Astra Life Targetkan Masuk Top 10 Industri Asuransi Nasional

Ilustrasi Astra Life (Foto: astralife.co.id)



JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- PT Asuransi Jiwa Astra (Astra Life) tumbuh agresif sejak 2014 sampai dengan 2021 dengan total aset Rp 7 triliun dan melayani hampir 4 juta tertanggung. Dalam lima tahun ke depan, perseroan berambisi untuk masuk dalam top 10 perusahaan asuransi nasional, termasuk dengan memperkuat saluran distribusi digital.

Head of Marketing Branding and Digital Channel Astra Life, Windy Riswantyo menyampaikan, tahun 2014 menjadi tahun yang penting karena perusahaan telah berdiri dengan nama Astra Life. Ketika itu perusahaan berada di peringkat 30 di industri, peringkat 17 untuk jalur bancassurance, aset Rp 1 triliun dan sekitar 400.000 tertanggung. "Pada 2021 kami mengalami lonjakan, bisa dibilang one of the fastest growing life insurer in the industry saat ini, dimana peringkat kami bertumbuh dari 30 menjadi 11, dari 60 pemain asuransi jiwa," kata Windy, Kamis (7/4/2022).

Windy menjelaskan, tahun 2021 peringkat kanal bancassurance pun naik menjadi 8, jalur distribusi tambahan seperti e-commerce menempati peringkat 2 seperti data AAJI, jalur pemasaran IKNB peringkat 2, serta peringkat 6 terkait dengan EBC dan broker. "Nah aset tumbuh tujuh kali lipat dari Rp 1 triliun menjadi Rp 7 triliun, dengan jumlah tertanggung saat ini mendekati 4 juta," jelas Windy.

Dia menjelaskan, pencapaian itu tidak terlepas dari pertumbuhan positif dari kinerja keuangan Astra Life. Premi bruto dicatat (gross written premium/GWP) pada 2021 melonjak sembilan kali lipat dibandingkan tahun 2014 menjadi sebesar Rp 5,7 triliun. Secara tahunan (year on year/yoy), premi tumbuh 50% pada tahun lalu. Demikian juga total aset, tercatat tumbuh lima kali lipat dibandingkan 2014 menjadi sebesar Rp 7,1 triliun atau naik 8% (yoy) pada 2021. Sedangkan saat ini total tertanggung ada sebanyak 3,7 juta, melesat dibandingkan awal berdiri sebanyak 400.000. Tahun lalu, klaim meninggal dunia tercatat sebesar Rp 700 miliar, dengan Rp 170 miliar diantaranya merupakan klaim terkait Covid-19.

Presiden Direktur Astra Life, Windawati Tjahjadi menuturkan, setiap tahun Astra Life mencatat peningkatan peringkat yang baik dalam skala industri asuransi jiwa. Oleh karenanya, inovasi produk yang sedang dan telah dilakukan diharapkan mampu mendorong peningkatan bisnis di masa mendatang, termasuk dalam rangka meraih cita-cita perusahaan untuk masuk top 10. "Ranking di skala pemain lokal kita sudah masuk 10 besar yakni posisi 6. Tidak dalam jangka waktu dekat, dalam lima tahun (2027) depan kita masuk dalam top 10 industri. Pemain-pemain di industri ini cukup baik," ucap Windawati Tjahjadi.

Windawati mengungkapkan, total aset Astra Life sendiri diperkirakan akan meningkat 5% di tahun 2022 disokong aset investasi dari produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) atau unit link. Produk tersebut masih menorehkan kinerja yang baik seiring dengan pemulihan siatuasi perekonomian nasional.

Windawati bilang, pihaknya menyambut baik aturan terbaru PAYDI dan akan memenuhi setiap ketentuan yang berlaku. Penyesuian sedang dilakukan, baik dari aspek penjualan, operasional, dan lainnya. Bisnis diperkirakan akan berdampak, meski belum diketahui besaran dampak yang dimaksud. Terlepas dari hal tersebut, industri asuransi jiwa pada tahun 2021 tercatat masih tumbuh, bahkan bisnis baru (new business) tumbuh sampai dengan 12%. Hal ini mencerminkan bahwa pandemi membawa berkah tersendiri bagi asuransi jiwa bahwa kesadaran masyarakat mulai meningkat, khususnya untuk memproteksi diri melalui asuransi. Selain itu, klaim meninggal dunia yang melesat pada tahun lalu sempat mempengaruhi profitabilitas setiap perusahaan asuransi. Tapi di tahun 2022 klaim meninggal dunia diperkirakan melambat seiring dengan penyebaran virus Covid-19 yang mulai terbatas. Sehingga perusahaan asuransi jiwa pun dipercaya akan membukukan profitabilitas yang lebih baik.

Di sisi lain, Windawati mengemukakan, Astra Life punya pembeda dibandingkan perusahaan asuransi jiwa lian dengan menggarap multi segmen, multi produk, dan multi distribusi. Dari sisi segmen, 25% tertanggung berasal dari grup atau kumpulan, sedangkan sisanya 75% adalah tertanggung individu. Padahal saat 2014, hampir seluruh portofolio dicatatkan segmen kumpulan dari ekosistem Astra. Sedangkan dari sisi produk, setiap tahun produk baru dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan dari berbagai segmen dan jalur distribusi. Untuk tahun 2021, ada empat produk yang resmi diluncurkan, mulai dari perlindungan kesehatan di kanal ilovelife.co.id, dan tiga produk untuk kanal bancassurance menyangkut produk asuransi tambahan, serta asuransi jiwa dan kesehatan. Dari aspek distribusi, kanal bancassurance memang masih mendominasi kontribusi premi lebih dari 60%. Kanal broker atas kemitraan dengan multifinance group terkait asuransi jiwa kredit memiliki kontribusi yang baik. Selain itu, ada kanal keagenan yang dimodifikasi sedemikian rupa menjadi professional direct sales.

"Astra Life menyebutnya professional direct sales, karena mereka membawa nilai-nilai yang sama dengan kanal lainnya. Ini menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk menyamaratakan nilai-nilai pada setiap kanal distribusinya. Nah kita mau membangun dari yang tidak besar tapi culture dan value baik. Jadi suatu unity, baik dari direct sales, bancassurance, dan lainnya," jelas Windawati. (sd)

Labels: Ekonomi

Thanks for reading Astra Life Targetkan Masuk Top 10 Industri Asuransi Nasional. Please share...!

Back To Top