Arogya.ai Dorong Pemanfaatan Kecerdasan Buatan di Rumah Sakit

Direktur Utama Rumah Sakit Universitas Indonesia, Dr. dr. Astuti Giantini, Sp. PK (K), MPH bersama Ketua Umum ILUNI UI Andre Rahadian melakukan penandatangan kerja sama di Auditorium lantai 4, RSUI, Kampus UI Depok, Jumat 5 November 2021



JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Untuk membantu mengoptimalkan layanan kesehatan di Indonesia, perusahaan rintisan atau startup lokal Arogya.ai menghadirkan inovasi yang memanfaatkan teknologi artificial intelligence (AI). Inovasi berbasis AI tersebut akan segera diimplementasikan di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) untuk mendukung supply chain dan administrasi rumah sakit.

"Arogya hadir memberikan solusi untuk membantu optimalisasi management supply chain layanan kesehatan di Indonesia. Order manager, inventory manager dan h-commerce yang diciptakan Arogya merupakan AI supply chain layanan kesehatan pertama di Indonesia dan diciptakan di Indonesia untuk layanan kesehatan yang lebih baik,” kata Founder dan CEO Arogya.ai Victor Fungkong saat penandatanganan kerja sama Arogya.ai dengan RSUI dan Ikatan Alumni UI (Iluni UI) di RSUI, Depok, yang juga disiarkan secara daring, Jumat (5/11/2021).

Victor menyampaikan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 2018 juga pernah menyampaikan agar rumah sakit bisa membangun sistem yang terintegrasi dan menjadi smart hospital, yang memanfaatkan teknologi inovatif secara ekstensif untuk meningkatkan kualitas perawatan dan pengalaman pasien sekaligus mengurangi biaya. Dalam konteks smart hospital itu, teknologi AI mampu mendukung manajemen supply chain memaksimalkan administrasi dan operasional rumah sakit. Riset Cardinal Health Survey tentang supply chain rumah sakit juga menyebutkan, 65% responden mengaku mengalami kejadian dokter terpaksa menunda prosedur operasi karena ketidaktersediaan obat dan/atau alat medis yang dibutuhkan karena sistem purchasing kurang optimal.

"Kita juga melihat arus kas rumah sakit dipengaruhi perputaran stok obat-obatan dan peralatan medis. Semakin cepat perputaran stok, semakin lancar arus kas rumah sakit. Namun, seringkali purchasing rumah sakit melakukan proyeksi kebutuhan obat-obatan dan peralatan medis berdasarkan analisis statis, bukan analisis dinamik. Akibatnya, proyeksinya kurang akurat dan mengakibatkan overstock atau understock. Dengan sistem order dan inventory management berbasis AI, manajemen rumah sakit sangat dibantu untuk dapat membuat keputusan pemesanan dan pembelian stok obat-obatan serta peralatan medis dengan akurat,” kata Victor.

Sementara itu Direktur Utama RSUI Astuti Giantini juga menyambut baik kerja sama dengan perusahaan teknologi Arogya.ai. Sebab ia menyadari pentingnya penggunaan teknologi untuk mendukung manajemen rumah sakit dalam meningkatkan layanan kesehatan. "Teknologi AI menghadirkan sistem yang terintegrasi dan lebih efisien. Mulai dari supply chain hingga administrasi, sehingga diharapkan teknologi ini dapat menekan biaya operasional yang lebih besar. RSUI berharap kolaborasi ini dapat berjalan efektif dalam upaya peningkatan layanan kesehatan yang terintegrasi dengan teknologi tinggi,” kata Astuti.

Ketua Umum Iluni UI Andre Rahadian juga menyampaikan, inovasi teknologi di bidang kesehatan merupakan salah satu titik perhatian Iluni. Sebab teknologi memiliki kekuatan besar untuk membantu tugas rumah sakit dan tenaga kesehatan di tengah pandemi. “Melalui Center Iluni 4.0, kami mencoba merangkul Arogya.ai, perusahaan milik alumnus UI, yang diharapkan mampu mengembangkan RSUI sebagai rumah sakit pendidikan,” ujar Andre. (ym)

Labels: IPTEK

Thanks for reading Arogya.ai Dorong Pemanfaatan Kecerdasan Buatan di Rumah Sakit. Please share...!

Back To Top