Penutupan Perdagangan 2021, BEI Cetak Sejarah Baru

Direktur Utama BEI Inarno Djajadi, saat penutupan perdagangan BEI, Kamis, 30 Desember 2021. (Foto: Istimewa)



JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Pandemi covid-19 tidak menjadi halangan bagi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk terus mengembangkan industri pasar modal Indonesia. Komitmen itu ditunjukan dengan berbagai dukungan stakeholders, anggota bursa (AB) maupun pada emiten dan calon emiten.

Direktur Utama BEI Inarno Djajadi mengatakan, dalam rangka mendukung pengembangan industri pasar modal di tengah pandemi, BEI memberikan sejumlah dukungan kepada stakeholders. Dukungan tersebut, diberikan kepada AB sebagai bentuk dukungan pengembangan migrasi protokol baru. "Dukungan juga diberikan kepada perusahaan tercatat dan calon berupa relaksasi Initial Listing Fee (ILF), serta dukungan pengembangan pasar untuk kegiatan edukasi atau inklusi. Total anggaran yang digunakan untuk pemberian dukungan tersebut mencapai Rp 30 miliar," jelas Inarno dalam konferensi pers penutupan perdagangan BEI, Kamis (30/12/2021).

Sepanjang periode 2021, kata Inarno, EI berhasil mencetak penggalangan dana melalui penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO) saham. "Hingga akhir 2021, ada 54 perusahaan yang berhasil melantai di BEI dengan perolehan dana mencapai Rp 62,61 triliun. Ini, tertinggi dalam sejarah BEI," jelasnya.

Bahkan, lanjut Inarno, BEI menjadi bursa domestik dengan rekor pencatatan tertinggi di kawasan Asia Tenggara. Tren positif tersebut, diharapkan oleh Inarno, bisa terus berlanjut dan melengkapi 766 perusahaan yang sudah tercatat di BEI. "Sejauh ini, BEI sudah mengantongi 26 IPO saham yang masih dalam proses," ujarnya.

Selain itu, lanjut Inarno, dalam rangka pengembangan pasar modal yang berkesinambungan, BEI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan SRO turut secara aktif mengedepankan program terkait dengan Ekonomi Hijau atau Environmental, Social and Governance (ESG). "Program ini, meliputi fasilitas penerbitan green bond, reksa dana yang diperdagangkan di Bursa dengan tema ESG, penerbitan indeks bertema ESG, efisiensi sarana pelaporan secara elektronik (paperless), peluncuran IDX Microsite ESG serta rangkaian kegiatan edukasi dan kolaborasi bersama seluruh stakeholders untuk mengakselerasi program ekonomi hijau," ujarnya.

BEI juga meluncurkan sejumlah inisiatif seperti peluncuran Decision Support System (DSS) Tahap II pada 19 Januari 2021 untuk menyediakan aplikasi yang dapat membantu OJK dan SRO dalam menganalisis data serta mengambil keputusan. Lalu, peluncuran Klasifikasi Industri Baru (IDX-IC) pada 25 Januari 2021 yang selanjutnya menjadi acuan klasifikasi perusahaan tercatat bagi investor. Diikuti, dengan peluncuran aplikasi Whistleblowing System (WBS) sebagai sarana pelaporan informasi bagi publik terkait tindakan yang bertentangan dengan tata kelola perusahaan. Dalam rangka meningkatkan kepercayaan stakeholders, BEI telah berhasil memperoleh sertifikasi ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP), berdasarkan audit yang dilaksanakan pada bulan Desember 2021 oleh Lembaga Sertifikasi British Standards Institution (BSI).

Beberapa produk lainya yang diluncurkan oleh BEI pada tahun ini yakni, enhancement e-IPO, indeks IDX-MES BUMN 17, Enhancement SPPA terkait kuotasi Dealer Utama dan penyempurnaan UX sistem, serta Daftar Efek Bersifat Ekuitas dalam Pemantauan Khusus (Notasi Khusus X). BEI juga telah melaksanakan penyesuaian metodologi pembobotan indeks, yang sebelumnya menggunakan Capped Adjusted Free Float Market Capitalization menjadi berdasarkan free float dan telah dilakukan secara bertahap sejak Juni 2021 hingga Mei 2022. Inisiatif terbaru lainnya, yakni penyesuaian mekanisme perdagangan efek bersifat ekuitas melalui penyesuaian mekanisme pre-closing dan penutupan kode broker yang telah resmi diberlakukan sejak 6 Desember 2021. Serta, penerbitan perubahan peraturan I-A yang diharapkan dapat memperluas akses kepada calon perusahaan tercatat untuk menggalang dana melalui pasar modal dengan tetap memperhatikan kepentingan investor. (sd)

Labels: Ekonomi

Thanks for reading Penutupan Perdagangan 2021, BEI Cetak Sejarah Baru. Please share...!

Back To Top