Sambut Era Metaverse, Yelooo Integra Datanet Gandeng Kioson

Microsoft menyatakan pengguna perangkat lunak kolaboratif Teams akan dapat tampil sebagai avatar virtual di ruang kerja fantasi. (Foto: MIcrosoft)



JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- PT Yelooo Integra Datanet Tbk (YELO) resmi menggandeng PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS) dalam rangka membangun infrastruktur metaverse di Indonesia. Metaverse sendiri dapat diartikan sebagai realitas digital yang menggabungkan aspek sosial, game, augmented reality (AR), virtual reality (VR) dan cryptocurrency. Para pengguna di dalamnya bebas berinteraksi secara virtual, melakukan pertemuan, bekerja, maupun bermain. Untuk itu, dibutuhkan koneksi internet yang cepat dan lancar.

Direktur Utama Yelooo Integra Datanet Wewy Suwanto menjelaskan, infrastruktur internet menjadi hal yang krusial dalam mempersiapkan pengusaha UMKM dalam menyongsong era teknologi metaverse. Untuk itulah, kedua perusahaan menjalin kerja sama untuk mengkolaborasikan expertise masing-masing dalam dunia digital. “Dalam dunia teknologi metaverse di negara maju, infrastruktur internet bukan lagi masalah. Sedangkan di negara berkembang seperti Indonesia, terutama di kota tier-2 dan tier-3, masih menjadi isu yang belum tuntas karena luasnya kondisi geografis. Perseroan berkomitmen membangun infrastruktur internet berbasis fiber optic dengan kecepatan tinggi dan biaya yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat” jelasnya dalam keterangan resmi, Kamis (25/11/2021).

Wewy menambahkan, metaverse dapat menjadi pasar yang nilainya mencapai US$ 8 triliun sekaligus berpotensi menjadi platform media sosial, streaming, dan game generasi berikutnya. Melihat peluang tersebut, akses internet cepat dengan biaya terjangkau akan menjadi kebutuhan. “Penduduk desa di tier-2 dan tier-3 pun bisa memperoleh layanan seperti, e-learning, digital marketing, e-medicine, e-agriculture, dan masih banyak lagi. Semua infrastruktur ini akan mendukung teknologi metaverse di masa depan,” ujarnya.

Lebih lanjut, mengutip ucapan analis dari Wall Street Morgan Stanley yang menyebutkan, bahwa metaverse mempunyai potensi yang besar di masa mendatang.

Sementara itu, Direktur Utama KIOS Andrew memaparkan, ada beberapa tantangan lain dari metaverse. Menurutnya, teknologi tersebut kelak membutuhkan adanya smartware house and logistic yang saat ini juga tengah dikembangkan oleh KIOS. “Ini selaras dengan komitmen perseroan dalam membangun ekosistem pergudangan berbasis teknologi sehingga dapat mendukung UMKM di Indonesia melalui metaverse dan infrastruktur smart warehouse milik Kioson. Melalui perpaduan infrastruktur internet cepat YELO dan Smart Gudang KIOS, UMKM akan dipersiapkan serta dilatih untuk menghadapi transisi ke teknologi online di masa akan datang,” kata dia.

Adapun sebelumnya, Kioson belum lama ini merambah bisnis GudangPintar untuk kembangkan e-fulfillment guna mendukung Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Kali ini KIOS akan meluncurkan 100 GudangPintar untuk menggarap pasar UMKM di Jawa Timur. GudangPintar merupakan sebuah ekosistem digital dalam bentuk layanan berbasis Gudang yang menjadi solusi logistik bagi para mitra ritel secara cepat dan efisien dalam memenuhi kebutuhan order kepada para pelanggan secara online to offline (O2O).

Roby Tan selaku Direktur KIOS, mengungkapkan, sangat senang dapat terus menambah GudangPintar di berbagai wilayah di Indonesia. Saat ini KIOS secara bertahap akan membangun 100 GudangPintar di Jawa Timur. “Adapun sebagai tahap awal kami sedang mempersiapkan empat gudang di Jawa Timur di Kabupaten Nganjuk, Mojokerto, Ngawi, dan Malang. Tujuannya adalah agar KIOS dapat terus mendukung dalam digitalisasi UMKM di Indonesia melalui GudangPintar ini,” pungkas Roby. (ym)

Labels: IPTEK

Thanks for reading Sambut Era Metaverse, Yelooo Integra Datanet Gandeng Kioson. Please share...!

Back To Top