Terbesar Sepanjang Sejarah BEI, IPO Bukalapak Rp 21,9 Triliun

Pembeli Prioritas memperlihatkan aplikasi Bukalapak yang menawarkan fasilitas baru Gratis Ongkir dan Gratis Streaming, di Jakarta, Kamis (23/1/2020). Selain gratis streaming, Bukalapak juga memberikan fasilitas Ongkir Gratis, Cashback 3% , Prioritas Complain, Akses BukaNonton termasuk Gratis Voucher Streaming Video dan Film pada Vidio kepada pembeli Prioritas



JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- PT Bukalapak.com Tbk mengincar dana maksimal hingga US$ 1,5 miliar (Rp 21,9 triliun) dari penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) saham. Target dana tersebut jauh di atas perkiraan awal berkisar US$ 500-800 juta. Adapun harga pelaksanaan IPO tersebut ditawarkan dalam rentang Rp 750 - 850 per lembar saham. Jika ini teralisasi, debut IPO unicorn ini akan mencatat tonggak sejarah baru dalam lanskap bisnis di Indonesia, atau melampaui IPO PT Adaro Energy Tbk (ADRO) di Bursa Efek Indoensia (BEI) 2008 silam sebesar Rp 11,2 triliun.

Berdasarkan prospektus, Jumat (9/7/2021), dana IPO Bukalapak akan digunakan untuk modal kerja sebesar 66%. Sedangkan sisanya 34% untuk modal kerja entitas anak, yakni PT Buka Mitra Indonesia dan PT Buka Usaha Indonesia masing-masing 15%. Lalu, PT Buka Investasi Bersama, PT Buka Pengadaan Indonesia, Bukalapak Pte. Ltd. dan PT Five Jack masing-masing 1%. Bukalapak akan melepas 25.765.504.851 lembar saham biasa atas nama yang seluruhnya saham baru dan dikeluarkan dari portepel perseroan, dengan nilai nominal Rp 50. Jumlah itu mewakili 25% saham perseroan yang akan dilepas ke publik.

Adapun, masa penawaran awal saham akan dilakukan pada 9-19 Juli 2021. Sementara tanggal efektif pelaksanaan IPO ditargetkan 26 Juli 2021. Selanjutnya, masa penawaran umum dilakukan pada 28-30 Juli 2021. Penjamin pelaksana efek dalam IPO Bukalapak adalah PT Mandiri Sekuritas dan PT Buana Capital Sekuritas. Sedangkan penjamin emisi efeknya adalah PT UBS Sekuritas dan PT Mirae Asset Sekuritas.

Melalui, aksi korporasi kali ini, Bukalapak mengalokasikan saham perusahaan kepada karyawannya maksimal 0,1% dari saham yang ditawarkan pada IPO untuk program alokasi saham kepada karyawan (Employee Stock Allocation/ESA) yaitu sebesar 25.765.505 saham. Adapun, harga pelaksanaan ESA ditetapkan sama dengan harga penawaran saham ke publik dalam IPO. Selain itu, perseroan akan menerbitkan opsi saham untuk program MESOP sebanyak-banyaknya 4,91% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan setelah pelaksanaan IPO ini atau maksimal 5,06 miliar saham.

Terkait kinerja keuangan, Bukalapak mengalami kerugian hingga Rp 1,34 triliun di 2020. Namun dana tersebut turun 51,73% dibanding 2019, yang mencapai Rp 2,79 triliun. Adapun pendapatan bersih naik 25,55% menjadi sebesar Rp 1,35 triliun dari tahun sebelumnya senilai Rp 1,07 triliun. Sementara kerugian operasional tahun lalu tercatat sebesar Rp 1,83 triliun, turun dibanding 2019 sebesar Rp 2,84 triliun. Perusahaan juga mencatatkan penurunan beban penjualan dan pemasaran menjadi Rp 1,51 triliun dari tahun sebelumnya Rp 2,32 triliun. Sedangkan beban umum dan administrasi naik menjadi Rp 1,49 triliun dari tahun sebelumnya Rp 1,26 triliun. Liabilitas Bukalapak sebesar Rp 985,82 miliar dan ekuitas Rp 1,60 triliun. Adapun total aset perusahaan meningkat menjadi Rp 2,59 triliun dari sebelumnya Rp 2,05 triliun.

Debut IPO unicorn ini akan mencatat tonggak sejarah baru dalam lanskap bisnis di Indonesia. Selain akan menjadi salah satu listing dengan nilai terbesar selama 1 satu dekade terakhir, juga menjadi yang pertama dari kalangan startup unicorn lokal. (sd)

Labels: Ekonomi

Thanks for reading Terbesar Sepanjang Sejarah BEI, IPO Bukalapak Rp 21,9 Triliun. Please share...!

Back To Top