Solusi Gangguan Pendengaran dan Penglihatan Hadir di Solo

Grand Opening Kasoem Vision Care dan Kasoem Hearing Center di Kota Solo, Sabtu, 11 Desember 2021



SOLO (IndonesiaTerkini.com)- Kasoem Group kembali hadir di Solo, Jawa tengah melalui brandnya Kasoem Vision Care dan Kasoem Hearing Center sebagai solusi menangani gangguan pendengaran dan penglihatan, di Jalan Brigjen Katamso Nomor 64. Kehadiran ini menjadi momentum manis kembalinya Kasoem Group ke Kota Solo setelah 40 tahun lalu sempat membuka toko yang kedua di kota ini.

“Saya berharap dengan hadirnya Kasoem group di sini bisa menjadi salah satu rujukan bagi dokter mata dan dokter THT, termasuk juga untuk masyarakat Solo dan sekitarnya dalam membantu mengatasi masalah gangguan penglihatan dan pendengaran,” kata Deputy CEO Kasoem Group, Trista Mutia Kasoem dalam Grand Opening Kasoem Vision Care dan Hearing Center, Sabtu (11/12/2021).

Trista mengatakan ketatnya standar pemeriksaan dan canggihnya peralatan yang digunakan Kasoem Vision Care dan Kasoem Hearing Center dalam menganalisa gangguan penglihatan dan pendengaran pasiennya, merupakan poin utama yang layak dipertimbangkan oleh para tenaga medis. Kasoem Vision Care adalah vision care pertama di Indonesia yang memiliki pemeriksaan lengkap. Pengunjung bisa memeriksakan mata lengkap seperti pemeriksaan lapang pandang, pemeriksaan kontra sensitivitas, pemeriksaan binokuler, pemeriksaan strabismus, pemeriksaan buta warna dan screening low vision, serta pemeriksaan lensa kontak Rigid Gas Permeable (RGP). "Sedangkan Kasoem Hearing Center adalah one stop solution untuk masalah gangguan pendengaran yang dialami oleh anak anak maupun dewasa. Pemeriksaan untuk anak anak, dewasa hingga orang tua termasuk pemberian solusi alat bantu dengar yang tepat hingga rehabilitasi AVT untuk anak anak kini tersedia di Kota Solo ini," papar Trista, Minggu (12/12/2021).

Trista menyebutkan, menurut data Riset Kesehatan Dasar tahun 2013, gangguan pendengaran dan gangguan penglihatan memiliki dampak serius ke penderitanya. Disebutkan sekitar 4,6 % dari total populasi penduduk Indonesia memakai kacamata refraksi atau kacamata minus, dan saat ini sekitar 10% dari 66 juta anak usia sekolah (5-19 tahun) mengalami gangguan mata akibat kelainan refraksi. "Masalah ini akan sangat mengganggu anak-anak meraih prestasi dengan optimal di sekolahnya dan tentu saja masa depan mereka, itulah pentingnya dilakukan deteksi dini," ujar Trista.

Sementara menurut WHO diperkirakan, 1 dari 4 orang di dunia bisa mengalami gangguan pendengaran pada tahun 2050. Pernyataan ini disampaikan WHO di laman resminya, 2 Maret 2021, berdasarkan laporan penelitian yang dirilis di hari yang sama. Dalam lampiran itu disebutkan pada tahun 2050 diperkirakan 2,5 miliar orang berpotensi memiliki gangguan pendengaran dengan tingkat tertentu, di antara 700 juta dari jumlah itu akan membutuhkan bantuan alat pendengaran dan layanan rehabilitasi.

"Gangguan pendengaran memiliki dampak serius khususnya kepada anak anak, karena jika terlambat diatasi dapat menyebabkan keterlambatan perkembangan bicara, komunikasi, dan pemahaman bahasa. Ini tentu akan sangat berpengaruh pada kehidupan sosial anak tersebut nantinya. ujar Ketua Perhati Solo Raya Putu Wijaya di sela sela Grand Opening Kasoem Hearing Center.

Acara grand opening ini kian semarak dengan aksi sosial sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility) Kasoem kepada masyarakat. Bersama kitabisa.com, Kasoem memberikan pemeriksaan dan pemberian kacamata gratis bagi 100 pengemudi ojek online. Selain itu sebanyak 10 alat bantu dengar juga disumbangkan kepada komunitas DFSR (Deaf Family Solo Raya). Pemberian hibah itu, menurut Trista, sesuai dengan value Kasoem, yaitu HELP. “Kami berharap ke depan Kasoem Group bisa menjadi partner dalam memberikan solusi terbaik untuk masalah pendengaran dan penglihatan di Solo dan sekitarnya,” pungkas Trista. (pr)

Labels: Ekonomi

Thanks for reading Solusi Gangguan Pendengaran dan Penglihatan Hadir di Solo. Please share...!

Back To Top