Lewat G-20 Empower, XL Axiata Bawa UMKM Perempuan Berdaya

Presiden Direktur dan CEO XL Axiata, Dian Siswarini



YOGYAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Dalam rangka meningkatkan pemberdayaan perempuan dalam kewirausahaan khususnya pascapandemi, PT XL Axiata Tbk (EXCL) meningkatkan flagship proyek miliknya Sisternet dan Sispreneur. Melalui Group of Twenty (G-20) Empower Presidensi Indonesia 2022, XL Axiata sebagai private sector berkomitmen akan membawa proyek tersebut lebih banyak menjangkau pelaku UMKM perempuan, apalagi pandemi Covid-19 banyak menggoyahkan usaha mereka.

Co-Chair of W20 Indonesia 2022 dan advokat G-20 Empower Dian Siswarini mengatakan, sisternet awalnya untuk meningkatkan literasi digital di kalangan perempuan ke arah Sisperneur yang menggunakan teknologi digital untuk membangun bisnis. "Sekarang dalam rangka G-20 Empower ini, Sisternet dan Sisperneur kita mau tingkatkan supaya posisi di kalangan perempuan bukan hanya seperti sekarang, tetapi bisa lebih mendunia," ujarnya di sela-sela Plenary Meeting ke-2 G-20 Empower dengan tema "Rebuilding Women's Productivity Post Pandemic" di Yogyakarta, Rabu (18/5/2022).

Untuk itu, G-20 Empower melibatkan delegasi dari negara lain untuk mengkoneksikan angel investor komunitas dari berbagai anggota G-20 guna membantu UMKM yang XL Axiata bina di Sispreneur. Sispreneur sendiri dibangun atas sinergi antara Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) dengan XL Axiata.

Dian menjelaskan, salah satu alasan perlunya perempuan perlu mendapat bantuan karena potensi dan perannya dalam sektor ekonomi sebagai pelaku usaha sangat besar. Berdasarkan Data Perkembangan Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Besar di Indonesia tahun 2014-2018, dari total usaha yang berjumlah 64 juta unit usaha, 99,99% usaha di Indonesia adalah UMKM, sementara berdasarkan survei dari Bank Dunia lebih dari 50% usaha mikro dan kecil dimiliki oleh perempuan. Di sisi lain, pelaku UKM perempuan merupakan pihak yang paling terdampak secara ekonomi dan sosial selama masa pandemi. Karena itu, program kelas inkubasi ini menjadi sangat relevan untuk diselenggarakan saat ini agar dapat membantu di dua sisi sekaligus, yaitu sisi perempuan sebagai penggerak ekonomi keluarga dan UMKM yang dikelolanya agar bisa menopang ekonomi keluarga dan menggerakkan ekonomi di lingkungan sekitarnya. Adapun, teknologi digital menawarkan kesempatan kepada siapa saja untuk mampu memaksimalkan potensi yang dimiliki. Bagi para perempuan pelaku usaha mikro, teknologi digital akan memungkinkan mereka untuk menembus pasar yang lebih luas, yang hampir mustahil bisa dijangkau jika tidak online. "Dalam ajang ini juga dibahas mengenai evaluasi yang selama ini telah dilakukan pemerintah dan swasta saat memberikan dukungan kepada pengusaha UKM perempuan. Apa-apa saja yang kurang akan diperbaiki dan apa yang sudah baik ditingkatkan," kata Dian.

Dikatakan isu kesetaraan gender memang menjadi salah satu dari empat isu prioritas yang diusung W20 dalam Presidensi G-20 Indonesia. W20 mengusung empat isu prioritas dalam Presidensi G20 Indonesia yakni, kesetaraan gender, inklusi ekonomi yaitu mendukung UMKM yang dimiliki dan dikelola oleh perempuan, peningkatan ketahanan perempuan pedesaan dan perempuan penyandang disabilitas, dan akses terhadap fasilitas kesehatan yang adil secara gender. (pr)

Labels: IPTEK

Thanks for reading Lewat G-20 Empower, XL Axiata Bawa UMKM Perempuan Berdaya. Please share...!

Back To Top