Diperkuat TCC Jepang, SIG Perluas Pasar Ekspor

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) meluncurkan varian baru semen Dynamix Masonry,produk semen khusus untuk aplikasi non struktural, Rabu, 14 Oktober 2020



JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Usai menjalin kemitraan strategis dengan Taiheiyo Cement Corporation (TCC), Jepang, yang telah masuk dalam jajaran pemegang saham PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) atau SBI, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) atau SIG memperluas pasar luar negeri. Salah satunya ekspor ke Amerika Serikat (AS) sebesar 500.000 ton semen per tahun.

Direktur Strategi Bisnis dan Pengembangan Usaha PT Semen Indonesia Tbk Fadjar Judisiawan mengatakan, setelah meraih pasar AS, perseroan juga akan menggarap negara lainnya. Pada Agustus ini, perseroan sudah mulai masuk ke pasar Filipina. “Untuk pasar AS kemungkinan bisa berkembang ke 1 juta ton per tahunnya. Filipina mulai Agustus sampai akhir tahun bisa 200.000 ton. Pasar lain seperti di Afrika juga kita jajaki dengan TCC, begitu juga dengan Australia untuk pasar semen dan klinker,” ujarnya dalam konferensi pers virtual, Rabu (4/8/2021).

Fadjar menambahkan, kerja sama dengan TCC karena kesamaan prinsip dan visi untuk menjadi penyedia solusi bahan bangunan terbesar di regional. SIG secara resmi menjalin kemitraan strategis dengan TCC yang telah masuk dalam jajaran pemegang saham SBI, anak usaha SIG. Investasi yang dilakukan TCC dengan mengakuisisi 15,04% kepemilikan saham SBI senilai US$ 220 juta atau setara dengan Rp 3,1 trilliun. Ceremony kerja sama dilaksanakan secara virtual di Jakarta dan Tokyo pada 4 Agustus 2021. Kerja sama ini merupakan kelanjutan penandatanganan nota kesepahaman 21 April 2020 antara SIG dan SBI dengan TCC yang menjadi bagian dari kewajiban refloat saham SBI setelah dilakukan mandatory tender offer (MTO) pada 2019 lalu.

Direktur Utama PT Semen Indonesia Tbk Hendi Prio Santoso menyatakan, kerja sama ini merupakan tonggak bersejarah (milestone) bagi SIG Group menjadi perusahaan berkualitas dunia. “Langkah ini akan semakin memperkuat posisi SIG sebagai perusahaan terbesar dalam penyediaan kebutuhan bahan bangunan di level regional,” ujar Hendi.

Secara terpisah, Menteri BUMN Erick Thohir menilai bahwa kerjasama SIG-TCC ini sebagai bukti kuat bahwa di tengah tekanan ekonomi akibat pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia, posisi Indonesia sebagai tujuan investasi di mata investor asing masih tetap dapat dipertahankan. “Pemerintah mendukung penciptaan peluang-peluang investasi lainnya, untuk mengembangkan dan meningkatkan standar, kualitas, daya saing sektor industri agar mampu menjawab tantangan persaingan usaha, serta menjadi bagian dari solusi permasalahan global,” papar Erick.

Semen Indonesia pada semester I 2021 mencatatkan laba sebesar Rp 794,12 miliar atau tumbuh sebesar 29,7%. Peningkatan laba ditopang kenaikan pendapatan, peningkatan volume penjualan serta pengelolaan utang yang berkelanjutan.

Hendi Prio Santoso menjelaskan, perseroan mampu menghasilkan penurunan biaya keuangan sebesar 27,7% pada semester I 2021. Adapun pendapatan sebesar Rp 16,21 triliun, disebabkan peningkatan total volume penjualan. "Penjualan ekspor perseroan pada semester I 2021 meningkat sebesar 35,5%," kata Hendi. (sd)

Labels: Ekonomi

Thanks for reading Diperkuat TCC Jepang, SIG Perluas Pasar Ekspor. Please share...!

Back To Top