Prancis Bantu BKKBN Atasi Stunting

Duta Besar Prancis untuk Indonesia Olivier Chambard



JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Duta Besar Prancis untuk Indonesia Olivier Chambard menyatakan akan membantu Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengatasi permasalahan stunting (kekerdilan) dan kesehatan reproduksi pada perempuan. Pada tahap bilateral, Kedutaan Besar Prancis selalu menyambut baik kerja sama multilateral dengan otoritas Indonesia dan badan-badan PBB terkait.

"Misalnya, pada topik yang sangat akrab dengan BKKBN, kami sedang menjajaki upaya bersama UNFPA untuk mengelaborasi buku teks tentang kesehatan seksual dan reproduksi untuk Sekolah Menengah Atas Indonesia,” kata Olivier, di Jakarta, Kamis (18/11/2021).

Olivier menjelaskan, pihaknya selalu berkomitmen dan menerapkan upaya serupa dalam bidang pengurangan permasalahan malnutrisi seperti stunting.

Menurut Olivier, stunting membutuhkan strategi yang tidak hanya terbatas pada makanan saja, tetapi juga mencakup kesehatan, lingkungan yang bersih, sehat, dan perawatan kesehatan untuk ibu dan anak. Untuk mengatasi permasalahan itu, berbagai cara seperti kerja sama ilmiah, pelatihan bersama ahli dan pengembangan proyek di bidang medis dan kebijakan publik dapat diwujudkan bersama Indonesia. “Komitmen Prancis berkontribusi dalam penurunan kekerdilan melalui pemenuhan nutrisi yang baik bagi ibu dan anak, terlihat pada beberapa proyek. Misalnya, di Laos dengan meningkatkan status nutrisi 480 penduduk desa di Laos,” ujar dia.

Deputi Bidang Pelatihan, Penelitian dan Pengembangan BKKBN Muhammad Rizal M Damanik mengapresiasi itikad baik tersebut dan akan berusaha menjaga hubungan dengan Prancis untuk mengatasi kekerdilan di Indonesia. “Kami berharap melalui acara ini, BKKBN dan Kedutaan Besar Perancis dapat membangun hubungan dan kerjasama yang baik, terutama dalam rangka pengembangan sumber daya manusia Indonesia, termasuk pengurangan kasus kekerdilan,” kata dia.

Menurut Rizal, memastikan nutrisi yang tepat merupakan kunci untuk mengoptimalkan kesehatan anak perempuan, ibu hamil, ibu, dan bayi baru lahir. Oleh sebab itu intervensi harus direncanakan sesuai dengan siklus hidup manusia, termasuk periode pra-kehamilan. Gizi yang tidak memadai untuk ibu hamil dapat berpengaruh pada kesehatan ibu dan anak. Hal tersebut dapat menyebabkan kematian pada ibu, kelahiran prematur, keguguran dan kekurangan gizi. “Oleh karena itu, intervensi dini yang menargetkan perempuan dan remaja putri terutama mereka yang berada dalam posisi rentan sangat penting,” kata Rizal.

Sebelumnya dalam rangka menjalankan amanah Peraturan Presiden 72/2021, pemerintah Indonesia telah menargetkan angka kekerdilan turun menjadi 14% pada tahun 2024. Untuk dapat mencapai angka tersebut, pemerintah harus menurunkan sebesar 2,7% setiap tahun dan membutuhkan kerja sama dari semua pihak supaya angka itu terus mengalami penurunan. (ym)

Labels: Kesehatan

Thanks for reading Prancis Bantu BKKBN Atasi Stunting. Please share...!

Back To Top