SAPA untuk Indonesia Tingkatkan Daya Saing dan Kesejahteraan UMKM Perempuan

Kegiatan webinar dan pelatihan yang digelar SAPA untuk Indonesia dengan menggandeng Sirclo dan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), dan bekerja sama dengan Kata Data



JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Guna mendukung pemulihan ekonomi, PT HM Sampoerna Tbk melalui program Sampoerna untuk Indonesia, menggagas program Semangat dan Aksi Perempuan Andalan (SAPA) untuk Indonesia. Dengan menggandeng Sirclo dan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), dan bekerja sama dengan Kata Data, SAPA untuk Indonesia menghadirkan kelas pelatihan untuk memfasilitasi dan memberikan pembekalan bagi pelaku UMKM agar bisa lebih melek digital pada 20, 24 dan 28 September.

Selain itu, rangkaian kegiatan ini akan dimeriahkan juga oleh kompetisi digital untuk memacu para pelaku UMKM untuk berkreasi dalam menggunakan platform digital untuk memasarkan produk. Rangkaian kegiatan akan ditutup dengan webinar pada 5-6 Oktober yang direncanakan akan dihadiri oleh Presiden Joko Widodo, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bintang Puspayoga dan pembicara menarik lainnya yang akan mendiskusikan langkah memajukan UMKM, khususnya UMKM perempuan.

“Pengembangan UMKM merupakan salah satu fokus dari program Sampoerna untuk Indonesia. Harapan kami, SAPA dapat menjadi platform untuk memberikan UMKM keterampilan praktis agar mereka bisa tetap produktif dan memiliki daya saing di tengah pukulan pandemi Covid-19,” kata Ishak Danuningrat, Kepala Urusan Eksternal, PT HM Sampoerna Tbk, Rabu (29/9/2021).

Menurut Ishak, SAPA hadir untuk memberi perhatian lebih bagi pelaku UMKM perempuan. “UMKM memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian Indonesia, dan lebih dari 60 persen pelaku UMKM di Indonesia adalah perempuan,” tambahnya.

Pada sesi pelatihan pertama, Trias Puspita Hayati, Business Operation Manager Sirclo menyampaikan potensi e-commerce di Indonesia. Ia memaparkan bahwa dukungan infrastruktur untuk bidang informasi teknologi di Tanah Air sudah bagus, hal ini didukung dengan pengeluaran pemerintah di bidang informasi, komunikasi dan teknologi yang mencapai 1 miliar dollar Amerika pada tahun 2020. Dengan infrastruktur semacam itu, diprediksi pada tahun 2025 tingkat adopsi smartphone di Indonesia akan mencapai 90%, yang juga akan berdampak positif pada tingkat penetrasi internet. “Ini potensi pasar yang luar biasa bagi pemilik bisnis. Bayangkan saja jumlah penduduk Indonesia mencapai 250 juta dan 77% mengakses internet melalui handphone,” kata Trias.

Meski peluang pasar masih terbuka luas bagi pelaku UMKM, tidak bisa dipungkiri masih ada banyak tantangan bagi pelaku UMKM untuk masuk ke ranah digital.

Lebih lanjut Fiki Satari, Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) mengatakan pemasaran digital selain efektif biaya juga dapat menjangkau audiens yang luas. “Memasarkan produk dengan jangkauan nasional akan sangat memakan biaya dengan cara tradisional, namun teknologi digital memungkinkan ini dan memberi kesempatan UMKM untuk menjangkau pasar-pasar baru,” jelas Fiki.

Wakil Ketua Umum Bidang Pendidikan dan Pelatihan DPP Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), Sofi Suryasnia, memaparkan bagaimana peserta bisa mendapatkan akses pembiayaan agar usaha mereka naik kelas, salah satunya adalah melalui bank. “Pemilik usaha harus mengerti bagaimana cara memenuhi syarat agar kredit bisa diterima bank,” kata Sofi. (sd)

Labels: Ekonomi

Thanks for reading SAPA untuk Indonesia Tingkatkan Daya Saing dan Kesejahteraan UMKM Perempuan. Please share...!

Back To Top