Intiland Garap Proyek Mixed Use Amesta Living di Surabaya Timur

Direktur Pemasaran Intiland Surabaya Harto Laksono, Vice Chief Executive Officer PT Abdael Nusa   Renny Yolanda dan Direktur Utama GAS Hans Wibisono saat pemaparan proyek Amesta Living di Surabaya, Kamis, 11 November 2021



SURABAYA (IndonesiaTerkini.com)- PT Intiland Development Tbk (Intiland) berkolaborasi dengan PT Abdael Nusa melalui pengembang properti PT Graha Abdael Sukses (GAS) mengembangkan Amesta Living, sebuah kawasan mixed-use terpadu seluas 60 hektare di Surabaya Timur.

Vice Chief Executive Officer PT Abdael Nusa Renny Yolanda Vice mengatakan, dari total lahan seluas 60 hektare, rencananya seluas 10 hektare diperuntukkan untuk hunian dan bisa dibangun sebanyak 700 unit rumah tapak. Untuk tahap awal, rencananya akan dibangun 300 unit rumah mulai harga Rp 800 juta per unit. Adapun investasi untuk tahap pertama ini Rp 300 miliar. "Pembangunan unit rumah sudah dimulai awal tahuh ini dan telah menyelesaikan tiga unit rumah contoh. Kami targetkan serah terima unit bisa dilakukan pada kuartal IV 2023. Kami sudah mulai memasarkannya, animo pasar cukup tinggi dan saat ini sedang persiapan NUP yang akan kami adakan tahun ini," kata Renny, di Surabaya, Kamis (11/11/2021).

Dikatakannya, Amesta Living yang berlokasi di Nol Outer East Ring Road Surabaya Timur menyediakan beragam kebutuhan properti, mulai dari hunian, small office home office (SOHO), ritel, komersial, hingga lifestyle mall. "Segera setelah residensial selesai akan dilanjutkan komersial, bisnis, ritel, apartemen dan lainnya untuk memenuhi kebutuhan para penghuninya," kata Renny.

Menurut Renny, dalam kolaborasi joint investment yang kali ini dengan komposisi Intiland 55% dan Abdael Nusa 45% bukan hal baru. Tahun 2003, kolaborasi telah dilakukan untuk pengembangan salah satu klaster hunian eksklusif di kawasan perumahan Graha Famili Surabaya. Pengembangan Amesta Living menjadi bentuk sinergisitas strategis antara dua pengembang properti yang memiliki rekam jejak dan pengalaman sukses mengembangkan proyek-proyek properti. Kolaborasi ini menggabungkan pengalaman, kekuatan sumber daya, serta kesamaan visi untuk menghadirkan properti-properti terbaik bagi masyarakat. "Kolaborasi dalam pengembangan Amesta Living didasari oleh kesamaan visi dan core values terhadap pengembangan sebuah kawasan untuk memberikan well-being bagi para penghuni. Ini adalah proyek idealisme dan kami memikirkan secara detil seluruh aspeknya untuk membantu masyarakat memiliki hunian yang nyaman dan terjangkau,” terang Renny.

Direktur Pemasaran Intiland Surabaya Harto Laksono menjelaskan, pengembangan Amesta Living merupakan langkah ekspansi strategis Intiland untuk memperkuat pasar properti di Surabaya. Kolaborasi ini sekaligus mengantisipasi pesatnya perkembangan kawasan dan pertumbuhan pasar properti di Surabaya Timur. "Lewat kolaborasi ini, kami ingin menghadirkan sebuah pengembangan kawasan hunian dan komersial terpadu yang lokasinya strategis, memiliki rencana pengembangan yang baik, serta dibangun dengan konsep sustainable living. Amesta Living kami harapkan dapat menjadi solusi kebutuhan masyarakat terhadap sebuah kawasan hunian berwawasan lingkungan yang memenuhi beragam kebutuhan untuk tinggal, bekerja, beraktivitas, dan bersosialiasi dengan baik,” kata Harto.

Dikatakan, Intiland menilai Surabaya Timur merupakan kawasan yang berkembang pesat seiring pembangunan infrastruktur jalan dan fasilitas publik. Perkembangan tersebut menjadikan kawasan Surabaya Timur sebagai magnet bagi banyak konsumen dan investor properti, khususnya yang menginginkan produk-produk properti yang lebih terjangkau. "Potensi pasar kawasan Surabaya Timur sangat baik dengan tingkat kebutuhan masyarakat terhadap fasilitas hunian terus meningkat. Kami optimistis Amesta Living akan sukses dan manjadi solusi kebutuhan masyarakat terhadap kawasan hunian yang ideal,” papar Harto.

Sementara itu Direktur Utama GAS Hans Wibisono menambahkan, Amesta Living dibangun dengan mengusung konsep pendekatan biophilic design. Konsep ini mementingkan terciptanya harmoni antara manusia dengan alam, membentuk lingkungan sehat yang mendorong kreativitas dan hidup dengan lebih produktif. Pada pengembangan awal sebanyak 300 unit rumah compact dua lantai yang terbagi ke dalam berbagai tipe ukuran. Pertama, tipe Nora yang memiliki luas lahan 40 meter persegi dengan luas bangunan 53 meter persegi. Pilihan kedua, tipe Sora yang hadir dengan dua pilihan, yakni unit standard dengan luas lahan 50 meter persegidan luas bangunan 57 meter persegi atau unit Deluxe yang memiliki luas lahan 60 meter persegi dengan luas bangunan 63 meter persegi. "Menyasar segmen konsumen dari kaum milenial, keluarga muda dan pembeli rumah pertama, rumah-rumah di Amesta Living mengusung konsep desain Japandi (Japan dan Skandinavia)," terang Hans. (pr)

Labels: Ekonomi

Thanks for reading Intiland Garap Proyek Mixed Use Amesta Living di Surabaya Timur. Please share...!

Back To Top