PP Presisi Tetapkan Dividen Tunai Rp 7,7 Miliar

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT PP Presisi Tbk (PPRE), di Jakarta, Rabu, 20 April 2022



JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- PT PP Presisi Tbk (PPRE) menetapkan dividen tahun buku 2022 senilai Rp 7,7 miliar atau Rp 0,76 per saham. Dividen tersebut merefleksikan rasio 10% dari laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp 77 miliar.

Direktur Keuangan PP Presisi, Benny Pidakso mengatakan, pembagian dividen tunai tersebut sebagai komitmen untuk meningkatkan shareholders value, meski jumlah dividen yang dibagikan tahun turun, dibandingkan dengan tahun buku 2022. "Dividen dibagikan setelah dipotong sebesar 5% atau sebesar Rp3,5 miliar sebagai cadangan wajib, sejumlah Rp 59,4 miliar atau sebesar 85% dialokasikan sebagai saldo laba ditahan untuk memperkuat struktur permodalan yang diperlukan di tengah krisis pandemi Covid-19 ini,” kata Benny, Rabu (20/4/2022).

Dividen tersebut telah diputuskan para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT PP Presisi Tbk yang digelar di Jakarta, Rabu (20/4/2022). Pada saat yang sama, pemegang saham juga menyetujui perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi. Dengan demikian posisi Dewan Komisaris Utama diisi oleh Yul Ari Pramuraharjo, Komisaris Albert SM Simangunsong, Komisaris Independen Indra Jaya Rajagukguk, Komisaris Independen Nur Rochmad. Kemudian Direksi Utama diisi oleh Rully Noviandar, Direktur Perencanaan Bisnis dan HCM Rebimun, Direktur Keuangan, Manajemen Risiko dan Legal : Mohammad Arif Iswahyudi dan Direktur Operasi Muhammad Darwis Hamzah.

Direktur Utama PT PP Presisi Tbk, Rully Noviandar mengatakan, berkat strategi sustainability growth, perseroan berhasil menghadapi tantangan pandemi covid 19 dan mengoptimalkan pendapatan melalui lini bisnis baru yaitu pertambangan nikel, menerapkan strategi partnership terkait pengadaan alat berat dan sparepart, optimalisasi occupancy alat berat serta penerapan cost leadership yang baik. "Pengembangan jasa pertambangan merupakan bagian strategi kami untuk mendapatkan recurring income dengan pendapatan kontrak untuk jangka waktu panjang serta meningkatkan competitiveness maupun positioning perseroan sebagai main contractor pada konstruksi dan jasa pertambangan,” ujar Rully.

Sebelumnya, hingga kuartal I-2022, PP Presisi meraih kenaikan kontrak baru sebesar 26% menjadi Rp 1 triliun, dibandingkan periode sama tahun lalu sebanyak Rp 813,2 miliar. Bahkan, raihan tersebut lebih tinggi 8% dari target RKAP 2022 senilai Rp 946 miliar.

Rully mengatakan, peningkatan signifikan perolehan kontrak baru berasal dari penambahan kontrak baru pada Maret 2022 sebesar Rp 444,1 miliar yang terdiri atas mining development proyek Weda Bay senilai Rp 222,5 miliar, revitalisasi bandara Halim Rp 46,7 miliar, KA Sumut Binjai Rp 85,8 miliar, dan entitas anak PT LMA pada proyek Basic Engineering Design Road Hauling Rp 72,6 miliar. (sd)

Labels: Ekonomi

Thanks for reading PP Presisi Tetapkan Dividen Tunai Rp 7,7 Miliar. Please share...!

Back To Top