Merger Indosat dan Tri Percepat Pemerataan Jaringan 4G LTE

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (tengah), didampingi Director and Chief Operating Officer Indosat Ooredoo Vikram Sinha (kanan) saat peluncuran layanan 5G Indosat Ooredoo di Jakarta, Kamis, 26 Agustus 2021. Peluncuran ini untuk mendukung revolusi 5G di Indonesia dan mempercepat transformasi digital dan visi kota pintar Jakarta



JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Konsolidasi bisnis antara operator telekomunikasi Indosat Ooredoo dengan Hutchison 3 Indonesia dinilai memberi angin segar bagi proses transformasi digital di Indonesia. Terutama, dalam hal pemerataan jaringan 4G LTE yang merupakan persyaratan mutlak untuk akses internet yang dibutuhkan dalam transformasi digital. Selain itu, aksi korporasi berupa konsolidasi operator diharapkan membantu tugas dan pekerjaan pemerintah dalam menyediakan jaringan 4G LTE, khususnya di daerah yang selama ini tak terjangkau sinyal operator. Terlebih, hingga tahun 2023 mendatang, pemerintah tengah menggenjot pembangunan infrastruktur guna pemerataan jaringan 4G LTE hingga wilayah pelosok nusantara.

Dosen ITB sekaligus Ketua Pusat Studi Kebijakan Industri dan Regulasi Telekomunikasi Indonesia-ITB (Pikerti-ITB), Ian Joseph Matheus Edward mengatakan, permintaan akan akses internet meningkat pesat saat pandemi covid-19. "Baik untuk bersilaturahmi, mempererat ikatan keluarga, pendidikan, dan pembelajaran, perdagangan maupun hiburan,” ujar Ian dalam diskusi terbatas telekomunikasi yang digelar Indonesia Technology Forum (ITF), Rabu (13/10/2021).

Ian menjelaskan, data dari APJII memperlihatkan peningkatan pemakaian akses internet untuk belanja online, hiburan, hingga permainan atau games. Catatan Bank Dunia tahun 2021 menunjukkan, Indonesia merupakan urutan ke-5 paling aktif di dunia maya, di bawah Filipina, Brasil, Thailand dan Kolombia. "Penetrasi internet sendiri telah mencapai 98%. Angka ini melebihi Malaysia, Brunei, Vietnam, dan Filipina. Dengan modal seperti ini, seharusnya operator lebih mudah untuk melakukan ekspansi jaringan 4G LTE," jelasnya.

Menurut Ian, kehadiran jaringan 4G LTE bukan sekadar sebagai penghubung sebuah daerah dengan wilayah lain yang lebih luas, tetapi juga dapat meningkatkan taraf hidup dan perekonomian. "Sehingga konsolidasi ini dapat mempercepat pemerataan pembangunan, khususnya di daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal)" imbuhnya.

Ian juga mencermati Indosat Ooredoo dan Tri memiliki prestasi dalam hal penyediaan akses internet yang sangat baik dibandingkan dengan operator lain selain Telkomsel. Ada tiga pengukuran yaitu kecepatan download, kecepatan upload dan tingat latensi. Capaian Indosat Ooredoo jika dirata-rata berada di posisi kedua setelah Telkomsel. Sementara capaian Tri bila dirata-rata berada di posisi ketiga. Dengan kekuatan konsolidasi ini diharapkan bisa mendekati Telkomsel. Kalaupun ada tantangan, sebenarnya karena coverage area Indosat Ooredoo dan Tri belum seluas dan semasif Telkomsel. Selama ini, baik Indosat Ooredoo maupun Tri umumnya baru memenuhi seputaran Indonesia bagian Barat dan sedikit Indonesia Tengah. "Salah satu bentuk konsolidasi terkait pembangunan jaringan, dengan melakukan relokasi BTS 4G LTE. Namun tidak hanya sekadar memindahkan. Tetapi juga sambil mempelajari karakter di daerah yang akan diekspansi,” ujar Ian.

Mempelajari karakter yang dimaksud adalah agar skala ekonomi, bisnis dan penggunaannya benar-benar memberi manfaat. Konsolidasi dapat mendorong efisiensi dan efektifitas sumber daya yang dimilki keduanya sehingga mampu membangun dengan cakupan yang lebih luas. "Salah satu prasyarat merger adalah harus bersedia melakukan ekspansi ke daerah lain. Pemerintah harus menagih secara rinci pelaksanaan perluasan layanan mereka. Karena lisensi penyelenggaraan telekomunikasi khususnya linsensi seluler 4G/LTE adalah lisensi nasional, sehingga layaknya semua operator menyediakan jaringan di seluruh Indonesia,” tambahnya. (ym)

Labels: IPTEK

Thanks for reading Merger Indosat dan Tri Percepat Pemerataan Jaringan 4G LTE. Please share...!

Back To Top