncuran dukungan untuk program usaha mikro, kecil, menengah pangan (UMKM), Indonesia Spice Up The World, Selasa (22/6/2021).

Penny mengatakan, BPOM juga memberikan insentif berupa pendampingan, bimbingan teknis, dan pemberian fasilitas kepada para pemenang. Penghargaan tersebut juga menambah indeks Desa Membangun yang dikeluarkan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. Desa pangan aman bertujuan mewujudkan keamanan pangan di tingkat desa. Lewat penerapan desa pangan aman, diharapkan terbentuk masyarakat yang mandiri dalam melaksanakan keamanan pangan sehingga praktek keamanan pangan yang baik dapat menjadi kebiasaan bahkan budaya di masyarakat serta memperkuat ekonomi desa. Sedangkan, pasar pangan aman adalah program pemberdayaan komunitas pasar dalam pengawasan keamanan pangan di pasar. Terkait hal itu, Penny menegaskan pentingnya pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat saling berbagi tanggung jawab untuk memastikan keamanan pangan di setiap titik rantai pangan.

“Mari kita ambil momentum World Food Safety Day untuk menginspirasi dan menguatkan komitmen mengawal dan mewujudkan keamanan pangan, serta meningkatkan kualitas produk pangan Indonesia sehingga dapat bersaing di luar negeri karena food safety, everyone’s business,” kata Penny.

Terkait dukungan program Indonesia Spice Up The World, BPOM secara khusus memberikan kemudahan ekspor dengan pengajuan surat keterangan ekspor (SKE) online, penerapan tanda tangan elektronik, pelayanan yang cepat (service level agreement/SLA selama 6 jam dan khusus bumbu selama 3 jam), fasilitasi export consultation desk (ECD). Selain itu, layanan konsultasi lainnya yang dapat diakses melalui email, whatsApp, dan telepon. "Bagi pelaku usaha yang akan melakukan ekspor produk, selain didampingi dalam pemenuhan persyaratan ekspor, juga difasilitasi untuk mendapatkan potential buyer melalui kerja sama dengan berbagai pihak terkait," kata Penny.

Dalam acara hari ini, kepala BPOM juga menyerahkan 35 Nomor Izin Edar (NIE) dan sertifikat Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) kepada UMKM binaan BPOM dan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemkop UKM). BPOM juga telah melakukan inovasi registrasi online untuk mempermudah registrasi pelaku usaha termasuk UMKM. "Pelaku usaha dapat dengan mudah mengakses informasi seputar registrasi pangan olahan dan bisa langsung melakukan simulasi untuk registrasi,” ujar Penny. (sd)

Labels: Kesehatan

Thanks for reading BPOM Beri Penghargaan Pangan Aman untuk 3 Desa dan 3 Pasar. Please share...!

Back To Top