Kemenparekraf dan Lakon Indonesia Gelar Busana Gantari di Candi Prambanan

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Nia Niscaya, saat konferensi pers, Selasa, 5 Oktober 2021, terkait Gelaran busana (fashion show) "Gantari: The Final Journey to Java" siap digelar di Candi Prambanan, Yogyakarta, Sabtu, 9 Oktober 2021 



JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Gelaran busana (fashion show) "Gantari: The Final Journey to Java" siap digelar di Candi Prambanan, Yogyakarta. Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Nia Niscaya mengatakan ajang ini sebagai upaya memasarkan produk-produk UMKM.

Dijelaskan, gelaran busana Gantari merupakan kolaborasi antara Kemenparekraf bersama Badan Otorita Borobudur dan Lakon Indonesia yang akan menampilkan 100 koleksi pakaian siap pakai kain hasil karya tangan pengrajin tradisional yang akan diperagakan oleh para model. "Ini adalah sebuah presentasi koleksi siap pakai dari Lakon Indonesia berkolaborasi dengan Jakarta Fashion dan Food Festival (JF3) dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang menggabungkan kreativitas dan keterampilan berbasis budaya Indonesia dengan menggunakan kain nusantara hasil karya tangan pengrajin tradisional berupa batik, jumputan, tenun lurik dari bahan baku serat natural," kata Nia saat konferensi pers virtual, Selasa (5/10/2021).

Menurutnya, pergelaran ini juga merupakan bagian dari peringatan Hari Batik Nasional yang jatuh setiap 2 Oktober. Pihaknya berharap acara ini benar-benar bisa membantu untuk mendorong pelestarian budaya khususnya tekstil tradisional Indonesia yang sudah berhasil diwujudkan dalam berbagai rupa. Tak hanya pada sektor batik dan fesyen, Gantari melibatkan 1.000 pelaku ekonomi kreatif untuk menggiatkan kembali industri kreatif di masa pandemi ini. Kegiatan yang akan dilaksanakan secara hybrid di Kompleks Candi Prambanan itu akan dilaksanakan dengan penonton terbatas dan protokol kesehatan ketat serta akan ditayangkan secara daring di Youtube Kemenparekraf, Lakon Indonesia, dan Instagram Live Pesona Indonesia (@pesonaid_travel) pada hari Sabtu, 9 Oktober 2021 pukul 19.00 WIB.

"Acara diselenggarakan secara terbatas guna menghindari klaster Candi Prambanan. Kapasitas Candi Prambanan 10.000 orang, namun yang hadir 250. Kita menekankan protokol kesehatan mulai dari swab antigen, vaksin, jaga jarak, masker, dan penyiapan tempat cuci tangan serta hand sanitizer,” tutur Nia.

Pendiri Lakon Indonesia, Theresia Mareta mengatakan, pergelaran busana Gantari The Final Journey to Java bukan sekadar merayakan hari batik nasional saja, tetapi juga mengapresiasi budaya yang dimiliki. “Kami ingin menyampaikan semangat bahwa pandemi ini tidak melemahkan, melainkan menyatukan kita untuk dapat bergerak bersama dalam membuat pembaruan yang akan terus menguatkan Indonesia” ungkap dia.

Melalui pagelaran kali ini, Lakon Indonesia juga ingin memberikan penghormatan bagi kaum perempuan yang memiliki peran penting dalam pewarisan nilai budaya dan etika. Serta para seniman tradisional yang telah setia mengabdikan diri bagi dunia seni yang dicintainya. Pihaknya tidak hanya mempresentasikan pakaian atau kain tradisional, tetapi juga mempresentasikan budaya dan tradisi Indonesia yang memiliki nilai yang sangat tinggi dan dalam.

“Tahun lalu juga kami berhasil menggerakkan banyak para pelaku industri kreatif. Kali ini kami juga mengajak lebih banyak lagi pelaku industri kreatif di daerah Jawa di tempat dilangsungkannya acara ini tahun lalu kami sudah berhasil menggunakan 20.000 meter kain yang dijadikan batik dan jumputan hasil karya tangan pengrajin tradisional sehingga ini benar-benar bisa para pengrajin dan UMKM kita, tahun ini kami harapkan kana lebih dari jumlah itu lagi,” ujarnya.

Lakon Indonesia juga mendapat kesempatan untuk berkolaborasi dengan lebih banyak pihak, mulai dari pengrajin, artisan, seniman, desainer Irsan, dan arsitek Adi Purnomo. Dengan demikian diharapkan event ini dapat membawa dampak bagi para pengrajin, UMKM, terutama dalam industri fesyen dan industri kreatif lain sebagai pendukungnya untuk bergerak, terutama di dalam masa pandemi ini.

Ditambahkan, untuk gantari adalah satu kemasan buat kaum perempuan di dunia ini terutama di Indonesia karena kita menyadari bahwa nilai luhur dan etika dalam peradaban manusia dari dulu hingga sekarang dan sampai pada masa yang akan datang. “Jadi nanti akan diwarnai dengan karya-karya yang halus sebagai penanda bahwa banyak mahakarya di dunia ini dihasilkan oleh perempuan. Apakah itu di bersumber dari perempuan atau terinspirasi dari perempuan atau dihasilkan oleh perempuan. Kami pasti memberikan satu ruang untuk seniman tradisional kita karena kita tahu banyak sekali bidang seni yang kita masih miliki saat ini karena adanya mereka benar-benar mengabdikan hidupnya untuk seni yang mereka cintai,” katanya.

Menurutnya, acara ini akan ditonton 250 orang secara langsung, selebihnya masyarakat bisa menyaksikan acara melalui Youtube. “Seluruh rangkaian acara akan berjalan selama 90 menit akan dilangsungkan secara bisa ditonton 250 orang saja di area yang luas , sementara masyarakat luas bisa menyaksikan lewat Youtube,” tegasnya. (ym)

Labels: Gaya Hidup

Thanks for reading Kemenparekraf dan Lakon Indonesia Gelar Busana Gantari di Candi Prambanan. Please share...!

Back To Top