Lock Up Dibuka, Saham Bukalapak Terus Menguat

Pembeli Prioritas memperlihatkan aplikasi Bukalapak yang menawarkan fasilitas baru Gratis Ongkir dan Gratis Streaming, di Jakarta, Kamis (23/1/2020). Selain gratis streaming, Bukalapak juga memberikan fasilitas Ongkir Gratis, Cashback 3% , Prioritas Complain, Akses BukaNonton termasuk Gratis Voucher Streaming Video dan Film pada Vidio kepada pembeli Prioritas



JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Setelah periode lock up dibuka, harga saham PT BukalapakTbk (BUKA) terpantau terus mengalami penguatan. Investor asing tercatat banyak memburu saham BUKA. Analis pasar modal menilai, kenaikan disebabkan sentimen positif IPO PT GoTo Gojek Tokopedia dan murahnya harga saham BUKA.

Analis Kanaka Hita Solvera, Andhika Cipta Labora mengatakan, tingginya minat para investor seiring dengan harga saham BUKA yang dinilai sudah terdiskon cukup besar, sehingga menarik untuk kembali mengakumulasi saham BUKA. Selain itu, sentimen IPO perusahaan yang sejenis yakni GoTo juga jadi katalis positif. "Secara teknikal saham BUKA berpotensi untuk kembali melanjutkan penguatan ke level 410,” jelas Andhika, Selasa (29/3/2022).

Untuk diketahui, berdasarkan data RTI hingga akhir penutupan perdagangan Selasa (29/3) harga saham BUKA terpantau berada di level 346 atau naik 12 poin (3,59%). Disisi lain, saham GoTo juga memberlakukan kebijakan periode lock up pada sahamnya setelah IPO kelak, hal ini bertujuan untuk menjaga kestabilan harga dan menunjukan nilai sebenarnya dari perusahaan.

Andhika mengatakan, GoTo saat ini memiliki posisi sebagai market leader dengan ekosistemnya yang cukup luas. "Oleh karena itu, investor akan lebih memburu saham GoTo yang membuat pergerakan harga berpotensi alami kenaikan,” ujar Andhika.

Lebih lanjut, media juga diramaikan dengan proyeksi dari harga tetap GoTo pada kisaran Rp Rp 316 hingga Rp 346 per saham.

Menurut Andhika, apabila menggunakan metode Price To Book Value (PBV), nilai buku saham saham GoTo diperoleh dari total ekuitas dibagi jumlah saham tercatat. Berdasarkan prospektus, GoTo mencatat total ekuitas senilai Rp 130 triliun dan jumlah saham 1,19 triliun saham, sehingga nilai buku GoTo senilai Rp 109. “Dengan demikian PBV saham IPO GoTo berkisar 2,89x – 3,17x. Berdasarkan PBV tersebut, GoTo menurut kami tidak terlalu mahal dalam harga IPO,” kata dia.

Ia menyampaikan, prospek saham GoTo menjadi menarik karena memiliki ekosistem luas yang terbentuk dari Gojek, GoPay, Tokopedia, GoTo Financial, dan Bank Jago yang sudah memiliki posisi yang cukup mapan dalam persaingan di sektor masing-masing. (ym)

Labels: Ekonomi

Thanks for reading Lock Up Dibuka, Saham Bukalapak Terus Menguat. Please share...!

Back To Top