BPPT Rilis Ekosistem Inovasi Teknologi Kesehatan Lawan Covid-19

Kepala BPPT Hammam Riza (kiri) dalam peluncuran ekositem teknologi lawan Covid-19



JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bersama mitra industri meluncurkan 10 produk inovasi teknologi kesehatan bernama ekosistem Task Force Riset dan Inovasi Teknologi Penanganan Covid-19 atau dikenal TFRIC-19 bertepatan dengan tanggal didirikannya BPPT oleh Prof BJ Habibie, Sabtu (21/8/2021) secara virtual.

"Cita-cita pak Habibie harus dilanjutkan oleh kita semua. Sebagai intelektual, harus menghasilkan inovasi teknologi penanganan Covid-19 yang bisa langsung digunakan masyarakat dengan hasil karya produk anak bangsa," kata Kepala BPPT Hammam Riza dalam keterangan tertulisnya Minggu (22/8/2021).

Menurut dia, sebagai bangsa dengan jumlah penduduk lebih dari 270 juta, Indonesia dituntut oleh situasi dan keadaan untuk segera berbenah memperkuat ketahanan nasional melalui kemandirian alat kesehatan. Ketergantungan yang tinggi pada produk dan bahan baku dari impor harus segera diatasi. "Penguasaan dan inovasi teknologi menjadi salah satu pilar utama yang perlu diprioritaskan," kata dia.

Hammam mengatakan 10 produk inovasi TFRIC-19 Next Gen tersebut adalah B-Pro - Rapid Diagnostic Test (RDT) Antigen, bahan baku RDT antigen : N (nucleocapsid) & S (Spike) Monoclonal Antibody Sarcov-2, kit antibodi netralisasi, Whole Beta berupa produk suplemen kesehatan, Stamilic berupa produk suplemen, Biskuat NG, beras Forti Vit, purula berupa produk pangan cegah stunting, dataset senyawa tanaman Obat serta buku rekomendasi Kajian Kebijakan Teknologi Covid-19. "10 inovasi ini merupakan upaya kami dalam mengurangi substitusi impor dan menumbuhkan industri alat kesehatan dalam rangka menghela pertumbuhan ekonomi nasional melalui pemanfaatan iptek," kata dia.

Lebih lanjut, Hammam menerangkan peluncuran produk inovasi ini merupakan output dari lima aksi TFRIC-19 Next Gen yang dilakukan selama tahun 2021, di antaranya kajian keekonomian dan teknologi; inovasi alat kesehatan; inovasi suplemen kesehatan; penguatan data sains dan kecerdasan artifisial; serta penguatan kerja sama, networking, dan publikasi media. Hammam berharap upaya peluncuran produk inovasi TFRIC-19 ini dapat bermanfaat bagi masyarakat, dan turut membantu program pemerintah dalam melakukan 3T (testing, tracing dan treatment). "Dukung terus program vaksinasi pemerintah dan tetap patuhi protokol kesehatan agar Indonesia segera mencapai kekebalan komunitas (herd immunity)," kata dia.

BPPT sebagai lembaga kaji terap teknologi terus berperan aktif dalam upaya penanganan pandemi Covid-19. Sebagai langkah konkrit dalam upaya tersebut dibentuklah TFRIC-19 pada bulan Maret tahun 2020. Melalui lima aksi utama, TFRIC-19 pada tahun 2020 telah melahirkan produk-produk inovasi, antara lain pengembangan non-PCR rapid diagnostic test; pengembangan PCR test kit, laboratorium uji PCR, dan sequencing; aksi penguatan sistem informasi dan aplikasi kecerdasan artifisial (artificial intelligence); penyusunan data whole genome Covid-19; dan penyiapan sarana prasarana dan penyediaan logistik kesehatan untuk penanganan Covid-19 seperti ventilator, mobile lab BSL2, mobile hand washer, face shield, dan hand sanitizer. (ym)

Labels: IPTEK

Thanks for reading BPPT Rilis Ekosistem Inovasi Teknologi Kesehatan Lawan Covid-19. Please share...!

Back To Top