Link Net Optimistis Capai Pertumbuhan High Single Digit

(Ki-Ka) Kusnuryono Wahyu Widodo, Head of Business Unit 4 (Centra Java) PT Link Net Tbk, Johannes (Chief Financial Officer PT Link Net Tbk), Yosafat Hutagalung (Chief Human Capital Officer PT Link Net Tbk), Victor Indajang (Deputy CEO dan Chief Operation Officer PT Link Net Tbk), Ahyani (Sekretaris Daerah Kota Solo), dan Arif Handoko (Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setda Kota Solo



JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- PT Link Net Tbk (LINK) optimistis akhir tahun ini dan tahun depan bisa mencapai pertumbuhan kinerja high single digit. Kinerja pendapatan terutama ditopang oleh pertumbuhan di segmen residensial seiring kenaikan jumlah pelanggan residensial yang berasal dari perumahan dan apartemen.

”Proyeksi kita akan tumbuh high single digit dibandingkan tahun 2020, didukung oleh adanya jumlah pelanggan residensial yang cukup besar terutama berasal dari perumahan dan apartemen. Proyeksi kinerja untuk tahun 2022 kami perkirakan bahwa pertumbuhan Link Net akan tumbuh high single digit," ujar Sekretaris Perusahaan Link Net Johannes dalam paparan publik perseroan, Senin (13/12/2021).

Kontribusi pendapatan, sebut Johannes, mayoritas memang berasal dari segmen residensial yang mencapai 80%, lalu sisanya oleh enterprise sebesar 20%. Link Net Enterprise berfokus untuk memperkuat kemitraan dengan bisnis dan organisasi yang mengalami dampak minimum dari pandemi Covid-19, termasuk di dalamnya adalah sektor e-commerce. Untuk mendukung pencapaian target, emiten penyedia layanan televisi kabel dan internet tersebut berharap belanja modal atau capital expenditure (capex) tahun ini bisa terserap 95%-97% dari besaran alokasi Rp 3,1 triliun. Hingga saat ini, capex mayoritas sudah digunakan untuk proyek migrasi dan business as usual. "Untuk migrasi Link Net sudah kita budget Rp 2,5 triliun sejak tahun 2020 sampai proyeksi selesai di tahun depan,” tegas Johannes.

Tahun depan, perseroan akan mengalokasikan capex yang besarannya agak sama yakni Rp 3,07 triliun yang berasal sebagian besar dari kas internal. Diantaranya, untuk ekspansi ke dua kota baru di Sukabumi dan Purwokerto, penambahan 200.000 homed passes. "Sebagian lagi untuk pembelian customer promise equipment seperti modem dan WiFi router yang berada di rumah pelanggan. Lalu untuk migrasi juga dari tiang PLN ke tiang Link Net dan update, serta perawatan,” tambah Johannes.

Presiden Direktur dan CEO Link Net Marlo Budiman mengatakan, penyelesaian migrasi Link Net di tahun depan dapat memberikan dampak hingga 3,6% ke level EBITDA dan juga laba bersih perseroan. "Karena 3,6% itu adalah revenue sharing yang Link Net bayarkan kepada ICON+ dari top line revenue, tentunya setelah kita dapat 100% dari independency terhadap tiang-tiang tersebut tidak ada lagi ada pembayaran revenue sharing. Tentunya ini setelah migrasi dilakukan sepenuhnya,” katanya.

Lebih lanjut, untuk mencapai target kinerja di tahun depan, perseroan akan menggalakkan paket combo, seperti Combo Pop yang sudah diluncurkan sejak Juni 2021. Paket ini menjawab kebutuhan pelanggan akan bandwith yang lebih besar. Link Net juga akan meluncurkan produk inovasi baru, seperti First Plus yang merupakan layanan over the top (OTT) Combo dengan menggandeng tiga penyedia OTT yakni Viu, CatchPlay, dan GoPlay. "Kami kedepannya akan fokus di bisnis fixed broadband karena secara market di Indonesia penetrasinya masih di kisaran 14%-15%, ini market blue ocean yang Link Net bisa masukkan ke kota-kota baru seperti contoh di tahun 2021 kita hanya ada di 23 kota, 20-nya di Jawa dan 3 kota di Medan, Bali, Batam. Strategi Link Net ke depan 3-5 tahun adalah memasuki semua kota besar di Pulau Jawa,” ungkapnya.

Beberapa kota yang sudah dijangkau Link Net adalah Jabodetabek, Serang, Cilegon, Bandung, Cirebon, Semarang, Solo, Yogyakarta, Tegal, Surabaya, Gresik, Kediri, Sidoarjo, Malang, dan Bali. Tak berhenti sampai di situ, Link Net juga berencana menambah 200.000 home passes dan memigrasi 100.000 tiang pada 2022. Pada tahun lalu, Link Net telah memigrasi 65.100 tiang dan sudah menjangkau 2,68 juta homed passes per akhir 2020. (sd)

Labels: Ekonomi

Thanks for reading Link Net Optimistis Capai Pertumbuhan High Single Digit. Please share...!

Back To Top