UMKM di 194 Desa Sejahtera Astra Tembus Pasar Ekspor

Penandatanganan kerjasama ekspor antara Astra dan Kementerian 3 Republik Indonesia terkait komitmen dalam menyukseskan desa siap ekspor yang dilakukan oleh Dirjen PEN Kementerian Perdagangan Republik Indonesia Didi Sumedi (kiri atas), Direktur KSPE Kementerian Perdagangan Republik Indonesia Marolop Nainggolan (kanan atas), Chief of Corporate Affairs Astra Riza Deliansyah (kiri bawah) dan Head of ESR Astra Diah Suran Febrianti (kanan bawah) disaksikan langsung oleh Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia Jerry Sambuaga (tengah atas) dan Direktur Astra Gita Tiffani Boer (tengah bawah). (28/7/2021)



JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Di tengah pandemi COVID-19 yang sangat berdampak bagi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), diperlukan sebuah terobosan untuk membantu UMKM agar dapat bertahan, sehingga mereka tetap berkontribusi terhadap pemulihan ekonomi nasional melalui penciptaan lapangan kerja. Salah satu terobosan itu adalah bagaimana UMKM dapat berinovasi, sehingga di tengah melemahnya permintaan di pasar domestik, mereka dapat mencari sumber pasar baru di luar negeri melalui ekspor. Dengan dukungan dari program Desa Sejahtera Astra (DSA), sejumah UMKM di 194 DSA berhasil berinovasi, sehingga sekitar 74 produk lokalnya telah menembus pasar ekspor dan dipasarkan ke mancanegara.

Saat ini tercatat 20 desa yang tergabung dalam DSA Indragiri Hilir, Riau, mengekspor 26 ton kopra per bulan dengan tujuan pasar di India, Pakistan, dan Uni Emirat Arab. Sebanyak 20 desa yang tergabung dalam program DSA Kendal, Jawa Tengah, mengekspor 10 ton essential oil per bulan dengan tujuan pasar di Amerika Serikat, China, Belgia, Perancis, dan El Salvador. Selain itu ada 15 ton beras organik per bulan telah diekspor oleh DSA Al Barokah Susukan, Semarang, dengan tujuan pasar ekspor di Yordania dan Qatar.

“Masuknya Astra ke desa kami telah memberikan dampak positif karena Astra memberikan jalan untuk meningkatkan ekonomi kerakyatan kami. Selain pendapatan yang meningkat, target pasar meluas, jumlah desa yang terpapar program DSA pun bertambah. Awalnya hanya empat desa saja sekarang berkembang menjadi 20 desa,” ujar Mustofa selaku Ketua Kelompok Tani DSA Al Barokah Susukan.

Dari timur Indonesia, DSA Lombok dan Bima mengekspor sorghum olahan sebanyak 2.000 potong dengan tujuan negara Taiwan dan Asia Tenggara serta DSA Buton yang mengekspor 20 ton buah mete dengan tujuan negara Vietnam. Kisah tersebut hanya beberapa kesuksesan dari 74 produk yang telah diekspor dari UMKM di 194 DSA yang berhasil mencetak nilai transaksi hingga Rp3,4 miliar sepanjang 2021.

Keberhasilan mendorong UMKM di DSA tersebut merupakan bagian dari pendampingan dan pembinaan yang dilakukan oleh Astra bekerjasama dengan berbagai pihak, seperti Kementerian Koperasi & Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia, Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia, dan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. (sd)

Labels: Ekonomi

Thanks for reading UMKM di 194 Desa Sejahtera Astra Tembus Pasar Ekspor. Please share...!

Back To Top