Ini Gejala Kekurangan Vitamin D yang Berpengaruh Pada Kekebalan Tubuh

Dokter Devia Irine Putri dan Brand Manager Sakatonik Group, Sonny Rifendy saat memaparkan soal D3TEs secara daring, Selasa, 24 Mei 2022



JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Vitamin D merupakan sumber vitamin penting yang sangat dibutuhkan oleh tubuh kita. Pada umumnya vitamin D dikenal akan fungsi utamanya yang dapat menjaga kesehatan tulang dan gigi. Selain itu, vitamin D juga dapat meningkatkan kekebalan tubuh dan menjaga organ tubuh yang bisa berdampak besar pada kesehatan masyarakat. Hal itu yang diungkapkan dr Devia Irine Putri selaku Health Practitioner Klikdokter saat media briefing melalui Zoom bertajuk "Cara Praktis Deteksi Kekurangan Vitamin D", Selasa (24/5/2022).

"Kekurangan vitamin D hampir dapat terjadi pada segala kelompok usia dan juga kondisi. Dan ini juga bisa terjadi pada negara tropis seperti Indonesia meskipun di Indonesia sangat banyak sinar matahari. Gejala yang paling sering dirasakan masyarakat saat kekurangan vitamin D adalah mudah lelah, nyeri pada tulang dan kram pada otot, akan mudah sakit, dan rambut mudah rontok," ungkap dr Devia.

Selain itu, lanjut dr Devia, orang yang kekurangan vitamin D, jika mengalamiu luka maka juga penyembuhan lukanya lebih lama ketimbang orang yang cukup asupan vitamin D-nya. "Yang jelas orang yang kekurangan vitamin D suasana hatinya juga mudah berubah dan sering moody-an, sehingga mereka cenderung sedih, murung dan cemas berlebihan. Selain itu, orang yang kekurangan vitamin D juga mudah mengalami patah tulang meski tidak cedera berat, nyeri tulang, dan kram otot. Tak Hanya itu, orang yang kekurangan vitamin D juga mudah gatal-gatal, berjerawat dan kulitnya mudah tua. Hal ini membuat masyarakat yang kekurangan vitamin D rentan terpapar penyakit karena memang daya tahan tubuhnya tidak seperti orang yang cukup vitamin D-nya," ujar dr Devia.

Diterangkan Devia, beberapa faktor dominan yang membuat orang kekurangan vitamin D adalah jumlah paparan sinar matahari yang masuk ke tubuhnya rendah sehingga perlu asupan vitamin D untuk menghindari kekurangan vitamin D itu. "Pemenuhan vitamin D sangat penting untuk menjaga daya tahan tubuh, kesehatan tulang, gigi, dan otot. Hal itu juga untuk mencegah berbagai penyakit kronis, seperti hipertensi, diabetes melitus, hingga autoimun," terangnya.

Kondisi ini yang kemudian mendorong pihak PT Kalbe Farma selaku produsen obat-obatan di Indonesia melalui produknya, Sakatonik bekerja sama dengan Klikdokter dengan menghadirkan D3TEs, yang merupakan tools edukasi berbasis online pertama di Indonesia yang cepat dan praktis untuk mengetahui potensi kadar vitamin D dalam tubuh.

Brand Manager Sakatonik Group, Sonny Rifendy mengatakan, online tools D3TES diluncurkan untuk mengedukasi dan menyadarkan masyarakat terutama kalangan usia produktif yang memiliki rutinitas dan waktu yang terbatas untuk memenuhi vitamin D. Melalui tools ini, katanya, skrining mudah akan dilakukan dalam D3TEs ini yakni dengan menjawab beberapa pertanyaan yang meliputi gejala, faktor risiko, ataupun gaya hidup secara singkat. "Nantinya hasil akan di bagi menjadi tiga kategori berdasarkan skoring yang sudah ditetapkan. Setelah semua pertanyaan terisi, maka pengguna akan mendapatkan hasil kadar vitamin D untuk mendeteksi potensi kekurangan vitamin D pengguna. D3TES juga dilengkapi dengan saran dan rekomendasi dari dokter mengenai tindak lanjut hasil deteksi tersebut," kata Sonny Rifendy dalam webinar tersebut.

"Dan buat kami online D3TEs ini bisa menjadi solusi yang tepat, cepat dan praktis untuk menjawab kebutuhan vitamin D sangat diperlukan di tengah aktivitas yang sudah berangsur kembali normal. Sakatonik Activ berkomitmen untuk terus berkontribusi kepada kesehatan keluarga Indonesia terutama pemenuhan vitamin D melalui edukasi yang relevan," tambahnya lagi. (ym)

Labels: Gaya Hidup

Thanks for reading Ini Gejala Kekurangan Vitamin D yang Berpengaruh Pada Kekebalan Tubuh. Please share...!

Back To Top