Survei CORE: 84% UMKM Terbantu oleh OVO Selama Pandemi

OVO bersama Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia meluncurkan hasil survei Dampak Sosial dan Ekonomi OVO terhadap (UMKM) dalam sebuah diskusi media secara virtual Kamis 12 Agustus 2021



JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- OVO, platform pembayaran digital dan layanan keuangan di Indonesia bersama Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia meluncurkan hasil survei "Dampak Sosial dan Ekonomi OVO terhadap Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM)" dalam sebuah diskusi media secara virtual, yang dibuka Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki Kamis, (12/8/2021). Hadir Ekonom dan Pendiri CORE Indonesia Hendri Saparini, Presiden Direktur OVO, Karaniya Dharmasaputra, Director of Central Public Affairs Grab Indonesia, Tirza R. Munusamy, dan Head of Mandiri Institute, Teguh Yudo Wicaksono,

Dalam diskusi tersebut disebutkan, di era pandemi, peran ekonomi digital mendukung UMKM semakin nyata. Bahkan sudah bisa dirasakan langsung oleh pelaku usaha di seluruh wilayah Indonesia. Survei yang dilakukan CORE Indonesia di awal 2021 ini membuktikan bahwa OVO berperan besar bagi UMKM Indonesia. Memotret perilaku UMKM yang tersebar di 12 kota dan 8 provinsi, dampak penggunaan OVO turut mendorong tingkat inklusi keuangan khususnya bagi pelaku usaha nano dan mikro dari tingkat pendidikan dasar dan menengah, serta meningkatkan pendapatan melalui sinergi ekosistem digital.

Teten Masduki mengatakan, transformasi digital merupakan strategi yang krusial bagi UMKM Indonesia untuk bertahan, bangkit dan tumbuh. Melalui transformasi dari hulu ke hilir serta pemanfaatan ekonomi digital, diharapkan UMKM dapat mengoptimalkan sepenuhnya ekosistem digital. “Semoga hasil kajian ini dapat menginspirasi seluruh pemangku kepentingan untuk turut berperan aktif dalam mengembangkan dan memajukan pelaku UMKM serta mengakselerasi transformasi digital UMKM,” kata Teten

Hendri Saparini menjelaskan, dari hasil survei, 84% populasi pelaku UMKM OVO menyatakan bahwa OVO membantu penjualan mereka di masa pandemi. Bahkan 8 dari 10 populasi mulai mengenal berbagai layanan perbankan sejak bergabung dengan OVO, dan sekitar 71% menjadi lebih melek layanan keuangan digital. “Dalam survei yang melibatkan 2.001 merchant OVO ini, sebelum masa pandemi 68% pelaku UMKM mengalami peningkatan pendapatan bulanan sejak bergabung dengan OVO, dengan rerata peningkatan pendapatan 27%. Sebanyak 31% populasi melayani lebih 75 kali transaksi harian, sedangkan 45% melayani 20-75 transaksi,” ujar Hendri.

Hendri memaparkan bahwa infrastruktur digital OVO mengakselerasi layanan keuangan digital bagi UMKM serta mengurangi hambatan usaha. Setelah bergabung dengan OVO, 71% pelaku UMKM melakukan pencatatan transaksi penjualan lebih teratur dan menerima transaksi pembayaran digital. Sementara 68% memiliki akses lebih luas terhadap layanan keuangan, dan 51 % mengaku lebih memahami penggunaan teknologi untuk mempertahankan usaha.

Sementara Karaniya Dharmasaputra menambahkan, saat ini lebih dari 1 juta pelaku UMKM telah menjadi merchant OVO dan menerima pembayaran digital melalui QRIS. “Selain berkomitmen merangkul lebih banyak pelaku usaha, OVO berupaya menghadirkan kesempatan bagi UMKM untuk mengembangkan bisnisnya, melalui pendalaman literasi keuangan digital yang secara khusus menyasar para wirausahawan Indonesia,” tutur Karaniya.

Karaniya menuturkan, pembatasan mobilitas selama pandemi Covid-19 berdampak besar bagi pendapatan UMKM. Namun survei CORE Indonesia menunjukkan 10% populasi merchant OVO, berhasil mempertahankan pendapatan bulanan dan 5% pelaku UMKM mengalami peningkatan pendapatan bulanan. Hal ini juga dipengaruhi peran ekosistem digital OVO, sehingga 82% pelaku merasa terbantu oleh ekosistem OVO dan Grab selama masa pandemi.

Lebih jauh Tirza R. Munusamy mengungkapkan, Grab dan OVO telah menjalin kemitraan jangka panjang dalam rangka mendukung UMKM memperoleh manfaat dari ekonomi digital. “Sejalan dengan misi GrabForGood, kami berkomitmen untuk untuk terus mempercepat digitalisasi UMKM, sebagai bentuk dukungan tercapainya target 30 juta UMKM digital pada tahun 2024 yang dicanangkan pemerintah. Dengan menggabungkan kekuatan OVO dan ekosistem terbuka dari Grab, kolaborasi ini semakin menjadi kunci untuk dapat menciptakan peluang baru bagi UMKM Indonesia,” jelas Tirza. (sd)

Labels: IPTEK

Thanks for reading Survei CORE: 84% UMKM Terbantu oleh OVO Selama Pandemi. Please share...!

Back To Top