Terapkan Operasional Excellence, Geo Dipa Raih Pembiayaan Multilateral Bank

Webinar DE Talk bertajuk “Mengejar PROPER melalui Inovasi Sosial dan Lingkungan”, Selasa 8 Mei 2021



JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- PT Geo Dipa Energi (Persero), badan usaha milik negara di sektor panas bumi, akan beradaptasi dengan kebijakan PROPER terbaru yang tertuang dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Nomor 1 Tahun 2021, terutama pada tambahan ketentuan seperti inovasi sosial maupun life cycle assesment (LCA). Geo Dipa berupaya menerapkan operational excellence dan compliance terhadap kebijakan di sektor lingkungan dan sosial. Hal ini harus menjadi nilai yang dijunjung tinggi oleh seluruh pekerja Geo Dipa.

“Saya bersyukur, anak-anak muda di Geo Dipa memahami itu dengan baik, sehingga kami bisa mendapatkan pengakuan, baik dari dalam maupun dari dunia internasional. Salah satu yang membanggakan, kami mendapatkan pengakuan dari multilateral bank (World Bank dan ADB) dalam menyokong kegiatan usaha,” kata Direktur Utama Geo Dipa Riki F Ibrahim saat menjadi salah satu pembicara dalam DE Talk bertajuk “Mengejar Proper melalui Inovasi Sosial dan Lingkungan”, Selasa (8/6/2021).

Selain Riki, pembicara lainnya adalah Ketua Dewan Pertimbangan Proper Sudharto P Hadi, Corporate Secretary PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) Zubaidah, General Manager PT Pertamina Hulu Mahakam Agus Amperianto dan Environment Division Head PT Adaro Energy Tbk Wiyana.

Riki mengatakan tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) perusahaan sesungguhnya merupakan sebuah kebutuhan yang tidak bisa diabaikan. Agar perusahaan bisa mendapatkan pengakuan, baik di tingkat nasional maupun di tingkat global, maka ketaatan terhadap kebijakan yang berkaitan dengan tanggung jawab sosial dan lingkungan, menjadi sebuah keharusan. “Penghargaan seperti PROPER hanyalah bonus semata, bukan tujuan utama. Namun yang utama adalah manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat dan kegiatan usaha perusahaan,” katanya.

Riki menegaskan, sebagai sebuah kewajiban yang harus dilakukan perusahaan, maka dengan atau tanpa adanya penilaian PROPER, perusahaan seharusnya menjalankan kewajiban sebagai sebuah bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas usaha. “Namun demikian, penilaian Proper dengan standar yang terus berkembang mengikuti kebutuhan global, semakin menyadarkan bahwa mengikuti ketentuan dalam beleid yang terkait proper, semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.

Sementara Corporate Secretary PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) Zubaidah mengatakan, dalam menjalankan program tanggung jawab sosial dan lingkungan, PJB mengacu pada ISO 26.000, dengan mengedepankan tiga pilar, yaitu sosial, ekonomi, dan lingkungan. Menurut Ida, sapaan akrab Zubaidah, pilar sosial berupa program pendidikan keterampilan untuk menunjang ekspansi bisnis, bekerja sama dengan perguruan tinggi atau pihak lain. Pilar ekonomi berupa program pengembangan UKM yang dapat menunjang kebutuhan perusahaan. “Pilar lingkungan merupakan program inovatif peningkatan kualitas hidup masyarakat berbasis lingkungan yang tematik, terintegrasi dengan pengembangan ekonomi, pendidikan, dan kesehatan,” ujar Zubaidah.

Adapun Ketua Dewan Pertimbangan PROPER Sudharto P Hadi mengatakan proper sejatinya bukan tujuan, tapi wahana mewujudkan corporate sustainability yang menjadi idaman semua pemangku kepentingan. “Profit memang perlu, tapi kita juga perlu masyarakat yang terdampak pada kegiatan kita, caranya adalah dengan membangun sistem,” katanya. (sd)

Labels: Ekonomi

Thanks for reading Terapkan Operasional Excellence, Geo Dipa Raih Pembiayaan Multilateral Bank. Please share...!

Back To Top