Minat Masyarakat Membeli Properti Mulai Menggeliat

Rumah.com menggelar webinar prediksi tren hunian pascapandemi di Jakarta Selasa 5 Oktober 2021



JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Survei Rumah.com Consumer Sentiment Study H2 2021 menunjukkan bahwa konsumen sudah kembali berminat untuk melakukan transaksi pembelian properti. Apalagi hunian merupakan kebutuhan pokok. Hanya saja ada beberapa pergeseran sentimen konsumen yang harus disikapi pelaku industri baik para pengembang maupun kalangan perbankan.

"Masyarakat kini mempertimbangkan lebih sedikit faktor ketika mengambil pinjaman rumah, tetapi faktor utama masih sama yaitu besaran angsuran, jangka waktu pinjaman, dan tingkat suku bunga KPR," kata Country Manager Rumah.com Marine Novita dalam webinar untuk mengungkap tren hunian di tengah pandemi dan prediksi pascapandemi sebagai rangkaian Rumah.com dan REI Property Expo di Jakarta Selasa (5/10/2021).

Rumah.com Consumer Sentiment Study adalah survei berkala yang diselenggarakan dua kali dalam setahun oleh Rumah.com bekerja sama dengan lembaga riset Intuit Research, Singapura. Survei ini melibatkan 1.031 responden dari seluruh Indonesia. Hasil survei mengungkapkan melalui fitur seperti kalkulator simulasi KPR, makin banyak responden mengetahui jumlah uang yang dapat disisihkan untuk cicilan. Sebanyak 75% responden kini tahu berapa banyak mereka mampu mengangsur, makin banyak dari periode Consumer Sentiment Study sebelumnya sebanyak 69%. Sementara sebanyak 60% responden menganggap suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) saat ini berada pada level tinggi, naik dibandingkan semester sebelumnya yang dinyatakan oleh 59% responden. Selain itu 88% responden juga kini berharap agar pemerintah mengambil langkah untuk membantu menurunkan suku bunga. "Masih tingginya tingkat suku bunga KPR juga mengakibatkan tingginya besaran angsuran KPR sehingga menjadi hambatan yang dihadapi ketika mengambil KPR. Hal ini dinyatakan oleh sekitar sepertiga responden atau sejumlah 34% responden," kata Marine.

Temuan utama selanjutnya adalah pencarian properti oleh konsumen semakin merata keluar Jakarta. Adanya kebijakan perusahaan untuk menerapkan bekerja dari rumah atau (work from home/WFH) membuat banyak orang menjadi sadar bahwa tidak harus lagi tinggal di kota besar yang hiruk pikuk. Wilayah-wilayah yang dipertimbangkan jika para pencari rumah bisa tinggal di luar Jabodetabek adalah Jawa Barat dinyatakan oleh 46% responden, Bali dinyatakan oleh 22% responden, Yogyakarta dinyatakan oleh 21% responden, Jawa Tengah dinyatakan oleh 16% responden.

Hadir dalam kesempatan itu Deputi Direktur, Departemen Kebijakan Makroprudensial Bank Indonesia Kurniawan Agung, Wakil Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia Hari Ganie, dan Pjs. Kepala Divisi NSLD Bank BTN Hanafi. Menurut Marine, diskusi yang melibatkan segenap pelaku industri perlu terus dilakukan. Sektor properti harus melakukan adaptasi dan inovasi agar lebih cepat mengalami pemulihan. (sd)

Labels: Ekonomi

Thanks for reading Minat Masyarakat Membeli Properti Mulai Menggeliat. Please share...!

Back To Top