Kuartal III, Premi KSK Insurance Tumbuh 26%

Jajaran direksi KSK Insurance Indonesia



JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- PT KSK Insurance Indonesia membukukan pendapatan premi mencapai Rp 375,62 miliar atau tumbuh 26,59% secara tahunan (year on year/ yoy) hingga kuartal III-2021. Lini bisnis asuransi properti, asuransi kendaraan bermotor, dan asuransi kesehatan dan kecelakaan diri (personal accident/PA) masih menjadi kontributor terbesar. Mengacu pada laporan keuangan kuartal III-2021 KSK Insurance, premi bruto juga masih mampu tumbuh 25,44% (yoy) menjadi Rp 281,77 miliar.

Di samping itu, klaim bruto perseroan relatif susut 12,64% (yoy) menjadi Rp 161,24 miliar. Berikut dengan klaim reasuransi tercatat Rp 100,59 miliar atau turun 23,90% (yoy), perseroan berhasil menjaga beban underwriting tumbuh 17,71% menjadi sebesar Rp 63,67 miliar. Dengan begitu, hasil underwriting dicatatkan sebesar Rp 91,97 miliar atau tumbuh 34,51% (yoy). Alhasil, laba bersih KSK Insurance dibukukan sebesar Rp 11,80 miliar atau berbalik positif dibandingkan periode sama tahun sebelumnya rugi sebesar Rp 2,73 miliar.

“Kami sudah beroperasi selama 33 tahun. Kami masih bisa dan dapat tumbuh melihat penetrasi asuransi di Indonesia relatif rendah. Kami tidak hanya terus tumbuh, tapi komitmen memberikan manfaat kepada masyarakat lewat berbagai inovasi,” kata President Director KSK Insurance Dato’ Sharifuddin bin Abdul Wahab, Kamis (4/11/2021).

Dia mengungkapkan, sejumlah lini bisnis perusahaan memang ikut terdampak pandemi Covid-19, tapi lini bisnis lainnya masih mampu tumbuh positif. Hal itu tidak terlepas dari kontribusi dari kanal pemasaran agen, broker, dan direct yang masing-masing menyumbang 52%, 47%, dan 0,10% terhadap premi bruto perusahaan. Tahun 2020, portofolio lini bisnis perusahaan sebesar 38% dari asuransi kendaraan bermotor, 36% asuransi properti, 11% asuransi kesehatan, 6% asuransi marine cargo, 5% asuransi engineering, dan 3% asuransi aneka. Posisi itu sedikit bergeser pada 2021 dengan kontributor terbesar saat ini adalah asuransi properti sebesar 33,5%. Sedangkan asuransi kendaraan bermotor susut menjadi 30%, asuransi kesehatan dan kecelakaan diri hampir 18%, asuransi engineering naik menjadi 8%, asuransi marine cargo stagnan di posisi 6%, dan asuransi aneka turun jadi 2,5%.

Hal senada ditegaskan Finance Director KSK Insurance Suharjo Lumbanraja yang menerangkan pertumbuhan bisnis perusahaan utamanya disokong oleh lini asuransi properti dan engineering. Sedangkan asuransi kendaraan bermotor sedikit menurun sebagai dampak dari pandemi Covid-19 atas produksi dan penjualan kendaraan. “Terjadi perubahan komposisi portofolio, memang sebelum tahun 2020 porsi asuransi kendaraan bermotor itu bisa mencapai 40%. Namun ketika pandemi Covid-19, produksi kendaraan bermotor itu menurun tajam, termasuk penjualan kendaraan bekas. Ini menjadi faktor adanya penurunan porsi asuransi kendaraan bermotor di KSK Insurance,” ucap dia.

Sementara itu, Marketing Director KSK Insurance Eny Handayani menuturkan, sumber bisnis perusahaan berasal dari kanal broker dan agen, sedangkan kontribusi direct masih relative kecil. “Bisnis asuransi kendaraan bermotor memang relatif melambat tapi hal itu tidak mempengaruhi hubungan perusahaan dengan agen maupun broker untuk bisa kembali tumbuh di masa mendatang,” ujar dia.

Eny mengatakan, pihaknya akan terus memaksimalkan potensi dari peran agen dan broker tersebut. Dalam hal ini, ceruk untuk para agen dan broker melakukan cross selling masih sangat terbuka.

Properti dan Kesehatan

Di sisi lain, KSK Insurance juga terus berupaya menangkap peluang di lini bisnis asuransi properti serta asuransi kesehatan dan kecelakaan diri. Untuk asuransi properti, Dato Sharifuddin mengungkapkan, pihaknya akan mendorong kontribusi dari sektor rumah tapak dengan menggandeng sejumlah bank.

“Porsi asuransi properti dari rumah tapak kecil karena banyak disodorkan langsung dari bank sebagai penyelenggara KPR. Tapi sampai saat ini kita sudah masuk sebagai salah satu opsi asuransi properti dari sebanyak sembilan bank dan akan terus bertambah. Hal itu dipercaya akan meningkatkan kontribusi dari sektor rumah tapak untuk asuransi properti, termasuk peluang dari sektor ruko dan segmen ritel lainnya,” jelas dia.

Harjo pun mengatakan, saat ini kontribusi premi asuransi properti dari rumah tapak masih kurang dari 10%. Lebih banyak properti yang bersifat komersial dan industrial. Termasuk di dalamnya adalah mall, apartemen, perkantoran. Sementara industrial terkait dengan gedung pabrik atau gedung di kawasan industri.

Sementara untuk asuransi kesehatan dan kecelakaan diri, perseroan sangat berharap kanal agen dan broker bisa lebih kontributif mengingat ekonomi yang kian bergeliat dan mulai meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap asuransi. Sampai saat ini, kanal broker masih menjadi kanal terbesar dari produksi premi asuransi kesehatan dan kecelakaan diri. (sd)

Labels: Ekonomi

Thanks for reading Kuartal III, Premi KSK Insurance Tumbuh 26%. Please share...!

Back To Top