5G Diproyeksikan Tumbuh Optimal 5 Tahun Lagi, Ini Syaratnya

Ilustrasi jaringan 5G



JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Sesuai pengalaman jaringan telekomunikasi seluler generasi keempat (4G) sebelumnya, 5G diperkirakan akan tumbuh optimal dalam 5 tahun ke depan. Syaratnya pengembangan infrastruktur jaringan, tersedianya spektrum frekuensi lebih besar, ekosistem bisnis, hingga penggunaan perangkat telekomunikasi yang digunakan masyarakat.

Pengamat telekomunikasi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Joseph M Edward menilai pengembangan layanan teknologi 5G di Indonesia menghadapi tantangan besar mulai percepatan pembangunan infrastruktur jaringan, inovasi, hingga persoalan frekuensi. "Investasi dan ketersediaan infrastruktur menjadi hal paling mendasar, terutama terkait perluasan jaringan dan kemampuan pendanaan," kata Ketua Pusat Studi Kebijakan Industri dan Regulasi Telekomunikasi Indonesia-ITB (Pikerti-ITB) ini dalam keterangan tertulisnya Kamis (21/10/2021).

Dia mengatakan investasi jaringan menjadi penting agar 5G tidak sekedar ada, tetapi memeratakan ekonomi hingga ke wilayah terdepan, terpencil dan tertinggal (3T) di seluruh Indonesia. "5G bukan hanya sekadar besaran frekuensi yang digenggam operator telekomunikasi, tetapi kemampuan pengembangan jaringan kabel optik (fiber optik) lebih luas," kata dia.

Teknologi 5G memiliki latensi 10 kali lipat lebih rendah dari 4G yaitu di bawah 1 milidetik. Latensi yang rendah ini dapat mendukung sejumlah aktivitas seperti operasi jarak jauh, hingga kendaraan otomatis. Lantensi adalah jeda waktu yang dibutuhkan dalam pengantaran data dari pengirim ke penerima. Makin tinggi jeda waktu maka makin lambat penerima merespons perintah dari pengirim. Menurut catatan, jaringan fiber optik di Indonesia telah mencapai 348.442 km, namun belum cukup menjangkau seluruh wilayah Indonesia. Berdasarkan data ada 12.000 lebih desa/kelurahan belum terjangkau jaringan 4G, bahkan sekitar 150.000 titik layanan publik belum memiliki akses internet yang memadai.

Untuk itu menurut Edward, operator telekomunikasi harus serius mengembangkan dan memperluas jaringan 5G hingga ke pelosok Nusantara. Ia juga menanggapi konsolidasi antara PT Indosat Ooredoo Tbk dan PT Hutchison 3 Indonesia (Tri) yang memberikan harapan bahwa merger kedua perusahaan tersebut bisa memberikan keleluasaan dalam pengembangan jaringan ke wilayah 3T. Dengan konsolidasi Indosat-Tri maka perusahaan bisa melakukan perencanaan untuk meningkatkan pembangunan serat optik yang menjadi backbone tidak hanya di Pulau Jawa, juga ke wilayah lainnya di Kalimantan, Sulawesi dan Papua. Di sisi lain, untuk menghadirkan layanan dan pemanfaatan 5G yang optimal membutuhkan banyak spektrum frekuensi. Tanpa kehadiran spektrum dengan rentang besar, maka layanan 5G akan tidak maksimal.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengakui ketersediaan spektrum frekuensi radio penting untuk mengembangkan jaringan 5G di Indonesia. Pita frekuensi yang sudah tersedia saat ini baru 2,3 GHz, yang digunakan oleh Telkomsel untuk memberikan layanan 5G komersial. Indonesia setidaknya membutuhkan spektrum frekuensi di tiga lapisan, yaitu pita 700 MHz pada lapisan bawah (low band); 2,3 GHZ dan 2,6 GHZ pada lapisan tengah (middle band); dan 3,5 GHz pada lapisan atas (high band). "Kita butuh spektrum frekuensi ini sesegera mungkin untuk memberikan 5G," kata Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kemkominfo Ismail.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Analis RHB Sekuritas, Michael Wilson Setjoadi dan Marco Antonius merger ISAT dan Hutchison 3 Indonesia diprediksi akan memberikan dampak positif, dengan aliran investasi yang akan terus mendukung sektor telekomunikasi, khususnya untuk penggelaran 5G di Indonesia.

Dengan permodalan yang lebih kuat, ISAT - Hutch juga diyakini mampu memperluas jaringan ke wilayah yang lebih luas. Kedua analis keuangan melihat bahwa ISAT-Hutchison dapat mempertahankan semua spektrum, karena bandwidth spektrum 2x45 Mhz di 700 Mhz akan menjadi spektrum 5G yang ideal untuk menyediakan akses internet nirkabel tetap di daerah pedesaan untuk mendukung agenda transformasi digital Indonesia oleh pemerintah. (ym)

Labels: IPTEK

Thanks for reading 5G Diproyeksikan Tumbuh Optimal 5 Tahun Lagi, Ini Syaratnya. Please share...!

Back To Top