Kembangkan Data Center, Multipolar Jajaki Mitra Strategis

Presiden Direktur PT Multipolar Technology Tbk  Wahyudi Chandra (ketiga dari kiri) bersama dengan para direktur PT Multipolar Technology Tbk yakni Suyanto Halim (kiri),  Herryyanto (kedua dari kiri), Hanny Untar (tengah), Yugi Edison (ketiga dari kanan), Yohan Gunawan (kedua dari kanan), dan Jip Ivan Sutanto  (kanan) berfoto bersama usai menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dengan beberapa agenda antara lain menyetujui Laporan Tahunan untuk tahun buku 2020 dan pembagian dividen tunai, Tangerang, Jumat (30/4/2021). Perseroan membukukan laba bruto Rp371,57 miliar dan laba tahun berjalan Rp160,65 miliar, naik 28,3% dari tahun sebelumnya. Dividen yang dibagikan sebesar Rp215,63 miliar atas 1.875.000.000 saham atau Rp115 per lembar saham. RUPST dan Paparan Publik digelar secara elektronik mengingat situasi pandemi yang masih belum kondusif



JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Emiten di bidang jasa telekomunikasi, dan industri teknologi informasi PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) tengah menjajaki potensi kemitraan strategis dengan pelaku usaha di industri data center. Hal itu tak lepas dari besarnya potensi ceruk pasar itu di Tanah Air.

Presiden Direktur Multipolar Technology Wahyudi Chandra mengungkapkan, potensi bisnis data center di Indonesia sangat menjanjikan sehingga perseroan berencana melakukan ekspansi di bisnis ini melalui entitas anak usahanya PT Graha Teknologi Nusantara (GTN). “Kita berharap dengan adanya kemitraan ini kita bisa berkembang lebih cepat dan lebih baik lagi,” ujarnya dalam public expose insidentil Multipolar Technology, Kamis (17/6/2021).

Adapun dari 15.000 meter persegi (m2) lahan GT data center yang dimiliki, Wahyudi menyebutkan sudah terbangun sekitar 10.000 meter persegi, berupa dua lantai gedung data center dan perkantoran, dan satu gedung untuk sarana pendukung. Dari fasilitas yang sudah ada, untuk lantai satu sudah siap untuk dijual dengan total mencapai 1.500 rak. Sementara untuk lantai dua masih memerlukan instalasi perangkat pendukung sebelum siap untuk dijual. "GTN data center memiliki fokus lebih ke arah komersial, jadi kita terbuka untuk semua segmen. Jadi kita open untuk semua potensi,” kata dia.

Wahyudi mengatakan, seiring kesadaran akan pentingnya data center yang tersertifikasi, perseroan membidik beberapa sektor yang potensial baik dari sisi finansial, seperti bank dan perbankan, hingga perusahaan rintisan (startup) dan bisnis digital lainnya. "Kita melihat beberapa sektor yang kita akan fokus untuk didekati baik dari sisi finansial, bank dan insurance, juga untuk startup dan bisnis yang terkait dengan digital. Seperti inisiatif dari pemerintah e-learning, e-health itu potensi yang bisa perseroan dekati ke depan,” ucap Wahyudi.

Terkait kinerja, pada kuartal I 2021 Multipolar membukukan laba periode berjalan sebesar Rp 28,14 miliar atau tumbuh 1,10% dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 27,83 miliar. Kenaikan didorong penjualan bersih dan pendapatan jasa yang sebesar Rp 556,93 miliar atau naik 9,43% dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 508,92 miliar. Adapun, kontribusi utama pendapatan berasal dari perangkat keras dan perangkat pendukungnya Rp 253,46 miliar atau naik 5,85% dari periode kuartal I-2020, lalu jasa teknologi Rp 127,96 miliar atau naik 40,63%, IT outsourcing Rp 122,51 miliar atau turun 2,44%, perangkat lunak Rp 42,19 miliar atau naik 3,70%, dan lain-lain Rp 10,81 miliar atau turun 11,53%. (ym)

Labels: IPTEK

Thanks for reading Kembangkan Data Center, Multipolar Jajaki Mitra Strategis. Please share...!

Back To Top