Tingkatkan Kompetensi Lulusan SMK Farmasi di Tengah Keterbatasan

Menjaga dan meningkatkan kualitas pendidikan menengah farmasi Indonesia, Asosiasi Pendidikan Menengah Farmasi Indonesia (APMFI), sebagai wadah seluruh lembaga pendidikan menengah farmasi Indonesia khususnya wilayah Jawa Timur menggelar Kegiatan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) secara virtual



JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Untuk menjaga dan meningkatkan kualitas pendidikan menengah farmasi Indonesia, Asosiasi Pendidikan Menengah Farmasi Indonesia (APMFI), sebagai wadah seluruh lembaga pendidikan menengah farmasi Indonesia khususnya wilayah Jawa Timur menggelar Kegiatan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) secara virtual. Mengusung tema “Menjaga dan Meningkatkan Kompetensi Lulusan di Tengah Keterbatasan”, kegiatan ini sebagai langkah strategis yang diambil oleh APMFI untuk memaksimalkan output capaian pembelajaran di sekolah farmasi di tengah pandemi.

Leonov Rianto Ketua Umum APMFI Pusat menyatakan bahwa sebagai fasilitator dan pendidik, harus menyadari untuk bisa menghadapi tantangan dan keterbatasan saat ini adalah dengan adaptasi dan kolaborasi, sehingga mampu menjaga kualitas kompetensi maupun output pembelajaran dengan menyesuaikan metode belajar zaman sekarang.

Menurutnya, salah satu tantangan sekolah dalam kondisi pandemik dan keterbatasan untuk melakukan kegiatan belajar mengajar adalah bagaimana tetap bisa menjaga dan memberikan pembelajaran yang berkualitas sehingga nantinya lulusannya pun tetap mempunyai kualitas yang baik juga. Perlu adanya peran dari berbagai pihak agar capaian-capaian yang diharapkan terwujud, baik siswa, orang tua maupun sekolah. “Tuntutan terkait lulusan yang kompeten dengan serangkaian tuntutan capaian pembelajaran dan praktek kerja lapangan juga tetap harus dihadapi oleh Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Farmasi,” ujarnya.

Lebih lanjut ia menambahkan Obat Apps adalah aplikasi dari PT Obat Inovasi Indonesia bisa menjadi solusi untuk menjawab tantangan tersebut. Sehingga diharapkan seluruh instansi pendidikan khsusunya sekolah-sekolah menengah kefarmasian dapat memaksimalkan kesempatan ini untuk memenuhi dan menjawab tantangan serta keterbatasan tadi dengan mudah, efektif dan efisien. “Dengan kerjas ama ini, Obat Apps kini tidak hanya memfasilitasi ribuan Siswa SMK Farmasi, namun juga menjadi akselerator kemajuan SMK Farmasi Se-Indonesia,” ungkap Saiful Robbani, Direktur Marketing Obat Apps.

Ketua APMFI Wilayah Jawa Timur Andri Priyoherianto menyampaikan bahwa saat ini APMFI Jawa Timur terus melakukan inovasi untuk pembelajaran, kemudian bagaimana agar hardskill maupun softskill dari siswa tetap didapatkan. Pada kegiatan ini juga dilakukan sosialisasi platform apmfistore yg direlease untuk mewadahi produk-produk kewirausahaan sehingga anggota diharapkan menghasilkan produk kewirausahaan yg bernilai jual dan menjadi media promosi sekolah.

Kegiatan Rakerwil yang dilaksanakan ini sekaligus menjadi momentum untuk sosialisasi kembali kerja sama resmi antara APMFI dan ObatApps. Saat ini kedua pidak sedang menyusun untuk kegiatan PKL Virtual yang akan segera diluncurkan dalam bulan Agustus ini, sehingga diharapkan sekolah maupun siswa nantinya dapat merasakan secara langsung via online dan tetap merasakan atmosfer praktek kerja lapangannya. (sd)

Labels: Pendidikan

Thanks for reading Tingkatkan Kompetensi Lulusan SMK Farmasi di Tengah Keterbatasan. Please share...!

Back To Top