Cegah Stunting, Rumah Bunda Sehat Lanjutkan Edukasi Kesehatan Ibu dan Anak

Direktur Bina Keluarga Balita dan Anak BKKBN Pusat Safrina Salim



JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Di tengah kondisi pandemi, permasalahan gizi masih menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga, terutama pemenuhan gizi ibu dan anak dalam pencegahan stunting. Untuk kembali mengingatkan pentingnya pencegahan stunting, Rumah Bunda Sehat (RBS), komunitas penggiat kesehatan masyarakat ibu dan anak, bersama Danone Indonesia dan Human Initiative menggelar webinar edukasi bertajuk 'Menjaga Ibu dan Anak Tetap Sehat dan Bugar yang dihadiri oleh lebih dari 500 ibu di Bekasi secara virtual pada Rabu (7/7/2021).

Sustainable Development Director Danone Indonesia, Karyanto Wibowo menyatakan sejalan dengan visi One Planet One Health, pihaknya percaya bahwa pencegahan stuntingperlu dilakukan dengan menjaga kesehatan manusia maupun lingkungannya. "Melalui berbagai produk nutrisi dan hidrasi maupun program berkelanjutan, Danone Indonesia berkomitmen untuk berkontribusi pada target pemerintah untuk menurunkan tingkat stunting hingga 14% pada 2024. Salah satu caranya adalah dengan mendukung kesehatan ibu dan anak melalui kerjasama dengan Rumah Bunda Sehat," ujar Karyanto melalui keterangan tertulis, Kamis (8/7/2021).

Terkait pencegahan stunting, banyak faktor yang dapat memengaruhi kesehatan ibu dan anak. Salah satu yang adalah pola asuh dalam keluarga, terutama pada 1.000 hari pertama Kehidupan anak, yang terdiri dari 270 hari saat masih berada di dalam kandungan, dan 730 hari setelah anak lahir.

Sementara itu Direktur Bina Keluarga Balita dan Anak BKKBN Pusat, Safrina Salim menyampaikan bahwa keluarga memiliki peran penting dalam kegiatan pencegahan maupun penanganan stunting. “Pengasuhan memiliki tiga tujuan utama, yaitu memastikan bahwa anak dalam kondisi sehat dan aman, menyiapkan anak untuk menjadi pribadi yang produktif di masa depan, serta mewariskan nilai-nilai budaya. Kualitas hubungan orang tua dan anak dapat menentukan perkembangan anak yang sehat, cerdas, dan berkarakter," kata Safrina.

BKKBN sendiri fokus membantu keluarga melalui pendekatan retrospektif, seperti promosi dan KIE pengasuhan 1000 HPK, dan pemantauan dan intervensi tumbuh kembang anak balita melalui 83 ribu kelompok Bina Keluarga Balita (BKB). "Selain itu, kami juga melakukan pendekatan prospektif dengan menjalankan program kehamilan berencana unntuk 66 juta remaja, program pengendalian jarak dan jumlah kelahiran, penerapan pola baru ANC, hingga edukasi tentang gizi anak, kesehatan reproduksi, dan KB pada 25 juta ibu pascapersalinan,” tambah Safrina.

Tidak dipungkiri, kondisi pandemi seperti ini merupakan tantangan bagi siapapun, terutama orang tua yang tinggal di rumah bersama anak balitanya. Namun, orang tua terutama Ibu tetap perlu tahu cara mengelola rasa stres dan bosan, tetap berdaya dan produktif saat di rumah, sembari memenuhi kebutuhan anak dan keluarga.

Kepala Seksi Pengarus Utamaan Gender, Bidang Kualitas Keluarga, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Bekasi, Titiek Nurhayati Purwanto mengungkapkan berdasarkan data yang ada, 1 dari 8 kasus Covid-19 adalah anak-anak, dimana 3-5% diantaranya meninggal dunia, dan 50% kasus meninggal adalah anak balita. Ibu dapat berperan untuk melindungi keluarga dari infeksi virus Covid-19, mulai dari asupan gizi yang baik hingga memperketat protokol kesehatan. “Selain pemberian gizi seimbang yang berkualitas baik, terdapat banyak pula tips agar Ibu dapat berkegiatan bersama anak di rumah, untuk menjaga kesehatan mereka selama pandemi. Salah satunya adalah membuat jadwal harian yang menarik seperti belajar daring, memasak, atau bermain bersama. Selanjutnya, berikan penghargaan kepada anak agar ia termotivasi untuk melakukan hal-hal baik. Selain itu, ajak anak untuk tetap beraktivitas fisik agar bugar, bermain bersama si Kecil, hingga bercocok tanam," kata Titiek Nurhayati Purwanto.

Tidak hanya pemerintah, berbagai pihak mulai dari dunia usaha hingga lembaga kemasyarakatan perlu bergandengan tangan mengawal penurunan angka stunting bahkan di tengah pandemi. Rumah Bunda Sehat merupakan salah satu contoh komunitas yang berkontribusi pada kesehatan ibu anak sejak dulu, terutama dalam pencegahan stunting maupun penanganan kesehatan ibu anak.

Sementara itu, Vice President Human Initiative Andjar Radite berterima kasih atas kerjasama dengan Rumah Bunda Sehat maupun Danone Indonesia, dukungan pemerintah, dan komitmen masyarakat dalam pencegahan stunting. “Sebagai lembaga kemanusiaan yang bertujuan untuk membangun kemandirian masyarakat, kami fokus membangun pengetahuan dan keterampilan, hingga pemberdayaan masyarakat. Rumah Bunda Sehat merupakan salah satu betuk komitmen kami. Kami harap ini dapat mendorong lebih banyak kolaborasi untuk edukasi kesehatan ibu anak agar bisa sehat dan bugar,” kata Andjar. (sd)

Labels: Kesehatan

Thanks for reading Cegah Stunting, Rumah Bunda Sehat Lanjutkan Edukasi Kesehatan Ibu dan Anak. Please share...!

Back To Top