SMART Bagikan Dividen Rp 460 Miliar

Jajaran direksi dan komisaris PT Smart Tbk pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar pada Selasa, 15 Juni 2021. Dari kiri ke kanan: Ketut Sanjaya (Komite Audit), Jimmy Pramono (Wakil Direktur Utama), Susiyati B Hirawan (Komisaris Independen), Gianto Widjaja (Direktur) dan Yovianes Mahar (Direktur)



JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMART) akan membagikan dividen final sebanyak 30% dari laba bersih perseroan tahun buku 2020. Aksi korporasi ini telah disetujui dala rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) yang dilaksanakan hari ini. Berdasarkan keterangan resmi perusahaan, Selasa (15/6/2021), dividen final yang akan dibagikan kepada pemegang saham tahunan sebesar Rp 460 miliar atau setara dengan Rp 160 per saham, sekitar 30% dari laba bersih tahun 2020.

Dalam laporan keuangannya, perseroan membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 1,53 triliun pada akhir 2020 atau naik 71,23% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang tercatat Rp 898 miliar. Adapun penjualan bersih perseroan dibukukan sebesar Rp 40,43 triliun, naik 11,7% dibandingkan penjualan bersih akhir tahun 2019 yang tercatat Rp 36,19 triliun. Sedangkan beban pokok penjualan diperoleh Rp 34,5 triliun, naik dari semula Rp 32,28 triliun. Alhasil laba kotor diperoleh Rp 5,87 triliun dari sebelumnya Rp 3,91 triliun.

Sementara itu, perseroan hingga kuartal I 2021 membukukan penjualan bersih sebesar Rp 11,10 triliun, naik sebesar 15% dibandingkan periode sebelumnya. Peningkatan ini disebabkan kenaikan harga jual rata-rata selama periode berjalan. Sejalan dengan hal itu, laba usaha dan EBITDA meningkat signifikan menjadi masing-masing Rp 574 miliar dan Rp 1,08 triliun. Perseroan juga mencatat laba bersih sebesar Rp 250 miliar dari posisi sebelumnya rugi bersih sebesar Rp 1,41 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

“Kami gembira melihat pencapaian SMART pada kuartal pertama tahun 2021 di tengah pandemi covid-19 yang masih berlangsung. SMART akan terus memperkuat keunggulan kompetitifnya melalui inovasi yang mutakhir dan praktik-praktik yang berkelanjutan,” ujar wakil direktur utama dan corporate secretary Sinar Mas Agro Resources and Technology, Jimmy Pramono.

Jimmy menambahkan, per 31 Maret 2021, luas area tertanam perseroan adalah sebesar 137.600 hektar, terdiri dari 106.300 hektar area inti dan 31.300 hektar area plasma. Dari total area tertanam tersebut, sekitar 95% telah menghasilkan, di mana selama kuartal I - 2021, perseroan memanen 670 ribu ton tandan buah segar (TBS), tumbuh 12% dibandingkan panen kuartal pertama tahun 2020. Peningkatan hasil panen ini didukung oleh kondisi cuaca yang baik. TBS tersebut diolah lebih lanjut di 16 pabrik kelapa sawit dengan jumlah kapasitas 4,35 juta ton per tahun. Perseroan memproduksi minyak sawit (CPO) dan inti sawit (PK) masing-masing sebesar 152.000 ton dan 40 ribu ton pada kuartal yang sama. Tingkat ekstraksi minyak sawit adalah 21,2% sedangkan tingkat ekstraksi inti sawit mencapai 5,6%.

Adapun terkait proyeksi industri, Jimmy menyampaikan, aat ini, pasokan minyak nabati global sangat terbatas terutama dipengaruhi oleh kondisi cuaca kering di Amerika Selatan dan belahan dunia lainnya. Pihaknya memprediksi ketatnya pasokan akan terus berlanjut sepanjang tahun ini. Dengan bergulirnya program vaksinasi covid-19 secara global, perseroan optimis bahwa permintaan minyak nabati tetap kuat, baik dari sektor pangan maupun energi. "Namun, kami tetap waspada dan senantiasa memantau perkembangan pandemi covid-19, terutama di negara-negara konsumen utama," pungkasnya. (sd)

Labels: Ekonomi

Thanks for reading SMART Bagikan Dividen Rp 460 Miliar. Please share...!

Back To Top