Dukung Ekowisata, Traveloka Tanam 10.000 Bibit Mangrove di Mandalika

Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat Drs H Lalu Gita Ariadi (kiri atas), Co-Founder Traveloka Albert (kanan atas), dan Executive Director Sahabat Pulau Indonesia Israruddin (kiri bawah) dalam acara peluncuran Program Penanaman 10.000 Bakau di Pantai Batu Berang, Desa Mertak, Mandalika, Senin, 26 Juli 2021



JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Bertepatan dengan Hari Bakau Sedunia, Traveloka berkolaborasi dengan Sahabat Pulau Indonesia, meluncurkan inisiatif sosial penanaman 10.000 bibit bakau atau mangrove di Pantai Batu Berang, Desa Mertak, Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB). Inisiatif ini meliputi kegiatan penanaman bibit bakau hingga proses pemeliharaan kelestarian bakau selama dua tahun yang melibatkan masyarakat lokal. Adapun program penanaman mangrove ini merupakan bagian dari komitmen Traveloka dalam mewujudkan pariwisata berkelanjutan di Indonesia serta mendukung pemulihan pariwisata domestik melalui perkembangan ekowisata dan praktik pariwisata yang ramah lingkungan dan bertanggung jawab.

"Kami sangat mengapresiasi kontribusi yang dilakukan Traveloka dan Sahabat Pulau Indonesia untuk menjaga kelestarian lingkungan di pesisir Pantai Batu Berang. Selain berperan mengurangi penyusutan area pantai hingga meredam ancaman tsunami, area bakau menjadi tempat budidaya ikan, kepiting, dan udang yang menjadi sumber penghidupan nelayan," ujar Gubernur Nusa Tenggara Barat, Zulkieflimansyah, Senin (26/7/2021).

Desa Mertak tercatat sebagai salah satu desa wisata dalam Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Mandalika, Lombok, serta daerah penyangga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Desa wisata ini menawarkan wisata bahari dan ekowisata dengan pantai, pegunungan, dan bakau sebagai objek wisata utama.

Zulkieflimansyah menambahkan, penanaman bakau ini dapat memperbaiki ekosistem pantai secara jangka panjang sehingga mampu mendukung produktivitas kegiatan wisata. Selain itu, inisiatif ini juga menjadi salah satu penunjang kesiapan Lombok sebagai tuan rumah MotoGP dan acara internasional lainnya ke depan. "Kami mendorong masyarakat Desa Mertak untuk bisa berpartisipasi aktif dalam menjaga, memelihara, dan merawat tanaman bakau demi keberlangsungan Desa Wisata Mertak dan keindahan alamnya serta mendukung pariwisata NTB yang gemilang," tambahnya.

Co-founder Traveloka Albert mengatakan, Mandalika memiliki destinasi ekowisata dan olahraga air yang mengesankan yang harus dijaga kelestariannya. Terlebih, program ini merupakan partisipasi aktif Traveloka dalam rangka menjaga kelestarian lingkungan di Mandalika, khususnya Pantai Batu Berang, Desa Mertak. "Kami berharap program ini dapat juga mendorong pertumbuhan ekonomi di Desa Mertak, secara khusus, serta Mandalika dan Provinsi NTB. Kontribusi ini juga menjadi bagian dari tanggung jawab kami terhadap industri pariwisata yang berkelanjutan di Indonesia dengan berfokus pada tiga pilar utama, yaitu tata kelola lingkungan, sosial budaya, dan ekonomi," kata Albert.

Seperti diketahui, Indonesia memiliki hutan bakau terluas di dunia dengan total area mencapai 3,2 juta hektare atau 22,4% dari total luas bakau dunia. Hal ini menjadikan hutan bakau di Indonesia sebagai salah satu penopang terbesar dalam menjaga suhu bumi. Bertambahnya luasan bakau dengan penanaman yang masif dalam jangka panjang akan mampu memperbaiki kawasan pesisir pantai dan menjaga keseimbangan ekosistem biota bawah laut. "Kami percaya, kelestarian dan keindahan alam tanah air kita menjadi daya tarik utama bagi industri pariwisata Indonesia. Aset ini perlu kita jaga kelestarian dan kualitasnya untuk bisa terus menarik minat wisatawan serta menjadi nilai tambah yang bermanfaat bagi masyarakat lokal," tandas Albert.

Pelaksana Tugas Direktur Sahabat Pulau Indonesia Noor Adrishya Aishvari mengatakan, Sahabat Pulau Indonesia hadir untuk berkontribusi menyelesaikan tantangan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat di kawasan pesisir di Indonesia dengan memanfaatkan teknologi dan metode pengajaran yang telah beradaptasi dengan protokol new normal. "Selain itu, program penanaman bakau bersama Traveloka ini dirancang sebagai program pendidikan lingkungan yang melibatkan eco warrior seperti para relawan, adik-adik binaan, dan masyarakat umum untuk menjadi agen perubahan dalam mewujudkan kepedulian mereka terhadap lingkungan. Melalui rangkaian webinar, kami juga turut mensosialisasikan pentingnya memelihara kelestarian bakau dan manfaatnya bagi masyarakat," pungkasnya. (ym)

Labels: Gaya Hidup

Thanks for reading Dukung Ekowisata, Traveloka Tanam 10.000 Bibit Mangrove di Mandalika. Please share...!

Back To Top