CIMB Niaga Finance Berencana Terbitkan Sukuk Rp 1 Triliun

Presiden Direktur CIMB Niaga Finance (CNAF), Ristiawan Suherman, di acara Buka Bersama Media 2022, Senin, 11 April 2022



JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- PT CIMB Niaga Auto Finance (CIMB Niaga Finance/CNAF) menargetkan pertumbuhan pembiayaan baru tahun 2022 lebih dari 30% menjadi sekitar Rp 8 triliun. Untuk memenuhi kebutuhan pendanaan, perusahaan berencana menerbitkan sukuk senilai Rp 1 triliun pada September 2022.

Presiden Direktur CIMB Niaga Finance, Ristiawan Suherman menyampaikan, sejumlah strategi yang dijalankan perseroan beberapa tahun belakangan berhasil mendorong realisasi kinerja pembiayaan. Transformasi digitalisasi yang menghasilkan proses mudah dan cepat melalui simplifikasi dokumen disambut baik masyarakat. "Melihat realisasi di kuartal I 2022 kita optimistis tumbuh lebih dari 30% sampai akhir tahun menjadi sekitar Rp 8 triliun," kata pria yang akrab disapa Aris, Senin (11/4/2022).

Aris mengatakan, perusahaan juga menyiapkan strategi dari sisi pendanaan untuk memenuhi target pembiayaan tersebut. Selain dari induk PT Bank CIMB Niaga Tbk dan bank lainnya, kini pihaknya turut melirik sukuk sebagai salah satu sumber pendanaan yang menarik. "Kita sudah mendapatkan persetujuan dari RUPS, kita akan keluarkan sukuk sampai dengan Rp 1 triliun. Jadi disamping pendanaan dari bank induk usaha dan bank lain, kita akan mengeluarkan sukuk mudah-mudahan pada September 2022. Kita mengikuti aturan enam bulan sejak persetujuan," beber Aris.

Menurut dia, sukuk mulai dilirik CIMB Niaga Finance sebagai sumber pendanaan yang cukup kompetitif untuk turut serta menjaga rasio margin bunga bersih (net interest margin/NIM) guna mengoptimalkan pos pendapatan. Sukuk juga dipilih sebagai upaya menjadi multifinance konvensional yang berbasis syariah. Penerbitan sukuk senilai Rp 1 triliun itu hanya diperuntukan untuk tahap pertama. Target penuh dari surat utang tersebut belum ditentukan. "Itu direncanakan memang hanya untuk menyerap kebutuhan dan target pembiayaan tahun ini," jelas dia.

Untuk mendukung pertumbuhan bisnisnya di tahun 2022, perseroan akan terus mengembangkan layanan berbasis digital dan mengintegrasikan ke seluruh kegiatan operasional di dalam satu platform yang mencakup seluruh layanan. Dalam aspek pemasaran, perusahaan terus meningkatkan sinergi dengan induk usaha CIMB Niaga, ekspansi ke berbagai daerah, menambah jaringan kemitraan, serta mempersiapkan kanal digital seperti virtual exhibition dengan teknologi 3D setelah lebaran. Lebih lanjut, CIMB Niaga Finance melaporkan sampai dengan kuartal I 2022 telah berhasil membukukan pertumbuhan pembiayaan baru (booking) mencapai 135,61% secara tahunan (year on year/yoy). Pembiayaan tercatat naik dari Rp 1,00 triliun menjadi Rp 2,35 triliun."Pada 2021 yang tinggi itu di mobil bekas dan multiguna, pada 2022 ini ada peningkatan signifikan di pembiayaan mobil baru. Bisa disimpulkan pada kuartal I-2022 itu permintaan mobil baru dan mobil bekas cukup bagus. Kita harapkan supply dari ATPM mendukung. Seperti yang diketahui invasi Rusia ke Ukraina ini berdampak juga pada supply sparepart," ungkap Aris.

Dengan peningkatan pembiayaan tersebut, total aset CIMB Niaga Finance tercatat mencapai Rp 5,33 triliun pada pada kuartal I-2022. Aset tumbuh 64,22% (yoy) dari kuartal I-2021 sebesar Rp3,24 triliun. Dari sisi keuangan, pendapatan dibukukan Rp 163 miliar atau tumbuh 40% (yoy) sampai dengan kuartal I-2022. Total beban yang dicatatkan Rp 108 miliar atau naik 13% (yoy). Termasuk dengan fee based income Rp 59 miliar atau meningkat 43%, maka laba sebelum pajak CIMB Niaga Finance tercatat sebesar Rp 114 miliar atau tumbuh 83%. (sd)

Labels: Ekonomi

Thanks for reading CIMB Niaga Finance Berencana Terbitkan Sukuk Rp 1 Triliun. Please share...!

Back To Top