Omzet Pelaku Ekraf Danau Toba Melesat di Masa Pandemi

Program Beli Kreatif Danau Toba berhasil menaikan omzet untuk 200 pelaku ekonomi kreatif sebanyak Rp 22,7 miliar selama masa program berlangsung



JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Program Beli Kreatif Danau Toba dinilai berhasil meningkatkan level pelaku ekonomi kreatif (ekraf) di kawasan Danau Toba, Sumatera Utara. Pasalnya, omzet mereka melesat signifikan di tengah pandemi Covid-19. Kegiatan yang diinisiasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemparekraf) ini telah resmi berakhir pada bulan Juni 2021, sebagai bagian dari program Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) 2021.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno, mengatakan kesuksesan ini tentu tidak terlepas dari bantuan para stakeholder yang turut memberikan pendampingan terhadap artisanal Danau Toba dan sekitar Sumatra Utara. "Kemparekraf terkhusus ingin mengucapkan terima kasih ke berbagai pihak. Pertama, kementrian keuangan terutama dirjen pajak, direktorat bea dan cukai, PKN STAN, PT ASDP yang sudah memberikan pelatihan serta PT Pos Indonesia atas program kerja sama gratis ongkir-nya. Para stakeholder telah memberikan kontribusi atas kenaikan omzet para artisanal hingga mencapai rata-rata kenaikan omzet lebih dari 100% perbulan," jelas Sandiaga, Senin (5/7/2021).

Menurut Sandiaga, pelaku ekraf Danau Toba kini memasuki era baru digitalisasi penjualan produk mereka dalam rangka meningkatkan perekonomian dan efektivitas penjualan. Mereka kini mampu menghasilkan produk berkualitas dan siap bersaing dengan produk-produk kreatif lainnya. Adanya Rumah Kreatif Danau Toba sebagai sarana untuk pelaku ekraf, bisa membantu untuk konsultasi langsung dengan para pendamping, memfasilitasi produksi konten untuk membantu para ekraf, dan juga menyediakan ruang galeri untuk memamerkan produk- produknya.

Para pelaku ekraf juga mendapat fasilitas gratis ongkir untuk pengiriman barang dari kampanye #BOBB (Bebas Ongkir Bebas Belanja) hasil kerja sama Kemparekraf dengan PT Pos Indonesia yang berlangsung selama kurang lebih 1 bulan. Pelaku ekraf Beli Kreatif Danau Toba selama masa pendampingan dan pelatihan ini, telah berhasil meningkatan penjualan. Selain dampak dari peningkatan penjualan, program ini juga berhasil menciptakan adanya penambahan tenaga kerja selama masa program berlangsung, sebelum pendampingan hanya 200 dan setelah pendampingan menjadi 800 tenaga kerja.

"Beli Kreatif Danau Toba ini berhasil menaikkan omzet untuk 200 pelaku ekraf sebanyak Rp 22,7 miliar selama masa program ini berlangsung," kata Sandiaga.

Sandiaga menambahkan, banyak sekali dampak positif dari program Beli Kreatif Danau Toba ini, seperti penambahan jumlah reseller dari para pelaku ekraf ini, sebelum pendampingan hanya 1,536 dan setelah pendampingan menjadi 3,215. Hebatnya lagi, pelaku ekraf Beli Kreatif Danau Toba sudah menjalin kerja sama dengan beberapa marketplace dalam negeri dan mancanegara. Ini terbukti jumlah toko online pelaku ekraf berkembang menjadi 101 toko online di Tokopedia, 78 toko online di Shopee, 8 toko online di Lazada, 37 toko online di BukaLapak, 14 toko online di Blibli, 36 toko online di ebay dan 10 toko online di Poptron. Begitu juga dengan kerjasama dengan Transportasi online, jumlah toko online berkembang menjadi 22 toko online di Grabfood dan 22 toko online di GoFood.

"Beli kreatif danau toba juga turut mendukung program pemerintah dalam membatasi mobilitas masyarakat, yaitu PPKM. Selama penerapan PPKM, penjualan produk ekraf danau Toba juga meningkat, sistem penjualan online memudahkan masyarakat untuk bertransaksi tanpa harus bersentuhan secara langsung, dan menambah motivasi mereka untuk terus berinovasi," pungkas Sandiaga. (ym)

Labels: Gaya Hidup

Thanks for reading Omzet Pelaku Ekraf Danau Toba Melesat di Masa Pandemi. Please share...!

Back To Top