LIFE Bangun Kawasan Ngoro Business Park di Mojokerto

Jajaran manajemen SPS Group: Suparsono, Julianti Suparsono dan Lindratini bersama Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati dan Presdir Sun Paper Source Vence Hermanto saat acara groundbreaking Ngoro Business Park di Ngoro, Mojokerto, Senin, 21 Juni 2021



JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Pengembang properti, Life Industrial First Estate (LIFE) mulai mengembangkan kawasan bisnis Ngoro Business Park di Ngoro, Mojokerto, Jawa Timur. Rencananya, di kawasan itu pengembang dibawah SPS Corporate Group tersebut akan membangun mal, hotel, ruko, pergudangan dan rumah kost dengan total investasi sebesar Rp 200 miliar.

Direktur LIFE, Balok Purwoko mengatakan, proyek kawasan bisnis Ngoro Business Park menempati lahan seluas 2,5 hektare dan pengembangannya akan dilakukan secara bertahap. Pada tahap pertama, akan dibangun lebih dulu ruko dua lantai sebanyak 11 unit mulai harga Rp 1,5 miliar dan pergudangan sebanyak 39 unit mulai harga Rp 1,2 miliar. "Kita perkirakan pada Desember 2021 nanti sudah ada beberapa ruko dan gudang yang selesai dibangun dan kita bisa jual. Bila pemasarannya bagus maka pembangunan seluruh unit juga akan dipercepat pada pertengahan tahun ini. Target kita seluruh unit sudah sold out pada semester II 2022,” katanya usai peletakan batu pertama dan groundbreaking kawasan bisnis Ngoro Business Park di Ngoro, Mojokerto, Senin (21/6/2021).

Selanjutnya, pada tahap kedua akan dibangun mal tiga lantai, dimana lantai bawah untuk ruko yang harganya mulai Rp 1 miliar, lantai kedua untuk swalayan dan kios untuk non-makanan dan lantai ketiga untuk makanan dan tempat pelatihan. Adapun tahap akhir adalah pembangunan hotel empat lantai sebanyak 42 kamar dan rumah kos dua lantai sebanyak 80 kamar. "Proyek ini diperkirakan akan menelan total dana investasi Rp 200 miliar dan akan rampung akhir 2022,” ujar Balok.

Balok menjelaskan, potensi bisnis proyek Ngoro Business Park cukup besar karena membidik pasar di kompeks industri Ngoro. Dia menyebut misalnya pergudangan mulai ukuran 180 m2 hingga 420 m2 akan menyasar UMKM di sektor ekonomi kreatif. "Jarak Ngoro yang cukup jauh dari pintu tol tidak memungkinkan UMKM bisa langsung dikirim dari gudang di Surabaya. Nah, sasaran dari gudang-gudang kecil ini adalah mereka sehingga bisa melakukan stok disini,” katanya.

Kemudian, ruko, rumah kos dan mal membidik 27.000 pekerja dari 200 perusahaan di kompleks kawasan industri di Ngoro. Rumah kos yang akan dibangun bisa memenuhi kebutuhan para pekerja terutama di level manajer yang selama ini masih kos di Surabaya. "Ruko dan mal juga nanti bisa memenuhi kebutuhan para pekerja. Beberapa pemilik usaha yang akan masuk ke mal dan ruko diantaranya adalah rumah makan, kafe, salon dan klinik kecantikan, bengkel motor, bengkel mobil, toko sepeda dan komunitasnya, toko busana, elektronik dan lainnya," jelas Balok.

Adapun hotel akan memenuhi kebutuhan khususnya para tenaga teknisi atau tamu pabrik dari luar yang selama ini menginap di hotel Surabaya. Konsepnya adalah semi-outdoor, sehingga banyak area publik untuk kegiatan hiburan untuk kenyamanan sesuai dengan kebutuhan selama pandemi Covid-19. "Jadi pasarnya cukup besar dari proyek pengembangan Ngoro Business Park ini,” tandas Balok.

Sementara itu, Bupati Mojokerto, Ifkina Fatmawati mengatakan, pengembangan Ngoro Business Park bisa mendukungan pertumbuhan investasi di Mojokerto terutama sektor pariwisata yang potensinya juga cukup besar dan akan dipacu pertumbuhannya karena keterkaitan Mojokerto dengan sejarah Majapahit yang begitu kuat. "Mal dan hotel akan mendukung pengembangan sektor wisata di Mojokerto,” kata Ifkina. (pr)

Labels: Ekonomi

Thanks for reading LIFE Bangun Kawasan Ngoro Business Park di Mojokerto. Please share...!

Back To Top